Sukses

Jika Kurang Tidur PM Mahathir Mohamad Rentan Alami Kondisi Ini

Padatnya tugas kenegaraan membuat Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad jadi kurang tidur. Apa akibatnya kondisi ini pada kesehatan?

Klikdokter.com, Jakarta Sebagai Perdana Menteri Malaysia yang baru saja diangkat, Mahathir Mohamad kini jelas disibukkan dengan aktivitas-aktivitas baru. Menjadi orang nomor satu di Negeri Jiran tersebut mengharuskannya untuk selalu siaga dalam menghadapi berbagai isu penting dan melakukan tugas kenegaraan. Hal ini kerap membuatnya kekurangan waktu tidur.

Dilansir Straitstimes.com, istri Mahathir, Siti Hasmah, makin khawatir dengan kesehatan suaminya. "Saya khawatir dengan kesehatannya karena dia tidak memiliki cukup tidur. Waktu tidurnya digunakan untuk melakukan tugas pengecekan dokumen negara," demikian pernyataan Siti yang diunggah dalam laman media sosial Facebook Kelab Che Det.

Siti menceritakan sebuah contoh pada suatu malam. Saat dia melihat suaminya memeriksa 200 dokumen sampai jam 4 subuh. Lalu 3 jam kemudian, tepatnya pukul 7 pagi, Mahathir sudah berada di kantor.

Unggahan di Facebook tersebut mendapat banyak respons dari para pendukung Mahathir yang juga mengkhawatirkan kesehatannya. Perlu diketahui bahwa Mahathir adalah perdana menteri tertua di dunia pada usia 92 tahun.

Sangat wajar jika Siti cemas dengan kondisi kesehatan suaminya. Tentu Anda sudah tahu bahwa saat seseorang kurang tidur, ada beragam penyakit dan gangguan kesehatan yang akan mengintai dirinya. Catat dan pahami fakta medisnya di bawah ini.

Gangguan kesehatan akibat kurang tidur

The National Sleep Foundation mengatakan bahwa orang dewasa sebaiknya tidur antara 7 hingga 9 jam dalam satu hari. Menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, tidur sangat berpengaruh terhadap kelangsungan tubuh manusia. Tak heran bila sejumlah gangguan kesehatan dapat mengincar seseorang yang kurang tidur.

Apa saja yang dapat terjadi jika waktu tidur minim dalam sehari? Berikut penjelasan dari dr. Theresia:

1. Depresi

Hubungan antara tidur dengan depresi cukup kompleks karena dapat menyebabkan depresi. Sebaliknya juga, depresi dapat menyebabkan kurangnya tidur, tetapi penelitian berpendapat bahwa risiko munculnya depresi meningkat dengan kurangnya tidur.

2. Berat badan bertambah

Tidur berhubungan langsung dengan produksi tiga hormon yang mengontrol rasa lapar, yaitu kortisol, yang dapat membuat seseorang menjadi gemuk, memengaruhi level glukosa, dan menimbulkan gangguan emosi. Hormon lainnya adalah ghrelin dan leptin yang berpengaruh langsung terhadap rasa lapar.

3. Daya tahan tubuh berkurang

Penelitian yang dilakukan di JAMA Internal Medicine terhadap 300 orang pengidap flu, menemukan bahwa mereka yang tidur kurang dari 7,5 jam memiliki risiko untuk terkena flu. Saat imunitas tubuh melemah, tak cuma flu yang dapat menyerang. Beragam virus dan penyakit bisa dengan mudah menjangkiti tubuh Anda karena kekebalan yang tipis.

Sejumlah pekerja dengan aktivitas yang ekstra terkadang mengabaikan porsi jam tidur ideal sebanyak 7–9 jam. Berdasarkan data, hampir sepertiga dari seluruh pekerja tidur kurang dari 6 jam sehari.

“Memang di jadwal yang cukup sibuk, sulit untuk menentukan waktu untuk tidur. Bahkan terkadang sulit sekali untuk tidur 7–9 jam dalam sehari. Karena itu bila memang Anda kurang tidur, jaga daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi serta olahraga,” kata dr. Theresia.

Ketiga gangguan kesehatan di atas, bisa mengincar Perdana Menteri Mahathir Mohamad jika kurang tidur. Hal yang sama juga berlaku untuk Anda. Karena itu, aturlah jam tidur Anda dengan sebaik mungkin, serta terapkan pola hidup sehat agar terhindar dari berbagai macam penyakit.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar