Sukses

Ada Benjolan di Vagina, Haruskah Panik?

Kenali berbagai jenis kelainan yang dapat menyebabkan benjolan di vagina.

Klikdokter.com, Jakarta Benjolan di vagina tentunya membuat para wanita panik dan merasa waswas. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kelainan wajar yang tidak berbahaya, infeksi, hingga kanker (meskipun ini lebih jarang terjadi).

Agar Anda lebih waspada, maka kenali satu per satu kondisi tersebut di bawah ini:

  • Kista di bibir vagina

Bibir vagina memiliki beragam jenis kelenjar, seperti kelenjar Bartholin dan Skene. Karena suatu hal, kelenjar ini dapat tersumbat dan terinfeksi, lalu menimbulkan kista.

Kista adalah kantong yang berisi cairan atau nanah, yang umumnya terbentuk karena trauma atau infeksi. Kista di bibir vagina yang berukuran kecil dan tidak terinfeksi, umumnya tidak menimbulkan gejala dan tidak membutuhkan terapi khusus. Namun, kista yang terinfeksi dan menimbulkan gejala seperti nyeri dan bengkak perlu ditangani segera.

Kista dari kelenjar Skene lebih jarang terjadi. Namun, jika kelenjar Skene tersumbat, dapat terbentuk kista di bagian atas bibir vagina, dekat saluran kencing, arah jam 1 dan 11.

Kista Bartholin adalah yang paling sering terbentuk di daerah bibir vagina. Letaknya di bagian bawah, arah jam 5 dan 7. Karena letaknya berdekatan dengan mulut vagina, kista Bartholin lebih sering terinfeksi, terutama jika wanita tersebut mengalami keputihan akibat infeksi bakteri.

Kuman yang paling sering menyebabkan infeksi kista Bartholin adalah gonore dan klamidia. Bila Anda mengalami benjolan yang nyeri, panas, bengkak, hingga membuat Anda sulit berjalan, segeralah berkonsultasi kepada dokter.

  • Kista di vagina

Kista vagina dapat terbentuk di dinding vagina, biasanya bentuknya sebesar kacang. Penyebab kista vagina yang paling sering adalah trauma ketika melahirkan. Jadi, jangan heran jika setelah melahirkan bayi, Anda dapat menemukan beberapa benjolan kecil di dinding vagina. Hal tersebut adalah wajar.

Kista di dinding vagina umumnya tidak menimbulkan gejala yang mengganggu. Namun jika terlalu besar, dapat menyebabkan gangguan saat berhubungan intim. Apabila hal tersebut terjadi, Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk rencana terapi.

  • Sumbatan kelenjar lemak

Benjolan di vagina dapat pula disebabkan oleh sumbatan pada kelenjar lemak, yakni ketika terdapat cukup banyak kelenjar lemak di vagina. Sumbatan kelenjar tersebut akhirnya menimbulkan benjolan kecil berwarna putih kekuningan, yang disebut dengan Fordyce spot. Meski dapat bertambah seiring dengan usia, benjolan ini tidak berbahaya dan tidak memerlukan terapi.

  • Kelebihan kulit

Terkadang, pada bibir vagina terdapat kulit lebih (skin tag) yang dapat menimbulkan benjolan kecil. Hal tersebut tidaklah berbahaya, dan tidak memerlukan terapi. Namun, apabila Anda terganggu, kulit lebih tersebut dapat dihilangkan dengan operasi kecil.

  • Herpes simpleks

Infeksi virus herpes simpleks (HSV) di vagina juga dapat menyebabkan timbulnya benjolan. Virus ini dapat menular melalui hubungan seksual atau air cebok yang terkontaminasi.

Virus akan diam di dalam tubuh, dan akan “terbangun” ketika daya tahan tubuh Anda sedang turun. Karena itu, herpes simpleks dapat kambuh. Infeksi pertama adalah yang paling berat. Namun, gejalanya akan berkurang dan lebih ringan pada infeksi yang berikutnya.

Gejala awal yang Anda rasakan adalah kesemutan hingga nyeri yang menjalar pada daerah vagina, yang kemudian dapat menyebar hingga ke bokong dan paha. Setelah itu, akan timbul rasa nyeri di bibir vagina, yang diikuti dengan munculnya lenting-lenting kecil yang nyeri. Apabila lenting-lenting tersebut banyak jumlahnya, vagina akan bengkak. Selain itu, Anda juga dapat mengalami demam dan menggigil.

Jika Anda mengalami hal tersebut, jangan ragu untuk menghubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan. Hindari berhubungan intim dengan pasangan karena infeksi ini dapat menular.

  • Kutil kelamin

Kutil kelamin disebabkan oleh infeksi virus human papillomavirus (HPV). Sama seperti virus HSV, virus ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual dan air cebok yang terkontaminasi.

Awalnya muncul sebagai bintil-bintil kecil, yang lama-kelamaan dapat bersatu dan membesar menjadi seperti kembang kol atau jengger ayam. Kutil ini juga dapat menimbulkan gejala seperti gatal atau terbakar.

Apabila Anda memiliki gejala seperti ini, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Meskipun tampaknya tidak berbahaya, ada beberapa jenis kutil kelamin yang dapat menimbulkan kanker pada kemudian hari.

Anda merasa memiliki benjolan pada vagina? Lakukan pengecekan segera agar tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang mengganggu. Anda tidak perlu ragu atau malu untuk menemui dokter. Lebih cepat didiagnosis, maka akan lebih mudah pula diobati.

[RS/ RVS]

1 Komentar