Sukses

Ibu Hamil, Jangan Sepelekan Sinusitis

Saat hamil, keluhan sinusitis dapat terjadi. Jika Anda mengalaminya, jangan membiarkannya berlarut-larut. Simak di sini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Sinusitis adalah peradangan yang terjadi pada dinding sinus. Sinusitis dapat terjadi saat kehamilan, pada trimester berapapun. Meski tak terlalu parah, tapi gejala sinusitis pada ibu hamil bisa sangat membuat tak nyaman dan kondisi ini jangan sampai disepelekan.

Sinus adalah rongga kecil di belakang dahi dan tulang pipi yang berisi udara. Terdapat empat pasang sinus di dalam kerangka kepala manusia, yaitu di belakang dahi, di kedua sisi batang hidung, di belakang mata, serta di belakang tulang pipi. 

Sinus menghasilkan lendir atau mukus yang berfungsi untuk menjaga suhu dan kelembapan udara yang masuk ke dalam paru-paru, serta mencegah kuman penyebab penyakit masuk ke dalam saluran pernapasan. Cairan mukus ini akan mengalir melalui saluran kecil di dalam rongga sinus tersebut. Apabila saluran tersebut mengalami peradangan, maka akan terjadi penyumbatan dan cairan mukus tidak dapat mengalir secara normal. Kondisi inilah yang dapat memicu sinusitis.

Penyebab dan gejala sinusitis pada ibu hamil

Penyebab terjadinya sinusitis selama masa kehamilan antara lain dapat disebabkan oleh:

  • Pembengkakan di pembuluh darah dan selaput di dalam hidung
  • Perubahan hormon progesteron selama masa kehamilan
  • Infeksi virus, bakteri, atau jamur
  • Riwayat alergi

Gejala sinusitis dapat diketahui sebelum penderita berkunjung ke dokter. Berikut di bawah ini adalah beberapa gejala yang sering dialami oleh penderita sinusitis:

  • Rasa sakit atau adanya tekanan di area dahi, pipi, hidung, dan area di antara mata
  • Hidung tersumbat
  • Hidung meler
  • Napas berbau
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Berkurangnya daya penciuman
1 dari 2 halaman

Jenis sinusitis yang terjadi saat kehamilan

Terdapat dua jenis sinusitis pada saat kehamilan, yaitu:

  1. Sinusitis akut. Pada sinusitis akut, peradangan pada sinus yang terjadi bersifat sementara, yang biasanya muncul saat udara dingin atau alergi.
  2. Sinusitis kronis. Tipe sinusitis ini terjadi dalam waktu beberapa minggu atau bulan. 

Sinusitis saat kehamilan sebetulnya tidak berbahaya. Namun, jika dibiarkan terus-menerus tanpa mendapatkan penanganan, maka ini bisa mengganggu kehamilan Anda.

Atasi sinusitis saat hamil dengan melakukan langkah-langkah ini

Berikut ini ada beberapa cara yang bisa ibu hamil lakukan di rumah untuk mengatasi sinusitis selama hamil:

  • Jaga kelembapan udara di dalam ruangan. Untuk mengurangi keluhan sinusitis, gunakan alat pelembap udara (humidifier) di dalam ruangan. Hal ini membantu udara yang masuk ke saluran pernapasan tetap lembap, sehingga dapat mencegah hidung tersumbat dan mempercepat proses penyembuhan. 
  • Gunakan cairan saline. Cairan saline membantu Anda membersihkan hidung, bisa berbentuk cairan atau nasal spray.
  • Tinggikan posisi bantal saat tidur. Gunakan beberapa bantal agar saat tidur posisi kepala Anda lebih tinggi. Ini dapat mengurangi keluhan yang muncul saat sinusitis sedang terjadi karena Anda terhindar dari pengumpulan cairan mukus di dalam rongga sinus saat tidur di malam hari.
  • Mandi dengan air hangat saat keluhan sinusitis berlangsung dapat membantu melegakan pernapasan.
  • Cukupi asupan nutrisi dengan makanan yang sehat dan bergizi, agar dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh selama masa kehamilan. Tak hanya itu, Anda pun terlindungi dari ancaman penyakit.
  • Cukupi kebutuhan cairan tubuh. Penuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih mampu mengencerkan lendir di dalam saluran pernapasan.

Salah satu penyebab sinusitis adalah infeksi di saluran pernapasan dan alergi. Untuk mencegah terjadinya sinusitis, termasuk pada ibu hamil, lakukan tindakan pencegahan. Anda bisa menggunakan masker hidung di area umum, rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, serta menghindari kebiasaan menyentuh area mulut dan hidung saat tangan kotor.

Umumnya, sinusitis pada masa hamil dapat sembuh sendiri. Namun, jika langkah-langkah yang dianjurkan di atas tidak cukup membantu dan keluhan yang dirasakan bertambah parah misalnya disertai demam, batuk berdahak berwarna kehijauan atau kekuningan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan penanganan optimal. Jika tidak, kondisi ini bisa memengaruhi tumbuh kembang janin dalam kandungan.

[RN/ RVS]

1 Komentar

  • Erik Sonjaya

    Asalammualaikum dok dok istri saya di tes pake tes pek ternyata hamil setelah 1 minggu di tes lagi pake tes pek malah garisnya 1 alasannya di tes lagi, karna istri saya mentrulasi. ternyata garisnya 1.