Sukses

Trikomoniasis, Penyebab Keputihan Bewarna Hijau

Gejala keputihan saja sudah bikin panik, apalagi keputihan yang berwarna hijau akibat trikomoniasis?! Perlukah khawatir?

Klikdokter.com, Jakarta Ketika melihat bagian dalam celana dalam dan Anda mendapati adanya keputihan berwarna hijau, Anda harus waspada terhadap adanya penyakit trikomoniasis. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), trikomoniasis menempati peringkat pertama dari total kasus penyakit menular seksual tahun 2008. Meski bisa terjadi pada pria, tapi penyakit ini paling sering terjadi pada wanita dengan keluhan utamanya berupa keputihan berwarna hijau dan berbusa.

Keputihan sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan abnormal (patologis). Dikatakan abnormal jika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna menjadi keabuan hingga kehijauan, berbau, serta adanya keluhan penyerta lain seperti rasa gatal dan panas.

Jika Anda memiliki keluhan keputihan bewarna kuning kehijauan, berbusa, disertai bau amis, vagina terasa gatal dan tampak memerah, membengkak disertai nanah yang terlihat seperti bintik-bintik pada dinding vagina (yang juga disebut sebagai strawberry appearance), dan adanya gejala nyeri saat berhubungan seksual, kemungkinan keluhan-keluhan yang Anda alami ini disebabkan oleh parasit protozoa Trichomonas vaginalis, sebagai penyebab penyakit trikomoniasis.

Trikomoniasis rentan terjadi pada wanita muda yang aktif secara seksual, yang penularannya umumnya lewat hubungan intim tanpa pengaman. Selain itu, ada juga beberapa faktor risiko lain bagi seseorang terkena infeksi trikomoniasis seperti:

  • Sering berganti pasangan seksual
  • Adanya riwayat infeksi menular seksual
  • Kontak seksual dengan pasangan yang terinfeksi

Jika yang terkena adalah wanita, selain gejala keputihan berwarna hijau, penderita akan mengalami keluhan tambahan di area saluran kemih, seperti rasa nyeri dan sensasi terbakar saat buang air kecil karena adanya infeksi di saluran kemih.

Karena trikomoniasis termasuk dalam kategori penyakit menular seksual, maka jika Anda memiliki satu atau lebih dari gejala-gejala yang disebutkan di atas, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan fisik lebih lanjut dengan dokter. Selain pemeriksaan fisik, diagnosis trikomoniasis juga harus dipastikan dengan melakukan pemeriksaan sampel cairan vagina di laboratorium, untuk mengetahuinya adanya parasit Trichomonas vaginalis dan kadar pH cairan vagina yang lebih dari 4,5.

Apabila pada pemeriksaan cairan vagina ditemukan adanya parasit Trichomonas vaginalis, maka biasanya dokter akan memberikan terapi antibiotik jenis metronidazole atau tinidazole dengan dosis yang berbeda pada masing-masing orang, dan obat ini harus rutin dikonsumsi sampai tuntas agar hasil pengobatan optimal. Selama melakukan pengobatan, penderita trikomoniasis juga disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual dengan siapa pun sampai pengobatan tuntas dan dinyatakan tubuhnya sudah bebas dari parasit Trichomonas vaginalis.

Bagi pasien yang terbukti menderita trikomoniasis namun tidak melakukan konsultasi lanjut dengan dokter serta tidak menjalankan terapinya secara tuntas, maka risiko penyakit ini akan menetap di dalam tubuh Anda selama bertahun-tahun. Selain itu, akan terjadi peningkatkan risiko terjadinya kanker leher rahim hingga dua kali lipat dan dikaitkan dengan peningkatan jumlah virus HIV pada wanita. Ibu hamil yang menderita trikomoniasis memiliki risiko terjadinya kelahiran bayi prematur, pecahnya ketuban, dan berat badan lahir bayi rendah.

Jika Anda ingin terhindar dari penyakit ini, lakukan pencegahan dengan melakukan langkah-langkah berikut:

  • Gunakan pengaman setiap berhubungan seksual. Kondom lateks merupakan pengaman yang paling efektif untuk menurunkan risiko penyakit Trikomoniasis.
  • Setialah pada satu pasangan seksual sehingga terhindar dari ancaman penyakit menular seksual akibat gonta-ganti pasangan.
  • Pastikan pasangan Anda tidak terinfeksi trikomoniasis, atau penyakit menular seksual apa pun.
  • Jika menggunakan alat bantu seks, pastikan alat tersebut bersih dan hindari berbagi alat dengan orang lain.
  • Pasangan seksual yang sudah terbukti mendapatkan infeksi trikomoniasis sebaiknya melakukan pengobatan secara tuntas dan menghindari hubungan seksual sampai ia dinyatakan sembuh.

Jika merasakan satu atau lebih dari gejala trikomoniasis seperti keputihan berwarna kuning kehijauan, berbusa, disertai bau amis, vagina terasa gatal dan tampak memerah, membengkak disertai nanah yang terlihat seperti bintik-bintik pada dinding vagina, dan adanya gejala nyeri saat berhubungan seksual, segera periksakan diri ke dokter. Pengobatan yang cepat dan tepat dapat mengatasi trikomoniasis secara tuntas.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar