Sukses

Dampak Buruk dari Kebiasaan Meludah Sembarangan

Ini alasan mengapa kebiasaan meludah sembarangan harus dihentikan.

Klikdokter.com, Jakarta Tidak hanya jorok, meludah sembarangan juga dapat membahayakan kesehatan orang-orang di sekitar. Sayangnya, ini merupakan salah satu pemandangan yang sering ditemui di jalanan. Lalu, apa hubungannya kebiasaan buruk tersebut dengan kesehatan?

Penyebab sering meludah

Air ludah atau sering disebut liur atau saliva, merupakan cairan bening yang dihasilkan dalam mulut manusia. Diketahui, seseorang mampu mengeluarkan sekitar 700 ml air ludah setiap harinya. Bila produksi air ludah meningkat, maka ada beragam jenis penyebab, salah satunya hipersaliva.

“Sering meludah bisa menjadi pertanda adanya hipersalivasi atau produksi saliva yang berlebihan. Produksi saliva di bawah pengaruh sistem saraf autonom, yang berarti tidak dapat dikendalikan secara sadar. Hipersalivasi ini dapat diakibatkan peningkatan produksi atau kurangnya saliva,” kata dr. Dyah Novita Anggraini dari Klikdokter.

Penyebab hipersalivasi, menurut pemaparan dr. Dyah, di antaranya asupan gandum berlebih, prefluks gastroesofageal, pankreatitis, luka infeksi pada mulut, serta obat-obatan tertentu. Karena produksi yang bertambah banyak, maka biasanya orang tak dapat menahan hasrat untuk terus meludah di segala kondisi.

Kendati demikian, meludah sembarangan sama sekali buruk untuk dilakukan. Ya, secara etis hal ini dilarang karena tidak sopan, apalagi ketika dilakukan secara ofensif. Contohnya terjadi beberapa waktu lalu, saat mantan pesepak bola dan komentator pertandingan, Jamie Carragher, harus ditangguhkan dari pekerjaannya sebagai analisis Sky Sports karena insiden meludahi seorang fans klub Manchester United.

Namun lebih dari sekadar etika, meludah sembarangan memiliki risiko negatif bagi kesehatan yang tidak terduga. Pada beberapa penyakit, penyebaran virus konon terjadi lewat ludah.

1 dari 2 halaman

Bahaya meludah sembarangan

Dilansir BBC, kebiasaan meludah sebenarnya mampu diterima secara sosial di Benua Eropa. Hingga akhirnya pada abad ke-19, peraturan tidak boleh meludah sembarangan ditegakkan sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit. Hal yang sama turut dilakukan di belahan dunia lain.

Sejumlah kampanye dilakukan demi kesadaran yang lebih besar akan penularan penyakit menular yang bisa disebarkan melalui ludah. Pada dekade 1940-an misalnya, saat teknologi medis masih rendah dan penyakit tuberkulosis (TB) meluas, kerap terdapat tanda larangan meludah di sejumlah tempat, khususnya bus.

Berdasarkan fakta, risiko penyakit menular akan menurun jika kebiasaan meludah sembarangan dihentikan. Selain tuberkulosis, sejumlah virus yang dapat menyebar lewat ludah antara lain hepatitis, meningitis, sitomegalovirus, Epstein-Barr, dan masih banyak lagi.

Cara kerja penularan penyakit lewat ludah, terjadi khususnya melalui udara. Droplet, atau partikel air kecil tersebut, membawa mikroorganisme yang dapat dihirup langsung oleh orang lain. Beberapa infeksi juga dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan ludah.

Cegah penyebaran penyakit dengan berhenti meludah sembarangan

Lewat pemahaman di atas, maka ada baiknya ketika sedang terserang penyakit dari virus-virus tertentu, hentikan kebiasaan meludah sembarangan. Ingat, penyakit Anda dapat menyebar serta menular. Upayakan meludah di tempat yang bukan umum, seperti toilet.

Lalu, bagaimana kiat menanganinya bila Anda berada dalam kondisi sehat namun terkena paparan ludah, baik secara langsung maupun udara?

Kiat pertama adalah segera mencucinya dengan sabun di bawah air mengalir. Kemudian, bila ludahnya terkena mata, hidung atau mulut, cucilah dengan banyak air dingin untuk meminimalkan risiko terkena penyakit.

Selain itu, dr. Dyah juga menyarankan agar Anda memeriksakan diri ke dokter demi mengetahui terapi yang tepat. Terutama bila Anda terkena ludah dari penderita penyakit serius, misalnya TB.

Nah, mulai sekarang, singkirkan kebiasaan meludah sembarangan dengan memahami risiko-risiko di atas, ya!

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar