Sukses

Bahaya Hipertensi Gestasional Saat Hamil

Terjadinya hipertensi gestasional selama kehamilan dapat membahayakan ibu dan janin. Ini fakta yang perlu Anda tahu.

Hipertensi gestasional adalah tekanan darah tinggi yang terjadi saat hamil. Seseorang bisa dikatakan mengalami kondisi ini apabila terdapat kenaikan tekanan darah (sistolik ≥ 140 mmHg dan/atau diastolik ≥ 90 mmHg) setelah dilakukan dua kali pengukuran berjarak 6 jam, pada saat usia kehamilan memasuki 20 minggu.

Meskipun tekanan darah dapat kembali normal setelah melahirkan, hipertensi gestasional pada ibu hamil tidak bisa disepelekan. Pasalnya, kondisi ini dapat berbahaya bagi ibu hamil maupun janin.

Penyebab hipertensi gestasional belum diketahui pasti, tetapi diduga berhubungan dengan hambatan aliran darah akibat penempelan plasenta sebagai penghubung darah ibu dan janin.

1 dari 4 halaman

Bahaya Hipertensi Gestasional pada Ibu Hamil

Gejala yang ditimbulkan sering kali tidak tampak, tetapi ada berbagai bahaya jika hipertensi gestasional terjadi saat hamil. Berikut di antaranya:

1. Menyebabkan Preeklampsia

Kondisi hipertensi gestasional dapat berlanjut pada preeklampsia. Menurut penelitian, sebanyak 35 persen ibu hamil yang mengalami hipertensi gestasional mengalami preeklampsia.

Preeklampsia merupakan kondisi yang dapat menimbulkan masalah serius dan mengancam jiwa ibu maupun janin karena adanya kegagalan organ. Gejalanya dapat berupa kaki bengkak, sesak, buta, dan lainnya. 

2. Mengalami Hipertensi Kronis

Hipertensi gestasional pada ibu hamil dapat berkembang menjadi hipertensi kronis, yaitu hipertensi yang tetap bertahan walaupun sudah melahirkan. Kondisi ini tentu dapat membahayakan ibu hamil.

Pasalnya, hipertensi kronis dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit tidak menular, seperti serangan jantung dan stroke.

Artikel Lainnya: Preeklamsia Bikin Ibu Hamil Rentan Kena Penyakit Jantung

3. Aliran Darah Tidak Lancar

Aliran darah menjadi tidak lancar merupakan salah satu bahaya hipertensi pada kehamilan. Berbagai organ seperti hati, ginjal, otak, rahim, hingga plasenta yang tidak mendapat asupan darah akibat hipertensi gestasional akan menyebabkan kerusakan.

4. Pertumbuhan Janin Terhambat

Plasenta merupakan organ yang menghubungkan aliran darah ibu dan janin. Ketidaklancaran aliran darah menuju plasenta pada hipertensi gestasional dapat mengakibatkan janin tidak mendapat asupan yang cukup, sehingga pertumbuhan janin terhambat. 

5. Kelahiran Prematur

Segala komplikasi yang terjadi akibat hipertensi gestasional pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur. Ini merupakan ancaman berbahaya bagi janin maupun ibu. Kehamilan harus diterminasi sekalipun usia janin prematur.

Artikel Lainnya: Waspada, Sleep Apnea Bisa Pengaruhi Kehamilan

6. Kematian Janin dalam Kandungan

Bahaya hipertensi saat hamil berikutnya adalah kematian janin. Ini bisa disebabkan oleh hambatan yang terjadi pada aliran darah saat ibu hamil mengalami hipertensi gestasional.

Hambatan aliran darah dapat menyebabkan janin kekurangan asupan darah. Jika kondisi ini terjadi dalam waktu yang lama, bayi bisa mengalami kematian di dalam kandungan.

7. Plasenta Terlepas

Bahaya hipertensi pada kehamilan adalah plasenta yang terlepas dari rahim atau disebut abruptio plasenta. Jika plasenta sampai terlepas, maka jiwa ibu dan janin akan terancam.

2 dari 4 halaman

Siapa yang Berisiko Terkena Hipertensi Gestasional?

Setelah mengetahui bahaya hipertensi gestasional saat hamil, Anda perlu tahu beberapa faktor yang dapat meningkatkan seseorang mengalami kondisi ini.

Faktor risiko hipertensi gestasional adalah sebagai berikut:

  • Saat ini sedang hamil pertama kali.
  • Memiliki ibu atau saudara perempuan dengan hipertensi gestasional.
  • Memiliki masalah tekanan darah tinggi pada kehamilan sebelumnya.
  • Kehamilan kembar.
  • Usia ibu hamil kurang dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun.
  • Pernah memiliki tekanan darah tinggi atau penyakit ginjal sebelum kehamilan.

Artikel Lainnya: Amankah Kolesterol Tinggi pada Ibu Hamil?

3 dari 4 halaman

Kiat Cegah Hipertensi Gestasional

Meskipun penyebabnya masih belum diketahui secara pasti, ada beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk mencegah hipertensi gestasional pada ibu hamil, yaitu: 

  • Menghindari asupan garam berlebih, terutama dalam makanan yang dikonsumsi.
  • Minum banyak air, minimal 2 liter atau 8 gelas per hari.
  • Meningkatkan konsumsi protein sehari-hari, serta mengurangi konsumsi makanan yang digoreng dan makanan cepat saji.
  • Beristirahat secara cukup selama kehamilan.
  • Berolahraga secara teratur selama kehamilan.
  • Mengangkat kaki beberapa kali dalam sehari. Anda bisa mencoba mengganjal kaki dengan bantal saat sedang berbaring atau beristirahat.
  • Menghindari konsumsi alkohol.
  • Membatasi konsumsi minuman yang mengandung kafein.

Jika saat ini Anda sedang hamil dan memiliki risiko hipertensi gestasional, perhatikan selalu kondisi Anda, mengingat bahaya yang dapat mengancam kesehatan Anda maupun janin.

Selain kiat di atas, untuk mencegah kondisi ini juga dapat dilakukan dengan kontrol kehamilan secara rutin. Dengan mengenali hipertensi gestasional secara dini, komplikasi yang mungkin terjadi dapat dicegah. Semoga bermanfaat!

[WA] 

0 Komentar

Belum ada komentar