Sukses

Awas, Depresi Rentan Runtuhkan Sistem Imunitas!

Turunnya sistem imunitas tak melulu karena kondisi fisik. Depresi juga berkontribusi terhadap menurunnya kekebalan tubuh.

Klikdokter.com, Jakarta Depresi adalah gangguan mental yang sangat berbahaya. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan lebih dari 300 juta orang dari berbagai kelompok usia mengalami depresi. Salah satunya yang kini sedang dilaporkan berjuang dengan kondisi ini adalah aktris dan penyanyi Selena Gomez. Tak hanya akibatkan terganggunya kesehatan mental, depresi juga bisa rentan turunkan sistem imunitas tubuh.

Beberapa tahun belakang, kondisi fisik dan mental penyanyi “Come and Get It” ini kerap menghiasi media. Tahun 2014, ia mengaku terdiagnosis lupus. Terkait dengan penyakitnya, Selena juga dilaporkan menjalani rehabilitasi selama dua minggu sebagai upaya untuk pemulihan pengobatan lupusnya secara psikis.

Dua tahun berselang, Selena pamit sejenak dari panggung hiburan. Ia pun kembali menjalani rehabilitasi untuk menangani serangan panik, kecemasan, dan depresi yang ia rasakan.

Kondisi kesehatan Selena Gomez

Tahun 2017, Selena juga mengungkapkan bahwa ia mendapatkan transplantasi ginjal dari sahabatnya, Francia Raisa, akibat komplikasi lupus yang dideritanya. Meski ia mengaku sangat bersyukur dengan “hadiah” tersebut, tapi ini tak cukup untuk mempertahankan kondisi psikisnya.

Bulan Februari tahun ini, Selena kembali masuk rehabilitasi selama 2 minggu. Katanya, ia berkonsentrasi pada terapi, makan lebih sehat, meditasi, dan pilates. Pada bulan Oktober, Selena dilaporkan masuk rumah sakit Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles, Amerika Serikat (AS), karena merasa putus asa dan emosional karena jumlah sel darah putih yang rendah (disebut dengan leukopenia).

Setelah dirawat di rumah sakit, ia kembali masuk rehabilitiasi dan menjalani terapi perilaku dialektik (DBT) yang berfokus pada mengajarkan pasiennya dengan penuh perhatian, komunikasi yang sehat dan pola perilaku, pengaturan emosi, serta bagaimana menghadapi peristiwa negatif dengan lebih baik.

Perjuangan Selena selama beberapa tahun belakangan dengan penyakit lupus yang dideritanya tentu saja tidak mudah. Terganggunya kesehatan mental Selena—belum lagi akibat pemberitaan media tentang kehidupan pribadi, tekanan karier, dan lain-lain—dianggap berkaitan. Tak sedikit yang percaya bahwa seringnya Selena jatuh sakit adalah karena depresi. Benarkah dua hal ini memang berkaitan?

1 dari 2 halaman

Benarkah depresi bikin sistem imunitas menurun?

Sebelumnya, Anda tentu mengetahui bahwa sistem kekebalan tubuh akan menurun jika Anda terlalu lelah atau kurang istirahat. Akibatnya, Anda pun jadi mudah sakit. Nah, belum lama ini terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa stres atau depresi bisa membuat sistem imunitas memburuk.

Menurut Psychology Today, depresi adalah gangguan seluruh tubuh. Ada banyak bukti bahwa gangguan kejiwaan memiliki efek merusak pada jantung, otak, tulang, dan metabolisme untuk jangka panjang. Di sisi lain, sekarang juga ada bukti bahwa depresi merusak sistem kekebalan tubuh seiring bertambahnya usia.

Para peneliti di Universitas Negeri Ohio, AS, menemukan bahwa terdapat sistem kekebalan tubuh yang menurun di antara 47 partisipan yang mengalami stres. Setelah satu kali terkena flu, tubuh mereka menghasilkan kelebihan komponen sistem kekebalan interleukin-6, penanda peradangan jangka panjang. Peradangan itu terkait dengan penyakit kardiovaskular, osteoporosis, radang sendi, diabetes, dan penyakit yang berhubungan dengan gigi.

Sementara itu, American Psychological Association menyebut bahwa penelitian yang dilakukan selama 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa depresi dapat meningkatkan kadar hormon stres kortisol. Selain itu juga dapat secara signifikan melemahkan sistem kekebalan tubuh.

"Kesehatan mental seseorang benar-benar penting. Tubuh merespons secara berbeda, bahkan terhadap tantangan sehari-hari tergantung pada apakah seseorang depresi atau tidak. Studi ini menunjukkan ada perubahan jangka panjang yang terjadi dalam sistem kekebalan Anda," kata psikolog Janice Kiecolt-Glaser, Ph.D.

Dikatakan oleh Katherine Muller, seorang psikolog klinis di Pusat Psikologi Integratif, AS, kepada Psychology Today, bahwa orang yang dengan stres secara berkepanjangan lebih mungkin mengalami sakit flu dan mudah terpapar infeksi.

Apa yang dialami Selena Gomez memang menggugah jutaan orang di seluruh dunia. Jangan hanya dijadikan bahan gosip, tapi jadikanlah kisah hidupnya sebagai pelajaran untuk terus menjaga kesahatan fisik dan mental sebaik mungkin. Jika Anda tengah mengalami stres berkepanjangan atau depresi, jangan malu untuk membuka diri kepada orang-orang yang Anda percaya. Jika ini tak membantu, temui psikolog atau psikiater agar bisa ditangani secepatnya, sehingga ini tak berdampak lebih jauh terhadap sistem imunitas tubuh Anda.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar