Sukses

Miras Oplosan Renggut Korban Lagi!

Miras oplosan kembali merenggut nyawa sejumlah warga di Provinsi Jawa Barat. Apa saja bahaya dari miras oplosan ini?

Klikdokter.com, Jakarta Kabar terkait minuman keras alias miras oplosan kembali mencuat ke permukaan. Minuman mematikan ini dikabarkan telah merenggut puluhan nyawa masyarakat yang tersebar di wilayah Provinsi Jawa Barat meliputi Kota Bandung, Kecamatan Cicalengka, hingga Palabuhanratu.

Melansir dari laman Liputan6.com, di Cicalengka sendiri korban miras oplosan sudah mencapai 41 orang terhitung per Selasa pagi (10/4). Sementara itu, kasus pelaporannya sendiri melebihi angka tersebut.

"Meninggal 41 orang, sedangkan ada 129 kasus yang sudah melaporkan," kata Kepala Dinkes Kabupaten Bandung, Achmad Kustijadi, saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (10/4).

Berdasarkan catatannya, korban meninggal terbanyak dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cicalengka. Dari 89 pasien, 31 di antaranya meninggal dunia. Sementara itu di RSUD Majalaya tercatat 26 pasien dirawat dan tiga orang meninggal dunia. Begitu juga di RS AMC Cileunyi, sebanyak 14 pasien dirawat dan tujuh orang meninggal dunia.

Kepolisian Resor Bandung masih menyelidiki lebih lanjut penyebab akibat mengonsumsi miras oplosan di kecamatan Cicalengka. Upaya ini dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi, berikut menutup tempat menjual minuman tersebut.

Berdasarkan pemaparan Achmad Kustijadi, miras oplosan memiliki dampak yang berbahaya bagi tubuh. Berdasarkan uji lab, minuman tersebut mengandung metanol yang dapat merusak metabolisme tubuh, terutama jika persentasenya melebihi batas. Tanda-tandanya mulai dari pusing, mual dan pandangan kabur seperti yang dikeluhkan pasien.

“Minuman alkohol ilegal, terutama yang berbahan metanol, bisa menyebabkan kerusakan pada hati, ginjal, dan lambung. Kalau lebih dari 30 jam, bisa masuk ke fungsi tubuh dan timbul metabolik antidosis. Cara penanganannya adalah dengan pembersihan lambung," ujarnya.

1 dari 2 halaman

Dampak buruk miras oplosan bagi kesehatan

Berdasarkan penjelasan dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, kandungan etanol pada miras oplosan justru sangat rendah, namun metanolnya sangat tinggi, bahkan bisa melebihi 50 persen. Perlu diketahui, metanol dan etanol mempunyai bau dan bentuk cairan yang sama.  Oleh karena itu, orang yang sudah kecanduan alkohol namun memiliki dana yang terbatas, kebanyakan memilih menggunakan metanol karena harganya jauh lebih murah.

Dilihat dari aspek bahayanya terhadap kesehatan, metanol jauh lebih berbahaya daripada etanol. Efek kesehatan yang bisa ditimbulkan oleh metanol adalah multiple organ failure (kegagalan organ-organ) yang melalui empat fase toksik sebagai berikut:

  • Fase pertama: terjadi penekanan sistem saraf pusat yang timbul dalam waktu 30 menit sampai 2 jam pertama. Gejala yang muncul antara lain: peningkatan kerja jantung, mual, muntah, vertigo, rasa kantuk, gastritis, diare, dan sakit punggung.
  • Fase kedua: fase laten mengikuti depresi sistem saraf pusat.
  • Fase ketiga: terjadi asidosis metabolik berat.
  • Fase keempat: toksisitas pada mata, diikuti dengan kebutaan, kejang, gagal ginjal akut disertai mioglobulinuria (terdeteksinya protein serat otot atau mioglobin dalam urine) dan hematuria (darah di dalam urine), koma, dan bisa berujung pada kematian.

Berdasarkan kondisi di atas, dapat disimpulkan bahwa metanol bukanlah merupakan jenis alkohol untuk dikonsumsi. Metanol umum digunakan untuk bahan bakar ataupun pelarut bahan bangunan seperti cat, cairan pembersih, dan lain-lain. Dengan kata lain, metanol merupakan bahan kimia yang sangat beracun bagi manusia. Konsumsi sebesar 10 ml saja sudah bisa menyebabkan kerusakan saraf mata. Bayangkan jika dikonsumsi dalam dosis tinggi.

Menangani keracunan miras oplosan

Jika Anda mendapati seseorang di sekitar Anda mengalami keracunan miras oplosan, dr. Vita menyarankan untuk memberikan pertolongan pertama yang tepat. Tindakan pertama adalah dengan menjaga jalan napas korban agar tidak terhambat, sehingga kebutuhan oksigen dalam tubuh terpenuhi.

Langkah kedua adalah dengan memberikan korban banyak minum untuk menghindari terjadinya dehidrasi sekaligus mengurangi kadar racun dalam tubuh. Setelah itu, segera hubungi pihak gawat darurat agar korban bisa mendapatkan perawatan medis lebih menyeluruh.

Kasus jatuhnya puluhan korban jiwa akibat minum miras oplosan perlu perhatian khusus. Baik pemerintah setempat maupun masyarakat harus bekerja sama untuk mencegah bertambahnya jumlah korban. Waspadalah terhadap miras oplosan karena kandungan dalam minum tersebut dapat berakibat fatal terhadap kesehatan, bahkan nyawa Anda.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar