Sukses

Kondisi Celana Olahraga Bisa Pengaruhi Kesehatan Penis

Ada banyak faktor yang bisa memengaruhi kesehatan penis. Salah satunya adalah celana olahraga yang Anda gunakan.

Pakaian olahraga model compression tak hanya membuat pemakaiannya terlihat lebih prima, namun juga dipercaya dapat meningkatkan perfoma saat berolahraga, mengurangi pegal, dan mempercepat pemulihan otot. 

Meski demikian, ada dampak buruk yang mengintai kesehatan penis para pria, akibat penggunaan celana olahraga jenis ini.

Pakaian compression terdiri dari beberapa macam, mulai dari kaos kaki, sleeve untuk betis, celana pendek sebatas paha, celana panjang sampai mata kaki, bahkan full body suit yang menyerupai pakaian selam. 

Anda bisa memilih yang sesuai dengan kebutuhan saat berolahraga. Namun demikian, Anda perlu selalu menjaga kebersihan pakaian compression yang Anda miliki. Jika tidak, berikut adalah risiko kesehatan yang bisa terjadi: 

1 dari 3 halaman

1. Infeksi Jamur

Tidak segera mengganti celana olahraga compression terlalu lama setelah berolahraga dapat menyebabkan sejumlah permasalahan kulit dan bakteri, termasuk infeksi ragi (yeast infection). Ya, pria juga dapat mengalami infeksi ragi. Faktanya, balanitis sangat umum terjadi.

Kondisi celana yang penuh keringat dan lembap merupakan lingkungan 'bermain' favorit jamur Candida, jamur yang menyebabkan infeksi ragi.

Artikel Lainnya: Benarkah Bersepeda Dapat Menyebabkan Disfungsi Ereksi?

2. Peradangan 

Tidak ada jangka waktu pasti untuk berapa lama Anda tidak mengganti celana olahraga ketat Anda sebelum terinfeksi. Tapi, semakin lama Anda tidak mengganti celana olahraga setelah aktivitas fisik, maka semakin tinggi pula risiko terjadinya kemerahan, gatal, atau pembengkakan di sekitar area kepala penis. 

Hal yang perlu Anda lakukan adalah segera keringkan keringat setelah olahraga, lalu mandi. Atau paling tidak, segera ganti celana tersebut.

Jika tak ada tempat untuk mandi atau tidak membawa pakaian ganti, Anda dapat menggunakan lap pembersih untuk menyegarkan kulit dan mencegah pertumbuhan bakteri.

2 dari 3 halaman

Tips Pakai Celana Olahraga yang Sehat bagi Penis

Agar celana olahraga yang Anda gunakan tidak memengaruhi kesehatan penis, berikut hal-hal yang perlu lebih diperhatikan: 

  1. Pilih Bahan yang Aman

Pilih dan gunakan pakaian olahraga yang terbuat dari bahan katun. Materi kain jenis ini  sangat baik untuk mengurangi kemungkinan Anda terkena infeksi jamur, serta mengurangi risiko ruam alergi yang sering dikaitkan dengan pewarna pakaian.

Selain itu, bahan katun memiliki sistem respirasi yang baik (breathable), yang memastikan tubuh Anda tidak mengalami kenaikan suhu tubuh terlalu tinggi, serta menyerap cairan dari kulit lebih baik. Hasilnya, bisa menurunkan kemungkinan risiko jamur untuk tumbuh dan berkembang pada kulit.

 Artikel Lainnya: Bingung, Benarkah Tak Memakai Celana Dalam Saat Olahraga Aman?

  1. Lindungi Diri dari Infeksi Area Alat Vital

Selain karena penggunaan celana olahraga compression yang kotor dan lembap, infeksi ragi juga bisa ditularkan lewat beberapa cara lain.

Misalnya, lewat hubungan seks tanpa proteksi dengan seseorang mengidap infeksi ini, atau daya tahan tubuh yang sedang terganggu.

  1. Kontrol ke Dokter Kulit

Kondisi kulit tertentu juga bisa menyebabkan infeksi ragi. Oleh karena itu, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Jangan mencoba menyembuhkannya sendiri dengan krim atau losion yang dijual umum.

Sebetulnya penggunaan celana olahraga compression tidak dilarang, karena memang faktanya dapat meningkatkan performa latihan Anda. Tapi Anda juga harus menaruh perhatian lebih terhadap kondisi kebersihannya, khususnya jika celana olahraga Anda kotor, penuh keringat dan lembap. 

Jadi mulai sekarang, setelah berolahraga sebaiknya keringkan keringat Anda, lalu mandi. Segera gantilah celana olahraga ketat Anda dengan celana bersih. Jangan malah betah memakainya lalu pergi ke restoran atau supermarket. Ingat, kesehatan penis Anda adalah taruhannya.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai topik ini? Silakan berkonsultasi secara langsung kepada dokter menggunakan layanan Live Chat 24 jam

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar