Sukses

Gangguan Tiroid Bisa Bikin Wanita Susah Hamil

Gangguan tiroid pada wanita dapat menurunkan kesuburan, sehingga peluang untuk hamil merosot tajam.

Klikdokter.com, Jakarta Sekitar 1 sampai 5 persen pasangan di dunia mengalami gangguan kesuburan. Penyebabnya beragam, dan salah satunya berhubungan dengan gangguan tiroid yang dialami oleh wanita usia reproduksi.

Tiroid adalah sebuah kelenjar kecil, berbentuk seperti kupu-kupu, yang terletak di bagian depan leher. Kelenjar ini memproduksi dua jenis hormon, yakni tetraiodotironin (T4) and triiodotionin (T3). Keduanya berperan utama dalam mengontrol penggunaan energi oleh sel-sel tubuh. Dengan kata lain, kelenjar tiroid mengatur metabolisme tubuh melalui pengeluaran hormon-hormon tersebut.

Di saat fungsi kelenjar tiroid mengalami gangguan, produksi hormon bisa jadi kelebihan atau kekurangan. Selanjutnya, keadaan ini akan memengaruhi laju metabolisme dan memicu gangguan haid.

Tak hanya sampai di situ, gangguan tiroid juga dapat menghambat proses pelepasan sel telur yang siap dibuahi sel sperma (ovulasi) setiap bulannya. Bila tidak ada sel telur yang dilepaskan, maka seorang wanita tidak dapat hamil sekalipun memiliki siklus haid yang normal.

Hipertiroidisme pada kesuburan

Salah satu jenis gangguan tiroid adalah hipertiroidisme. Keadaan ini terjadi ketika kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon T4 dan/atau T3. Gejala yang khas pada hipertiroidisme adalah jantung berdebar dan berdetak cepat, tekanan darah meningkat, serta tangan gemetaran.

Tak sebatas itu, kelebihan metabolisme akibat hipertiroidisme juga menyebabkan suhu tubuh meningkat. Untuk mengompensasinya, maka keluarlah keringat yang berlebihan serta tidak tahan berada dalam suhu lingkungan yang panas. Gejala lain, yakni meningkatnya frekuensi buang air besar dan penurunan berat badan meski nafsu makan tetap atau bahkan meningkat.

Terkait dengan gangguan kesuburan, ditemukan bahwa hipertiroidisme terjadi pada 2 dari 100 (2,3 persen) wanita usia reproduksi. Pada kelompok ini, hipertiroidisme berhubungan dengan kemunculan haid yang tidak teratur. Frekuensi haid bisa menjadi lebih jarang (oligomenore) atau lebih sering (polimenore).

1 dari 2 halaman

Hipotiroidisme pada kesuburan

Hipotiroidisme terjadi ketika tubuh tidak memproduksi cukup hormon tiroid. Keadaan ini akan membuat fungsi dan metabolisme tubuh melambat.

Tanda dan gejala hipotiroidisme bervariasi pada tiap individu, namun kerap samar sehingga tidak disadari. Gejala awal dapat berupa rasa lelah dan peningkatan berat badan yang terjadi secara perlahan.

Kemudian, gejala akan semakin jelas seiring dengan melambatnya metabolisme. Bila sudah seperti ini, yang terjadi adalah sensitif terhadap udara dingin, sembelit (konstipasi), kulit kering, wajah bengkak, suara serak, kelemahan otot, peningkatan kadar kolesterol, nyeri otot dan sendi, rambut rontok, detak jantung melambat, hingga gangguan daya ingat. Kelenjar tiroid pun dapat membengkak sehingga ditemukan benjolan leher.

Berbeda dengan hipertiroidisme yang umumnya terjadi pada usia reproduksi, hipotiroidisme bisa dialami oleh semua kelompok usia. Mulai dari bayi, anak, remaja, dewasa, hingga yang sudah lanjut usia. Hal yang pasti, angka kejadiannya jauh lebih banyak pada wanita daripada pria.

Pada anak-anak dan remaja, hipotiroidisme perlu dicurigai bila pubertas terlambat dan ada hambatan dalam mencapai “kematangan” seksual. Sedangkan pada wanita usia reproduksi, kondisi ini berhubungan dengan gangguan haid yang dapat berupa frekuensi haid jarang (oligomenore), jumlah darah haid berlebihan (menoragia), atau tidak haid sama sekali (amenore).

Meski hanya dialami oleh sekitar 0,5 persen wanita di usia reproduksi, hipotiroidisme yang tidak diobati dapat memengaruhi peluang hamil secara signifikan. Selain karena proses ovulasi sudah terhambat akibat kekurangan hormon tiroid, kondisi ini juga memicu pembentukan kista di dalam indung telur dan meningkatkan produksi hormon prolaktin. Keduanya membuat proses ovulasi semakin sulit, sehingga peluang hamil pun kecil.

Apakah bisa hamil dengan gangguan tiroid?

Wanita yang mengalami gangguan tiroid, baik hipertiroidisme maupun hipotiroidisme, tetap bisa hamil apabila kadar hormon dinormalkan kembali. Dengan catatan, tidak ada hal lain yang menyebabkan gangguan kesuburan.

Oleh sebab itu, jika Anda mengalami gangguan kesuburan dan gejala-gejala yang mengarah pada gangguan tiroid, jangan tunda hingga esok untuk berobat ke dokter. Dengan begitu, diharapkan gangguan tiroid yang Anda alami tidak akan menghalangi mimpi untuk memiliki momongan.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar