Sukses

Benarkah Zat Besi Bisa Ringankan Gejala PMS?

Berbagai cara dilakukan oleh wanita untuk meredakan gejala PMS, salah satunya dengan mengonsumsi zat besi. Apakah cara ini efektif?

Klikdokter.com, Jakarta Sindrom pramenstruasi, atau PMS, dapat tergolong ringan hingga berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu cara yang dipercaya dapat meredakan gejalanya adalah dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi. Namun, apakah benar ini efektif?

Sebuah penelitian di University of Massachusetts menemukan bahwa kelompok wanita yang mengonsumsi makanan kaya zat besi 40% lebih sedikit mengalami PMS dibanding kelompok wanita yang mengonsumsi zat besi dalam jumlah sedikit.

Lebih lanjut, dipercaya bahwa zat besi yang berasal dari sumber makanan nabati secara spesifik menurunkan risiko mengalami PMS. Sedangkan zat besi yang berasal dari sumber makanan hewani, seperti daging merah, tidak memiliki efek yang serupa.

1 dari 3 halaman

Zat besi dan zink untuk PMS

Zat besi merupakan salah satu mineral yang berperan dalam berbagai proses metabolisme di dalam tubuh. Zat ini dapat meredakan gejala PMS karena dipercaya dapat meningkatkan produksi zat kimia di otak bernama serotonin. Serotonin dihubungkan dengan gejala-gejala PMS.

Selain itu, mengonsumsi zat besi lebih banyak juga dapat mencegah anemia atau kekurangan sel darah merah. Keluarnya darah saat menstruasi bukan tidak mungkin menyebabkan anemia, apalagi bila volume darah banyak dan durasi menstruasi berkepanjangan.

Meski demikian, asupan zat besi dalam jumlah banyak juga dapat menimbulkan masalah kesehatan. Batasan maksimal zat besi yang diperbolehkan untuk dikonsumsi wanita dalam sehari adalah 45 mg. Jika memang Anda ingin mengonsumsi zat besi untuk meredakan gejala PMS, apalagi menggunakan suplemen khusus, pastikan dalam pengawasan dokter.

Mineral lain yang dipercaya punya pengaruh penting untuk kesehatan menstruasi, termasuk PMS, adalah zink. Konsumsi zink untuk wanita dibatasi maksimal 40 mg per hari. Sementara itu, terlalu banyak asupan kalium justru dapat meningkatkan risiko PMS. Kalium dianggap berpengaruh dalam mekanisme regulasi keseimbangan cairan di dalam tubuh. Dengan begitu, kalium dapat berdampak pada gejala PMS, seperti kaki bengkak.

2 dari 3 halaman

Tips redakan PMS

Pada dasarnya, munculnya gejala PMS dipengaruhi oleh berbagai faktor, tak hanya dikarenakan keseimbangan kadar mineral di dalam tubuh wanita. Oleh sebab itu, sangat penting bagi Anda untuk menjaga asupan nutrisi yang seimbang demi mencegah maupun mengurangi gejala PMS. Anda dapat mencoba beberapa tips berikut:

  • Konsumsi makanan rendah lemak dan garam, serta tinggi protein, vitamin dan mineral.
  • Perbanyak sayur dan buah, serta makanan tinggi serat.
  • Hindari makanan manis, kafein, dan alkohol.
  • Beberapa vitamin, seperti vitamin E dan vitamin B6, dipercaya dapat mengurangi gejala-gejala PMS. Vitamin E untuk mengurangi nyeri payudara, kelelahan, dan insomnia. Sementara, vitamin B6 dapat mengurangi kelelahan, mudah tersinggung, dan mood yang labil.
  • Olahraga secara rutin 3-5 kali dalam seminggu, minimal selama 30 menit setiap kali olahraga.
  • Cukupi waktu istirahat dan tidur 7-8 jam per hari.
  • Atasi stres.
  • Berhenti merokok.
  • Terapi relaksasi (misalnya, aromaterapi dan meditasi)

PMS mungkin bisa menjadi hal yang paling menjengkelkan yang harus Anda lalui hampir setiap bulan. Namun, ada segudang cara untuk menyiasati keluhan tersebut, mulai dari konsumsi makanan bergizi (salah satunya dengan mencukupi asupan zat besi) hingga mengelola stres. Jika Anda memiliki masalah terkait gejala-gejala yang timbul saat PMS, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.

[RS/ RVS]

1 Komentar