Sukses

Bayi Anda Tiba-Tiba Panas Tinggi, Mungkinkah Roseola?

Anda patut curiga anak mengalami roseola jika ia tiba-tiba mengalami panas tinggi. Apa itu roseola?

Klikdokter.com, Jakarta Kemarin malam bayi Anda sehat-sehat saja. Tapi esok paginya tiba-tiba mengalami panas tinggi. Lalu ketika demam berlalu, malah timbul ruam merah di lehernya. Jika itu yang terjadi, mungkin si Kecil mengidap roseola.

Roseola merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini sering terjadi dan umumnya menyerang anak berusia antara 6 bulan hingga 2 tahun. Anak yang lebih tua dan dewasa juga dapat terkena tetapi jarang, karena kebanyakan anak terjangkit virus ini sebelum usia masuk sekolah.

Infeksi penyakit ini menyebar ketika anak dengan roseola berbicara, bersin, atau batuk, mengeluarkan droplet (partikel) kecil ke udara dimana orang lain akan menghirupnya.

Droplet tersebut juga dapat mendarat ke suatu permukaan. Jika anak lain menyentuh permukaan tersebut kemudian memegang hidung atau mulut, mereka akan dapat terinfeksi. Selain itu, roseola dapat menyebar saat penderita dalam kondisi demam, tapi tidak akan menyebar ketika ruam mulai muncul.

1 dari 3 halaman

Apa gejala roseola?

Biasanya gejala roseola muncul sekitar 5-15 hari setelah terinfeksi virus ini. Tapi ada kemungkinan juga untuk tidak memiliki tanda dan gejala yang terlalu kentara.

Ciri khas roseola adalah demam tinggi selama 3-5 hari, yang diikuti dengan munculnya bercak ruam saat demam hilang. Kebanyakan anak akan mengalami gangguan saluran napas atas ringan terlebih dahulu sebelum diikuti dengan demam tinggi (sering di atas 39.5 C) hingga kurang lebih 1 minggu.

Selama periode ini, anak mungkin menjadi rewel, nafsu makan berkurang, dan mungkin terjadi pembengkakan kelenjar getah bening pada leher.Gejala lain yang dapat ditemui adalah diare ringan dan kelopak mata yang bengkak.

Demam tinggi sering berhenti secara tiba-tiba dan pada saat yang sama mulai muncul ruam merah jambu kemerahan. Bercak ruam akan memutih bila ditekan dan ruam ini bisa menyebar ke leher, wajah, lengan dan tungkai. Sifat ruam tidak menyebabkan gatal atau nyeri dan biasanya dapat hilang dalam hitungan jam sampai 2 hari.

Selain itu, peningkatan demam yang drastis dapat menyebabkan timbulnya kejang demam (kejang yang disebabkan oleh demam tinggi) pada sekitar 10-15% anak yang menderita roseola.

Tanda dan gejala kejang demam meliputi penurunan kesadaran, sentakan atau kedutan pada lengan, tungkai ataupun wajah sekitar 2-3 menit, serta dapat terjadi kehilangan kendali pada kandung kemih atau usus besar.

2 dari 3 halaman

Bagaimana cara menangani roseola?

Diagnosis dari roseola biasanya sulit ditegakkan sampai ketika demam turun dan muncul bercak ruam. Karena itu, dokter biasanya akan menganjurkan untuk dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu guna memastikan bahwa demam yang diderita bukan disebabkan oleh infeksi lainnya.

Roseola tergolong penyakit yang ringan sehingga biasanya tidak membutuhkan terapi khusus. Saat dibutuhkan, kebanyakan terapi bertujuan untuk menurunkan demam yang tinggi.

Terapi roseola meliputi tirah baring (bed rest), minum cairan yang cukup dan pengobatan untuk menurunkan demam. Pemberian cairan dapat berupa cairan jernih maupun cairan elektrolit untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Pemberian ASI dan susu formula juga dapat menjadi pilihan.

Pilihan obat demam yang dapat diberikan adalah acetaminophen atau ibuprofen. Jangan memberi aspirin kepada anak yang menderita penyakit virus karena berkaitan dengan sindrom Reye yang memicu gagal hati dan mengancam nyawa. Antibiotik tidak dibutuhkan untuk mengobati roseola karena bukan disebabkan oleh bakteri.

Terkadang dokter dapat meresepkan obat antivirus pada beberapa anak yang diduga memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. Ini bertujuan untuk mencegah virus bereplikasi.

Bagaimana mencegah roseola?

Belum ada cara pasti untuk mencegah penyakit ini, karena belum vaksinasi atau imunisasinya. Hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penyebaran roseola adalah dengan menghindari anak berkontak dengan anak yang telah terinfeksi. Jika anak Anda sedang roseola, jagalah anak tetap di rumah dan jauhkan dari anak-anak lainnya sampai demam menurun.

Pastikan juga Anda sekeluarga sering mencuci tangan. Kebiasaan ini merupakan cara terbaik untuk mengurangi kemungkinan penyebaran infeksi virus ini sehingga turut menurunkan risiko penyakit. Dengan langkah-langkah pencegahan ini, diharapkan bayi Anda tidak terkena panas tinggi yang kemudian berujung pada roseola.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar