Sukses

Sakit Perut Setelah Makan Sambal, Ini Penjelasannya

Banyak orang mengeluh sakit perut setelah makan makanan pedas. Ketahui penyebab dan cara menghilangkan perut sakit setelah makan pedas di sini.

Sebagian besar orang tidak bisa makan tanpa sambal. Rasa sambal yang pedas dan nikmat selalu berhasil menggugah selera makan. Meskipun nikmat, Anda tetap harus berhati-hati, karena kebanyakan makan makanan pedas bisa bikin sakit perut. 

Kondisi sakit perut ini bisa menghambat pekerjaan serta aktivitas lainnya. Untuk tahu apa penyebab perut sakit setelah makan pedas dan bagaimana cara mengatasinya, simak ulasan berikut ini.   

1 dari 3 halaman

Penyebab Perut Sakit Setelah Makan Sambal Pedas

Kendati dapat menambah kenikmatan di lidah, sambal adalah salah satu “musuh utama” bagi mereka yang tidak biasa mengonsumsi makanan pedas. Sambal yang rasanya pedas juga pantang dikonsumsi oleh orang dengan kondisi maag dan ulkus peptikum (luka di lambung atau usus).

Terlalu banyak mengonsumsi sambal, apalagi yang terlalu pedas, juga dapat mengganggu pencernaan Anda. Gejala yang dapat terjadi adalah nyeri atau kram perut, rasa perih, mag, perut melilit, kembung, begah, sering buang angin, hingga diare.

Menurut para ahli, kapsaisin adalah zat di dalam sambal yang dapat menimbulkan gejala gangguan pencernaan. Ketika kapsaisin bersentuhan dengan mukosa lambung atau lapisan usus, zat ini akan menempel di reseptor nyeri. Saat menempel, reseptor akan memberi sinyal ke otak sehingga timbul sensasi nyeri atau terbakar.

Artikel Lainnya: Mengungkap Baik Buruk Sambal untuk Kesehatan Tubuh

Sakit perut setelah makan makanan pedas juga bisa memicu peningkatan produksi asam lambung. Akibatnya, muncul masalah pencernaan, seperti perut nyeri, kembung, dan diare.

Selain itu, kandungan di dalam sambal dapat mengiritasi mukosa lambung dan usus sehingga menyebabkan peradangan. Dampaknya, timbul berbagai masalah pencernaan seperti yang telah disebutkan di atas.

Tak hanya menyebabkan rasa panas terbakar di mukosa saluran cerna, efek kapsaisin juga bisa dirasakan bagian anus. 

Karena itu, setiap Anda mengonsumsi sambal, apalagi yang terlalu pedas, dapat timbul sensasi panas terbakar di perut hingga ke anus saat buang air besar.

Artikel Lainnya: Makanan Pedas Dapat Menyebabkan Usus Buntu, Benarkah?

2 dari 3 halaman

Cara Menghilangkan Sakit Perut karena Makan Pedas

Cara yang paling aman untuk menghindari sakit perut adalah menghindari pemicunya, yaitu makanan pedas dan juga sambal. Akan tetapi, hal ini sulit dilakukan, terutama bagi pencinta makanan pedas. 

Jika sulit menghindarinya, berikut beberapa cara untuk menghilangkan sensasi perut sakit setelah makan pedas:

  1. Minum Susu

Setelah makan makanan pedas, Anda bisa mengonsumsi susu atau yogurt. Minuman ini mengandung zat yang dapat menetralkan zat kapsaisin.

  1. Konsumsi Sesuatu yang Manis

Saat sedang kepedasan, Anda bisa mengonsumsi sesuatu yang manis seperti gula atau madu. Gula dan madu bisa menyerap sensasi panas di lidah akibat kepedasan.

  1. Minum Obat

Usai makan makan pedas, segera konsumsi obat mag atau obat enzim pencernaan guna mencegah timbulnya masalah pencernaan. 

  1. Minum Jahe

Jika tidak memiliki obat, konsumsilah jahe hangat untuk membantu mengatasi masalah pencernaan setelah mengonsumsi makanan pedas.

  1. Minum Teh 

Anda bisa konsumsi teh peppermint atau teh chamomile untuk meredakan peradangan sehabis makan makan pedas. 

  1. Cara Lainnya

Anda juga bisa memberikan kompres hangat di bagian perut untuk membuat otot relaks sehingga dapat meredakan rasa sakit atau panas di perut. 

Artikel Lainnya: 10 Manfaat Sambal bagi Kesehatan Jika Suka Makanan Pedas

Jadi, sudah tahu kan, apa yang membuat perut sakit setelah makan pedas? Oleh karena itu, konsumsilah sambal dengan bijak agar Anda tidak mengalami gangguan pencernaan. 

Untuk Anda yang belum terbiasa makan sambal terlalu pedas, harap lebih waspada sebelum makan. Cobalah sambal dalam jumlah sedikit terlebih dahulu, dan letakkan di ujung lidah untuk menentukan apakah derajat kepedasannya dapat ditoleransi oleh perut Anda.

Gangguan pencernaan seperti mengalami muntah yang berkepanjangan atau diare terus menerus berisiko mengalami dehidrasi. Segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat agar kondisi dehidrasi bisa dicegah.

Bila ingin tahu lebih banyak mengenai informasi kesehatan lainnya, baca terus artikel di aplikasi Klikdokter. Anda juga bisa konsultasi langsung dengan dokter melalui fitur Live Chat

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar