Sukses

Tanda-Tanda ASI Basi dan Tak Layak Konsumsi

ASI basi tak hanya minim nutrisi, namun juga dapat membahayakan kesehatan bayi. Kenali ciri dan tandanya sebelum terlambat.

Klikdokter.com, Jakarta Air susu ibu alias ASI merupakan sumber gizi nomor satu untuk bayi. Tak heran, sebagian besar ibu memiliki keinginan yang kuat untuk menyusui, khususnya di enam bulan pertama kehidupan si jabang bayi.

Memang, menyusui bukanlah perkara mudah. Di samping banyak problema yang datang silih berganti, sang ibu juga dituntut untuk terus memberikan ASI yang berkualitas tinggi. Hal ini dilakukan agar kebutuhan gizi si Kecil terus terpenuhi, sehingga tumbuh kembangnya berlangsung optimal.

ASI berkualitas

ASI memiliki variasi dalam hal karakteristik fisiknya. Ini berarti setiap ibu akan memiliki warna, rasa, maupun aroma ASI yang berbeda satu sama lain. Bahkan, ASI yang diproduksi oleh seorang ibu juga bisa memiliki perbedaan tersebut, apalagi bila sudah melalui proses penyimpanan selama beberapa hari.

Anda tak perlu khawatir akan perbedaan tersebut. Selama ASI memiliki ciri-ciri berikut ini, Anda tak perlu ragu untuk memberikannya pada si Kecil.

  • Warna ASI

Warna ASI cenderung putih atau kekuningan, tergantung komposisi foremilk dan hindmilk di dalamnya. Semakin tinggi kandungan foremilk (ASI yang keluar di awal sesi menyusui), warna ASI akan semakin putih dan lebih encer. Sebaliknya, semakin banyak hindmilk (ASI yang tinggi kandungan lemak), semakin kuning pula warnanya.

  • Rasa dan aroma ASI

Rasa dan aroma ASI segar dapat bervariasi dari satu ibu ke ibu lainnya. Makanan dan obat-obatan tertentu yang dikonsumsi ibu dapat memengaruhi kedua karakter khas tersebut.

Sementara itu, ASI yang disimpan hingga beku dan dicairkan kembali akan memberikan aroma seperti sabun. Hal ini bisa terjadi, khususnya pada ibu dengan ASI yang memiliki kadar enzim lipase tinggi. Tidak perlu khawatir, ASI ini aman diberikan dan kandungan gizinya tetap tinggi.

1 dari 2 halaman

ASI basi, bagaimana ciri-cirinya?

Menyimpan ASI memang tak ada salahnya. Akan tetapi, bila batas waktu, metode penyimpanan dan pengolahan tidak terjaga dengan baik, ASI dapat basi dan gizinya akan hilang sama sekali. ASI yang seperti ini tidak boleh diberikan pada bayi, karena dapat membahayakan kesehatannya.

Atas dasar itu, mengetahui ciri dan tanda ASI basi adalah hal yang sangat penting bagi para orang tua. Lantas, apa saja ciri dan tanda ASI basi yang dimaksud?

  • Bentuknya bergumpal

Saat disimpan di lemari pendingin, tampilan ASI akan tampak terpecah menjadi dua bagian: atas dan bawah. Bagian atas kaya akan lemak dan lebih kental, sementar bagian bawah relatif lebih encer.

Pada ASI yang masih layak konsumsi, kedua bagian itu tetap bisa menyatu ketika ASI dicairkan dan kemudian dihangatkan. Sedangkan pada ASI basi, kedua bagian tersebut akan tetap terpisah dan membetuk gumpalan-gumpalan yang tidak bisa dilarutkan meskipun sudah diaduk menggunakan sendok.

  • Aroma dan rasa menjadi asam

Sebagian ibu mungkin mengeluhkan adanya perubahan aroma dan rasa ASI setelah disimpan di lemari pendingin. Namun, perubahan aroma tersebut umumnya masih dapat ditolelir.

ASI yang masih layak konsumsi tidak akan mengeluarkan aroma dan rasa yang asam.  Sebaliknya, pada ASI basi yang tidak layak dikonsumsi, aroma dan rasanya akan terlihat asam akibat adanya kontaminasi bakteri berbahaya.

Selain memperhatikan hal di atas, Anda juga sebaiknya tidak menyimpan ASI terlalu lama. Sekalipun tidak terindikasi basi, ASI yang disimpan terlalu lama akan mengalami pengurangan nilai gizi sehingga manfaat yang diberikannya juga sangat minim.

Ingatlah untuk selalu memperhatikan kualitas ASI yang Anda berikan pada si Kecil. Selalu berikan ASI berkualitas, hindari memberikan ASI basi apa pun alasannya. Anda tak ingin si Kecil mengalami gangguan tumbuh kembang dan masalah kesehatan, bukan?

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar