Sukses

Makanan Dihinggapi Lalat, Masih Amankah Dimakan?

Masih layakkah makanan yang sudah dihinggapi lalat untuk dikonsumsi?r

Klikdokter.com, Jakarta Cobalah pikir-pikir lagi sebelum memutuskan untuk memakan makanan yang sudah dihinggapi lalat. Pasalnya, sebuah studi mengungkap bahwa lalat membawa bakteri yang lebih berbahaya daripada yang Anda bayangkan. Dilansir Telegraph, peneliti dari Penn State Elberly College di Amerika Serikat menemukan bahwa lalat dapat memuntahkan salmonela, E. coli, dan bakteri pada makanan.

Lalat rumah (housefly), spesies yang banyak tersebar di seluruh penjuru dunia, ditemukan memiliki 351 jenis bakteri. Sementara lalat hijau (blowfly) yang banyak dijumpai di iklim hangat, membawa 316 bakteri. Peneliti menjelaskan, lalat mengambil bakteri-bakteri tersebut dari feses dan bahan organik yang membusuk.

Lalat di area urban diketahui membawa lebih banyak bakteri daripada di daerah pedesaan. Atas alasan ini, para peneliti menganjurkan orang untuk tidak makan di taman-taman kota. Misalnya, saat piknik.

Lalu, penyakit apa yang dapat timbul dari mengonsumsi makanan yang telah dihinggapi lalat? Tidak sesederhana itu. Menurut laporan Reader’s Digest, satu lalat saja pada makanan tidak menjadi jaminan Anda akan langsung terkena penyakit. Karena bergantung pada seberapa banyak kuman yang dibawa lalat, berapa lama lalat bertengger di makanan tersebut, dan seberapa kuat sistem kekebalan tubuh Anda.

Akan tetapi, jika lalat membawa bakteri berbahaya dan bakteri tersebut sempat berkembang di makanan Anda, hal inilah yang patut diwaspadai.

“Misalnya, kalau lalat tersebut bertengger di makanan Anda setelah bermain-main di tempat sampah. Mungkin Anda terdistraksi atau tidak melihat lalat tersebut. Pada kasus seperti ini, Anda dapat terkena infeksi dari salmonela atau E. coli,” kata William Kern, seorang entomologis dari Universitas Florida, kepada Tonic Vice. “Dan mungkin Anda akan terkena diare atau sakit perut setelahnya.”

Hanya diare atau sakit perut? Jangan salah. Di negara-negara tanpa sistem pipa atau sanitasi yang baik, lalat dapat menularkan penyakit mematikan seperti kolera, fibriosis, atau disentri.

Haruskah langsung dibuang?

Apakah harus segera membuang makanan yang telah dihinggapi lalat? Jawabannya tergantung. Sebenarnya jika lalat tersebut hanya melakukan kunjungan singkat alias hanya sekali dan dalam sepersekian detik, tidak akan memicu reaksi berantai yang menyebabkan penyakit untuk rata-rata orang sehat.

Lain persoalannya jika makanan tersebut sudah dikerubungi lalat dalam waktu yang lama, misalnya selama beberapa menit, maka Anda harus membuangnya. Pada saat seperti ini, bisa saja lalat telah memuntahkan sesuatu atau bakteri ke makanan Anda. Karena makin lama lalat bertengger di makanan, makin besar kemungkinan patogen yang ditinggalkan oleh lalat untuk tumbuh dan berkembang biak pada makanan.

Agar lalat tidak mengerubungi makanan Anda seenaknya, sebelumnya periksa apakah rumah dan lingkungan Anda sudah terjaga higienitasnya. Berikut tips agar rumah Anda terbebas dari lalat pembawa kuman dan penyakit:

  • Jagalah dapur dalam keadaan bersih.
  • Segera bersihkan makanan setelah makan.
  • Tutup pintu dan jendela saat memasak.
  • Jika pintu harus dibuka tutup selama persiapan masak/makan, pasang kipas angin untuk menghalau lalat karena serangga ini benci angin.
  • Tutup rapat tempat sampah dengan baik.
  • Bersihkan tempat sampah secara berkala.
  • Pastikan makanan di meja makan dilindungi dengan tudung saji.

Waspadalah dengan kehadiran lalat pada makanan Anda. Serangga ini dapat membawa hingga ratusan bakteri yang mungkin berbahaya bagi kesehatan. Untuk amannya, segera buang makanan yang sudah dihinggapi lalat, terutama jika mereka bertengger dalam waktu yang lama.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar