Sukses

Ini Dia Cara Sehat Hadapi Kritik

Bagi sebagian orang, menerima kritik dengan lapang dada merupakan hal yang sulit. Simak cara menghadapi kritik dari orang lain dengan sehat di sini.

Dalam bekerja, berorganisasi, dan kehidupan sosial lainnya, tak jarang kritikan pedas menghampiri. Terkadang kritik-kritik yang disampaikan dapat meruntuhkan semangat.

Akhirnya, hasrat untuk menyelesaikan pekerjaan dan berkegiatan menghilang begitu saja di tengah jalan.

Parahnya lagi, kritikan tersebut mungkin bisa menumbangkan mental Anda. Hal ini bisa berujung pada peningkatan stres dan penurunan motivasi kerja.

Padahal, kritik yang disampaikan dengan cara tepat sebenarnya merupakan suatu jalan untuk memperbaiki diri agar bisa mendapatkan hasil lebih baik.

Pada dasarnya, Anda tidak bisa mengatur pendapat dan penilaian orang lain terhadap diri sendiri.

Namun, Anda masih bisa mengatur pola pikir dan reaksi saat menghadapi kritik dari orang lain.

Berikut cara-cara menghadapi kritik dari orang lain yang bisa Anda terapkan.

1 dari 6 halaman

1. Bersikap Tetap Tenang

Saat Anda dikritik keras oleh orang lain dan secara pribadi belum siap menerimanya, mungkin yang terjadi adalah jantung berdetak lebih cepat dan telapak tangan berkeringat.

Wajar memang, tetapi bukan berarti Anda tidak bisa mengendalikan diri. Saat menerima kritik, hal pertama yang wajib dilakukan adalah bersikap setenang mungkin.

Caranya, tarik napas dalam-dalam. Bila tetap tenang, Anda bisa menjelaskan atau merespons kritikan dengan objektif dan masuk akal. Jadi, pengkritik bisa mengerti maksud yang Anda ucapkan.

Sebaliknya, jika bereaksi berlebihan dan emosional, maka penjelasan Anda akan cenderung tidak nyambung dan kurang jelas.

Pengkritik jadi membuatnya sebagai “serangan” berikutnya untuk menyerang Anda.

Artikel Lainnya: Tips Mudah Bangun Rasa Percaya Diri Anda

2. Dengarkan Baik-baik

Sebelum Anda merespons kritik, biarkan orang itu menyelesaikan apa yang sedang dikatakan.

Jika tidak, maka Anda akan terlihat sangat gelisah dan defensif. Tentunya hal tersebut sangat merugikan diri sendiri.

Dengan mendengarkan pendapat orang lain, Anda jadi memiliki waktu berpikir untuk menimbang hal yang mungkin memang menjadi kesalahan.

Mendengarkan juga menunjukkan sikap profesional, karena Anda menghargai pendapat orang lain meskipun terkadang membuat kesal.

2 dari 6 halaman

3. Mintalah Waktu untuk Berpikir

Cara ini berlaku bila yang mengkritik adalah orang terdekat yang sudah mengenal Anda dengan sangat baik ataupun rekan yang mengerti betul soal pekerjaan Anda.

Kalau mereka mengkritik dan Anda bingung harus merespons apa, sebaiknya mintalah waktu untuk berpikir. Dengan begitu, Anda bisa mengerti di mana kesalahannya dan bisa menjelaskan secara tepat.

Sebaliknya, jika yang mengkritik adalah orang “asing” yang tidak tahu apa-apa tentang Anda dan pekerjaan, maka kritik tersebut tidak perlu diambil hati dan jangan memusingkannya.

Artikel Lainnya: Kenali Tanda-Tanda Anda Terjebak dalam Hubungan Toksik

4. Ambil Sisi Positifnya

Sering kali Anda tidak bisa menerima kritikan karena terlanjur berpikiran negatif. Ya, Anda mungkin menganggap kritik sebagai hambatan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Padahal, kalau dipikir-pikir lagi, bisa saja kritikan tersebut dapat mengeluarkan sisi terbaik dari diri Anda yang selama ini masih terpendam.

Ingatlah, biasanya kritik yang membangun berasal dari orang-orang yang benar-benar peduli dengan Anda.

3 dari 6 halaman

5. Diskusikan dengan Orang Lain

Tak bisa dimungkiri, terkadang yang bisa melihat kekurangan Anda adalah orang lain.

Supaya lebih merasa yakin kritikan tersebut benar adanya, diskusikanlah dengan teman yang bisa dipercaya dan benar-benar mengenal Anda.

Artikel Lainnya: Selain Mom Shaming, Ada Juga Dad Shaming yang Perlu Anda Tahu

6. Minta Contoh Nyata dari Pengkritik

Meski memang yang bisa melihat kesalahan diri adalah orang lain, Anda bisa menyaring mana kritik yang membangun dan yang asal-asalan dari contoh yang diberikan.

Bila ada orang lain yang mengkritik sekaligus menyertakan bukti-bukti konkret, berarti ia mengkritik secara objektif dan bisa dijadikan bahan introspeksi diri.

Sebaliknya, bila orang itu hanya mencemooh tanpa bukti atau alasan yang jelas, sebaiknya abaikan saja karena bersifat subjektif.

4 dari 6 halaman

7. Ambil Waktu untuk Koreksi Diri

Tidak ada salahnya untuk mengolah berbagai kritikan yang masuk. Pertimbangkan dan ingat apa alasan Anda melakukan hal yang dikritik tersebut.

Kalau alasan tersebut cukup kuat, bisa diskusikan kembali dengan orang yang memberikan kritik.

8. Sampaikan Kebenaran Versi Anda

Ketika dikritik, Anda tidak harus selalu diam, kok. Bila hasil pertimbangan Anda ternyata ada kebenaran yang harus disampaikan, jangan ragu untuk menyampaikannya. Jadi, kesalahpahaman lebih lanjut bisa dihindari.

Artikel Lainnya: 5 Tanda Depresi yang Tak Boleh Anda Abaikan

5 dari 6 halaman

9. Minta Maaf

Di balik fakta kita benar atau salah, tidak ada salahnya untuk meminta maaf di awal atas kritik yang diberikan.

Cara ini akan terlihat lebih sopan dan membuat hubungan tetap terjaga dengan baik.

Dengan cara ini, Anda juga mendapat waktu lebih untuk mencerna apa yang disampaikan lawan bicara.

10. Dengarkan yang Dapat Anda Terima

Jika lawan bicara sedang emosi dan menyampaikan kritik dengan cara yang kurang baik, maka tidak ada salahnya untuk didengarkan saja.

Tidak untuk diterima secara utuh, melainkan untuk menunggu momen yang tepat untuk berdiskusi setelahnya.

Itu dia beberapa cara menghadapi kritik supaya Anda tidak langsung baper.

Terimalah kritik yang membangun dengan tenang supaya bisa memahami maksud satu sama lain. Nantinya, bisa dijadikan bahan introspeksi diri.

Meski setiap orang memiliki hak untuk berpendapat, Anda juga tetap berhak merespons, termasuk menanggapi kritik dengan cara tidak ambil pusing terutama bila tidak masuk akal.

Bila ingin konsultasi ke dokter dan psikolog seputar kesehatan mental dan penanganan emosi, pakai LiveChat dari Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar