Sukses

Kena Jebakan April Mop? Redam Emosi dengan Cara Ini

April Mop mungkin menyenangkan untuk si pelempar lelucon, tetapi tidak selalu demikian untuk orang yang dikerjai.

Klikdokter.com, Jakarta Saat April Mop tiba, apakah Anda lebih sering menjadi pelempar jebakan atau justru korban? Jika Anda selalu dikerjai habis-habisan, kami turut prihatin. Tapi, jangan buru-buru emosi, karena humor sesungguhnya baik untuk kesehatan Anda.  

Tertawalah untuk kesehatan!

Tradisi April Mop pastinya sering dimanfaatkan oleh orang-orang jahil. Untuk pelempar trik dan lelucon, boleh-boleh saja jadi ‘badut’ untuk satu hari asalkan tidak berlebihan. Dan untuk yang jadi korban, pilihannya hanya dua: Anda ikut tertawa bersama atau ngambek habis-habisan. Bila memilih yang pertama, Anda punya alasan untuk lebih berbahagia.

Dilansir Time, Dr. Lee Berk, seorang profesor dari Loma Linda University di California, mengatakan bahwa tertawa dapat meredam hormon stres seperti kortisol. Aktivitas ini juga memicu produksi zat kimia dopamin sehingga membantu Anda lebih tenang.

Berdasarkan laporan Mayo Clinic, tertawa memiliki efek jangka pendek yang hebat. Tidak hanya meringankan beban mental, tetapi benar-benar menginduksi perubahan fisik dalam tubuh. Contohnya, tertawa mampu menstimulasi relaksasi otot sehingga dapat mengurangi beberapa gejala fisik dari stres.

Untuk jangka panjangnya, tertawa dapat meningkatkan sistem kekebalan Anda. Pikiran negatif bermanifestasi menjadi reaksi kimia yang dapat memengaruhi tubuh Anda, yakni dengan membawa lebih banyak tekanan ke dalam struktur dan melemahkan imunitas. Sebaliknya, pikiran positif dapat melepaskan neuropeptida yang membantu melawan stres dan penyakit-penyakit.

Tak hanya itu, tertawa juga dapat membuat Anda menjadi orang yang lebih tangguh. Mengapa demikian? Dikutip dari NBC News, Dr. Willibald Ruch, pakar humor dari Universitas Zurich di Swiss, mengatakan bahwa orang yang ceria sepertinya lebih tahan terhadap peristiwa negatif, dan lebih mampu menghadapi kesulitan hidup dengan senyuman.

Terlebih lagi, pada orang yang kurang tangguh, stres dapat menghasilkan bahan kimia dalam tubuh yang menyebabkan peradangan. Peradangan kronis dapat memicu berbagai penyakit, seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, radang sendi, kanker, demensia, dan depresi.

Perlukah diambil hati?

Bukan April Mop namanya kalau lelucon dan keisengan-keisengan tidak dimaklumi. Orang dianggap boleh berbohong dan melakukan tipu-menipu pada tanggal 1 April ini. Namun, perlukah diambil hati?

Jawabannya adalah tergantung. Setiap orang memiliki selera humor yang berbeda-beda, serta batasan sendiri mengenai mana humor yang sesuai dan tidak sesuai. Karena itu, gunakanlah penilaian terbaik Anda untuk membedakan mana lelucon yang baik dan mana yang buruk atau menyakitkan.

Sebelum emosi, pikirkan terlebih dulu apakah lelucon tersebut memang benar-benar keterlaluan? Jika merasa lelucon itu menyinggung, Anda harus mempertimbangkan mengapa Anda menganggap lelucon itu ofensif. Mungkinkah Anda menafsirkan lelucon itu dengan terlalu serius atau tidak memahami lelucon dengan benar?

Anda mungkin dapat meminta klarifikasi dari orang tersebut, jika memang bingung dengan leluconnya. Atau, bisa juga dengan memperhatikan bagaimana orang-orang di sekitar Anda bereaksi terhadap lelucon itu. Jika mereka tertawa dan menikmatinya, mungkin akan sedikit mengubah pandangan Anda terhadap lelucon tersebut.

Perhitungkan juga apakah Anda sedang mengalami stres atau kecemasan saat itu? Terkadang, emosi lain bisa mengambil alih sehingga membuat Anda menjadi sulit tertawa. Anda terlalu sibuk dengan masalah Anda sehingga gagal melihat sisi yang lebih ringan.

Bila memang lelucon tersebut sangat buruk atau menyakitkan, dan Anda betul-betul meradang mendengarnya, cobalah untuk tetap tenang. Kemarahan adalah emosi yang normal dan sehat. Namun, ini bisa menjadi masalah jika Anda sulit mengendalikannya.

“Setiap orang memiliki reaksi fisik terhadap kemarahan. Waspadalah terhadap apa yang dikatakan tubuh Anda, dan ambil langkah untuk menenangkan diri,” kata Isabel Clarke, psikolog klinis dan spesialis dalam anger management, dilansir National Health Service UK.

Mengenali tanda-tanda kemarahan adalah hal yang penting. Misalnya, jantung Anda berdetak lebih cepat dan napas lebih cepat. Jika Anda merasakan tanda-tanda ini, keluarlah dari situasi sebelum emosi benar-benar memuncak, saran Isabel.

Berhitung sampai 10 terdengar seperti cara yang klise, tapi ini sebenarnya sangat membantu. Menurut Isabel, menghitung sampai 10 memberi Anda waktu untuk menenangkan diri, sehingga dapat berpikir lebih jernih. Selanjutnya, tariklah napas secara perlahan. Embuskan napas lebih lama dari yang Anda hirup untuk membantu diri lebih tenang.

Anda juga dapat berbicara langsung kepada pelempar lelucon tersebut, jika memang perlu. Terkadang, bersikap jujur akan meringankan perasaan Anda dan membantu meredam emosi. Namun, sebelum benar-benar menghadapi orang tersebut, lepaskan dulu kejengkelan Anda satu per satu.

“Cobalah untuk menyingkirkan segala cara berpikir yang tidak membantu,” ujar Isabel. “Pikiran seperti 'Itu tidak adil,' atau 'Orang seperti itu seharusnya mati saja’ dapat membuat amarah menjadi lebih buruk.” Biarkan pikiran-pikiran ini pergi dan Anda akan lebih mudah untuk tenang.

Bukankah tawa adalah salah satu obat terbaik? Jadi, selama masih lucu dan tidak membahayakan, mari rayakan April Mop ini dengan menciptakan jebakan, ledekan, lelucon kecil dan, tentunya, tertawalah sepuasnya!

[RH]

0 Komentar

Belum ada komentar