Sukses

Awas, Penyakit Parkinson Bisa Berawal dari Perut!

Bukan bermula dari otak, konon penyakit Parkinson berasal dari perut. Benarkah demikian? Simak ulasannya berikut ini.

Pernahkah Anda mendengar mengenai penyakit Parkinson? Penyakit yang menyerang saraf otak ini bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal ras dan status sosial. Salah satunya adalah petinju legendaris dunia, Muhammad Ali. 

Walaupun menyerang otak, terdapat beberapa teori yang menyimpulkan bahwa Parkinson sebenarnya bermula dari ketidakseimbangan bakteri di usus. Ini penjelasan lengkapnya. 

1 dari 3 halaman

Sekilas Mengenai Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson adalah kelainan sistem saraf yang memengaruhi gerakan motorik. Ini tergolong penyakit kronis dan progresif, yang artinya gejala memburuk secara bertahap seiring berjalannya waktu. 

Biasanya gejala penyakit Parkinson terjadi secara perlahan, kadang-kadang dimulai dengan tremor yang nyaris tak terlihat dan muncul pada satu bagian tubuh. Selain tremor, ciri-ciri penyakit Parkinson lainnya adalah kekakuan pada beberapa bagian tubuh. 

Artikel lainnya: Yuk, Kenali 5 Gejala Parkinson Ini Sejak Dini

Pada tahap awal, orang dengan Parkinson mungkin akan menunjukkan ekspresi wajah yang terbatas. Suara yang mereka keluarkan saat berbicara juga makin pelan dan mengecil. Saat berjalan, gerakan ayunan lengan bisa berkurang. Tak hanya itu, mereka dapat mengalami gangguan keseimbangan sehingga sering jatuh ke belakang.

Penyebab penyakit Parkinson masih belum diketahui jelas. Para ahli mengatakan bahwa penyakit ini diduga berhubungan dengan faktor genetik dan lingkungan.

Sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit Parkinson. Namun, terdapat beberapa pilihan obat untuk meringankan gejala yang terjadi.

2 dari 3 halaman

Benarkah Penyakit Parkinson Sebenarnya Berawal dari Perut?

Penyakit Parkinson berhubungan dengan kerusakan sel saraf otak yang disebut substantia nigra. Sel-sel saraf pada bagian otak ini secara khusus berfungsi untuk menghasilkan dopamin, senyawa kimia yang bertanggung jawab dalam proses rangsangan gerakan tubuh.

Artikel lainnya: Penyakit Parkinson, Bisakah Menyerang Anak?

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, terdapat berbagai teori baru yang mencoba menjelaskan faktor risiko penyakit Parkinson. Salah satunya menyatakan bahwa penyakit ini berhubungan dengan kesehatan usus manusia. 

Terdapat sebuah studi yang menemukan bahwa penyakit Parkinson bermula dari ketidakseimbangan komposisi bakteri di usus. Pada tahun 2016, para peneliti dari Departemen Neurologi di University of Wisconsin-Madison mengamati tikus-tikus yang telah diprogram secara genetik untuk mengidap Parkinson. 

Tikus-tikus itu dibagi ke dalam tiga kelompok. Dua kelompok diberikan bakteri usus seperti yang terdapat dalam tubuh manusia, dan satunya lagi tidak diberikan bakteri.

Hasilnya, tikus-tikus yang diberikan bakteri usus memproduksi protein alpha-synuclein yang sangat tinggi. Protein tersebut berkaitan dengan kerusakan otak pada pasien Parkinson. Sementara itu, tikus yang terbebas dari bakteri usus tidak menunjukkan gejala penyakit Parkinson yang berarti.

Selanjutnya, tikus yang steril itu diberikan sisa metabolisme bakteri usus (asam lemak rantai pendek). Hasilnya, tikus tersebut memunculkan gejala-gejala Parkinson. Agar lebih meyakinkan, pada percobaan terakhir, tikus yang masih streril itu pun diberikan bakteri usus langsung dari pasien Parkinson. Alhasil, gejala yang timbul menjadi makin buruk. 

Artikel lainnya: Penyakit Parkinson, Bisakah Disembuhkan?

Berkaca dari hasil studi tersebut, para peneliti mencoba melakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan adanya hubungan antara ketidakseimbangan bakteri pada usus manusia dan penyakit Parkinson. 

Berdasarkan temuan mereka, manipulasi diet dianggap dapat menjadi pilihan dalam mengontrol penyakit Parkinson. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah pemberian bakteri baik untuk kesehatan saluran cerna. Probiotik merupakan kuman baik yang tinggal di usus yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

Tentunya, studi tersebut merupakan ranah menarik yang memerlukan pembuktian lebih lanjut. Penelitian berikutnya diharapkan dapat memberikan kepastian terkait hubungan kesehatan usus dan penyakit Parkinson. Namun tak ada salahnya jika Anda mulai menerapkan pola makan sehat untuk kesehatan saluran cerna sejak sekarang.

Bagi Anda yang ingin tahu lebih lanjut mengenai penyakit Parkinson, jangan sungkan untuk bertanya kepada dokter kami melalui Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Gratis!

[NWS/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar