Sukses

Ada Benjolan di Vagina, Haruskah Panik?

Benjolan di vagina bisa jadi berbahaya. Apa penyebab benjolan di vagina? Bagaimana cara menghilangkan benjolan di miss V? Ini lengkapnya.

Benjolan di vagina tentunya membuat para wanita panik dan merasa waswas. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kelainan wajar yang tak berbahaya, infeksi, bahkan kanker.

Apa saja penyebab benjolan di dekat lubang miss v? Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda. 

Penyebab Munculnya Benjolan di Vagina

Agar Anda lebih waspada, ada baiknya kenali beberapa penyebab benjolan di vagina berikut ini. 

1. Kista di Bibir Vagina

Bibir vagina memiliki beragam jenis kelenjar, seperti kelenjar Bartholin dan Skene. Karena suatu hal, kelenjar ini dapat tersumbat dan terinfeksi, lalu menimbulkan kista.

Kista merupakan kantong berisi cairan ataupun nanah. Pada umumnya, kista terbentuk karena infeksi atau trauma.

Kista pada bibir vagina yang ukurannya kecil serta tidak infeksi, umumnya tidak memicu gejala atau membutuhkan penanganan terapi khusus.

Namun, kista yang terinfeksi dan menimbulkan gejala seperti nyeri dan bengkak, perlu ditangani segera.

Artikel Lainnya: Bentuk Vagina seperti Jengger Ayam, Normalkah?

Kista dari kelenjar Skene lebih jarang terjadi. Namun, jika kelenjar Skene tersumbat, dapat terbentuk kista di bagian atas bibir vagina, dekat saluran kencing, arah jam 1 dan 11.

Kista Bartholin merupakan yang kerap terbentuk di bagian bibir vagina. Mereka terletak di bagian bawah, atau arah jam 5 dan 7.

Karena letaknya berdekatan dengan mulut vagina, kista Bartholin lebih sering terinfeksi, terutama jika wanita mengalami keputihan akibat infeksi bakteri.

Kuman yang sering menyebabkan infeksi kista Bartholin, yaitu gonore serta klamidia. Bila mengalami benjolan yang nyeri, bengkak, panas, hingga membuat Anda sulit berjalan, segeralah berkonsultasi pada dokter.

2. Kista di Vagina

Kista vagina dapat terbentuk di dinding vagina, biasanya bentuknya sebesar kacang. Penyebab kista vagina yang paling sering adalah trauma ketika melahirkan.

Jangan heran jika setelah melahirkan bayi, Anda dapat menemukan beberapa benjolan di dekat lubang miss v atau dinding vagina. Bentuknya kecil dan tergolong wajar.

Kista di dinding vagina umumnya tidak menimbulkan gejala yang mengganggu. Namun jika terlalu besar, dapat menyebabkan gangguan saat berhubungan intim.

Apabila hal tersebut terjadi, berkonsultasilah lebih lanjut dengan dokter untuk rencana terapi.

3. Sumbatan Kelenjar Lemak

Benjolan di vagina dapat pula disebabkan oleh sumbatan pada kelenjar lemak, yakni ketika terdapat cukup banyak kelenjar lemak di vagina.

Sumbatan kelenjar tersebut akhirnya menimbulkan benjolan kecil berwarna putih kekuningan, yang disebut Fordyce spot.

Meski dapat bertambah seiring dengan usia, benjolan pada vagina ini tidak berbahaya dan tidak memerlukan terapi.

Artikel Lainnya: Penyebab Vagina Gatal yang Jarang Diketahui Wanita

4. Kelebihan Kulit

Terkadang, pada bibir vagina terdapat kulit lebih (skin tag) yang dapat menimbulkan benjolan kecil. Hal tersebut tidaklah berbahaya, dan tidak memerlukan terapi.

Namun, apabila Anda terganggu, kulit lebih yang menyerupai benjolan di vagina tersebut dapat dihilangkan dengan operasi kecil.

5. Herpes Simpleks

Infeksi virus herpes simpleks (HSV) di vagina juga dapat menyebabkan timbulnya benjolan. Virus ini dapat menular melalui hubungan seksual. 

Virus akan diam di dalam tubuh, dan akan “terbangun” ketika daya tahan tubuh Anda sedang turun. Karena itu, herpes simpleks dapat kambuh.

Infeksi pertama adalah yang paling berat. Namun, gejalanya akan berkurang dan lebih ringan pada infeksi yang berikutnya.

Gejala awal yang Anda rasakan adalah kesemutan hingga nyeri yang menjalar pada daerah vagina, yang kemudian dapat menyebar hingga ke bokong dan paha.

Setelah itu, akan timbul rasa nyeri di bibir vagina, yang diikuti dengan munculnya lenting-lenting kecil yang nyeri.

Apabila lenting-lenting tersebut banyak jumlahnya, vagina akan bengkak. Selain itu, Anda juga dapat mengalami demam dan menggigil.

Jika Anda mengalami hal tersebut, jangan ragu untuk menghubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan. Hindari berhubungan intim dengan pasangan karena infeksi ini dapat menular.

Artikel Lainnya: Aroma Vagina Berbau Tidak Sedap, Apa Masalahnya?

6. Kutil Kelamin

Kutil kelamin disebabkan oleh infeksi virus human papillomavirus (HPV). Sama seperti virus HSV, virus ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual dan air cebok yang terkontaminasi. 

Awalnya, benjolan di vagina muncul sebagai bintil-bintil kecil. Lama-kelamaan dapat bersatu dan membesar seperti kembang kol atau jengger ayam. Selain itu, kutil dapat menimbulkan gejala gatal atau terbakar.

Apabila mengalami gejala tersebut, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Meski tampak tidak berbahaya, beberapa jenis kutil kelamin dapat menimbulkan kanker di kemudian hari.

7. Varises

Tidak hanya pada kaki, varises juga dapat muncul pada kelamin sehingga menimbulkan benjolan di vagina.

Umumnya, benjolannya akan berwarna kebiruan dan berbentuk memanjang seperti pembuluh darah.

Kondisi ini disebabkan pembengkakan pada pembuluh darah vena. Varises di kelamin dapat ditemui pada 1 dari 10 wanita hamil atau lansia.

8. Ingrown Hair

Kebiasaan mencukur bulu kemaluan dapat menjadi penyebab benjolan pada vagina, khususnya jika timbul ingrown hair

Maksud dari ingrown hair adalah ketika rambut kemaluan yang memanjang setelah dicukuri malah tumbuh ke dalam kulit. Inilah yang kemudian memicu benjolan.

Gejala umumnya berupa benjolan kecil, terkadang terasa nyeri atau gatal, terkadang berwarna lebih gelap, dan dapat juga berisi nanah.

Artikel Lainnya: Berbagai Penyakit dan Kelainan Vagina yang Perlu Diwaspadai

9. Moluskum Kontagiosum 

Moluskum kontagiosum adalah penyebab lain munculnya benjolan di miss v. Tidak hanya pada vagina, benjolan juga dapat ditemukan pada vulva hingga anus. Kondisi ini dipicu oleh infeksi virus.

Gejalanya berupa:

  • Benjolan berukuran kecil (sekitar 2-5 mm)
  • Berwarna putih, merah muda, atau serupa warna kulit
  • Teraba padat
  • Memiliki cekungan pada bagian tengahnya
  • Dapat terasa nyeri atau gatal, muncul kemerahan, serta bengkak

10. Prolaps Uteri

Prolaps uteri disebabkan kelemahan dari otot dasar panggul yang berfungsi menyokong organ reproduksi. Akibatnya, rahim “merosot” turun ke vagina. 

Tanda dan gejala yang bisa dirasakan, yakni: 

  • Adanya tonjolan dalam vagina
  • Rasa tekanan atau penuh pada vagina
  • Mengompol
  • Sembelit
  • Nyeri pada punggung bawah

Pada banyak kasus, tidak ada gejala yang dirasakan.

Cara Menghilangkan Benjolan di Vagina

Berikut adalah cara-cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi benjolan di vagina:

  • Berendam Air Hangat

Jika belum terdapat infeksi atau abses, berendam di air hangat dapat membantu mengatasi benjolan di vagina.

Untuk mendapatkan manfaat maksimalnya, berendamlah di air hangat sebanyak 2-3 kali sehari dan dilakukan selama empat hari.

Suhu air yang hangat diyakini bisa membuat kista mengecil dan membuat cairan yang ada di dalamnya keluar dengan sendirinya.

Artikel Lainnya: Penyebab Rasa Terbakar pada Vagina

  • Pembedahan Drainase

Pembedahan drainase bertujuan untuk mengeluarkan cairan dari dalam benjolan. Cara ini dilakukan jika benjolan telah terinfeksi atau terpantau sangat besar.

Prosedur pembedahan drainase dilakukan dengan menyayat permukaan benjolan dan menempatkan selang kecil untuk membantu mengeluarkan cairan. Setelah seluruh cairan keluar dari dalam kista, sayatan akan kembali ditutup.

  • Pembedahan Lainnya

Jika benjolan di vagina disebabkan oleh moluskum kontagiosum, maka dapat dihilangkan dengan pembedahan.

Misalnya dengan krioterapi, laser, atau mengeluarkan isi material benjolan dengan alat. Prosedur ini harus dikerjakan oleh dokter yang kompeten.

Pembedahan juga mungkin diperlukan untuk kasus benjolan di miss v akibat prolaps uteri.

Kendati begitu, tidak semua kasus butuh pembedahan. Biasanya pasien disarankan melatih kekuatan otot dasar panggul dengan senam Kegel terlebih dahulu. Pemakaian alat pesarium juga dapat bermanfaat.

  • Marsupialisasi

Marsupialisasi adalah prosedur pembedahan yang biasanya dilakukan jika benjolan di vagina sudah terinfeksi dan tidak mampu diatasi dengan pembedahan drainase.

Marsupialisasi dilakukan dengan mengiris permukaan benjolan (kista) dan menempatkan selang atau kateter untuk mengeluarkan cairan di dalam benjolan.

Dalam prosedur ini, dokter akan menjahit ujung pada kulit sekitar benjolan agar tetap terbuka. Terbentuknya kista baru pun bisa dicegah.

Artikel Lainnya: Penyebab Vagina Bengkak yang Mesti Diwaspadai Wanita

  • Antibiotik

Antibiotik adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri. Jadi, jika benjolan di vagina terbukti mengalami infeksi bakteri, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik.

Antibiotik merupakan jenis obat yang harus dikonsumsi sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan.

Hal ini dilakukan agar hasil pengobatan benar-benar efektif dan mencegah terjadinya resistensi antibiotik.

  • Antivirus

Apabila benjolan di vagina disebabkan oleh herpes simpleks, dokter akan meresepkan obat-obatan antivirus. Hal tersebut demi mempercepat proses penyembuhan luka saat gejala pertama kali timbul.

Selain itu, pemberian antivirus juga bisa bantu mengurangi derajat keparahan serta durasi dari keluhan.

  • Kauterisasi

Kauterisasi atau elektrokauter adalah prosedur yang paling sering dilakukan untuk membantu mengatasi benjolan di vagina akibat kutil kelamin.

Prosedur ini dilakukan dengan anestesi lokal, agar tidak nyeri saat pengangkatan kutil berlangsung.

Anda merasa memiliki benjolan pada vagina? Lakukan pengecekan segera agar tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang mengganggu.

Anda tidak perlu ragu atau malu untuk menemui dokter. Lebih cepat didiagnosis, maka akan lebih mudah pula diobati.

Dapatkan informasi kesehatan yang menarik lainnya dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(WA)

Referensi:

CDC. Diakses 2022. Molluscum Contagiosum

Hopkins Medicine. Diakses 2022. Uterine Prolapse

9 Komentar