Sukses

Mengapa Harus Banyak Minum Air Putih Saat Diare?

Ketika mengalami diare, Anda sering disarankan banyak minum air putih oleh dokter. Apa tujuannya? Simak penjelasannya di sini.

Diare adalah gejala penyakit yang sering dialami banyak orang. Per tahunnya, jumlah orang terkena diare bisa mencapai 2 juta kasus. Selain itu, usia anak-anak merupakan penderita diare terbanyak.

Keluhan diare bisa terasa ringan, berat, hingga mengancam jiwa. Gejala diare yang dialami bisa berupa buang air besar cair, bisa dengan ampas atau tidak, nyeri atau kram perut, demam, mual, dan kembung.

Tak hanya itu, diare juga bisa memicu adanya lendir atau darah di feses. Ada beberapa hal yang menyebabkan diare, misalnya karena infeksi virus dan infeksi bakteri.

Menyantap makanan yang rasanya pedas, asam, atau berminyak, juga dapat memicu gejala buang air besar cair.

Diare juga dapat disebabkan oleh kondisi intoleransi laktosa (tubuh tidak dapat mencerna laktosa atau gula di dalam susu), akibat mengonsumsi pemanis buatan seperti sorbitol dan manitol, atau terlalu lama mengonsumsi antibiotik.

1 dari 3 halaman

Alasan Pentingnya Minum Air Putih saat Diare

Penderita diare harus banyak minum air putih. Sebab, buang air besar cair terus-menerus dapat menimbulkan komplikasi hilangnya cairan (dehidrasi) dan kekurangan elektrolit.

Kekurangan cairan terjadi akibat fungsi usus yang terganggu. Alhasil, cairan yang didapat dari asupan makanan dan minuman tidak dapat diserap baik oleh usus.

Cairan tersebut akan terbuang lagi oleh tubuh dan keluar lewat feses yang berbentuk cair.

Infeksi bakteri atau virus juga dapat memicu usus mengeluarkan banyak cairan dalam bentuk feses cair.

Artikel Lainnya: 4 Minuman Terbaik untuk Gantikan Cairan Tubuh saat Diare

Tak hanya itu, dehidrasi saat diare menyebabkan penurunan volume cairan dalam tubuh. Pasalnya, jumlah cairan yang masuk lebih sedikit daripada yang dikeluarkan tubuh (feses cair).

Tekanan darah juga bisa menurun drastis akibat kurang minum air putih dalam jumlah cukup.

Penurunan tekanan darah berisiko mengganggu pasokan oksigen ke sel-sel tubuh, sehingga kerja organ vital jadi terhambat.

Apabila dehidrasi tidak segera diatasi, gangguan keseimbangan elektrolit, kejang, gagal ginjal, penurunan kesadaran, bahkan kematian dapat terjadi.

Beberapa gejala dehidrasi yang harus dikenali adalah merasakan haus berlebih, bibir kering, volume kencing berkurang dan warnanya menjadi gelap, lemas, dan pusing. Maka itu,  minum banyak air putih atau cairan saat diare sifatnya penting.

2 dari 3 halaman

Berapa Banyak Kebutuhan Cairan saat Diare?

Orang yang sedang diare harus mengonsumsi 1,7 liter cairan dalam waktu 24 jam. Jumlah ini setara dengan minum 7 gelas air berukuran 240 mL dalam sehari.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang yang mengalami dehidrasi ringan hingga sedang dan masih dapat minum air, harus mengonsumsi cairan setidaknya 75 mL per kg berat badan dalam kurun waktu 4 jam.

Misalnya, berat badan orang tersebut 50 kg, maka ia harus mengonsumsi 3.750 mL dalam 4 jam. Sementara itu, untuk anak-anak dianjurkan mengonsumsi cairan 20 mL per kg berat badan per jam.

Anak-anak lebih rentan mengalami dehidrasi daripada orang dewasa karena tubuhnya memiliki kandungan air yang lebih banyak.

Artikel Lainnya: Jenis-Jenis Diare yang Perlu Anda Tahu

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), minum air yang dicampur garam dan gula efektif mengatasi lebih dari 90 persen kasus diare ringan.

Larutan tersebut dapat diserap usus untuk menggantikan cairan dan kandungan elektrolit tubuh yang hilang

Jangan anggap sepele diare, karena kondisi ini bisa mengancam jiwa jika diabaikan. Banyak minum air putih saat diare dapat mengembalikan cairan tubuh yang hilang.

Tanpa asupan cairan yang memadai, organ-organ tubuh Anda tak akan berfungsi maksimal.

Namun, jika diare dan dehidrasi yang dialami cukup berat, segera periksa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Untuk informasi lebih lengkap tentang manfaat minum air putih atau penanganan saat diare, baca terus artikel di aplikasi Klikdokter. Apabila mau konsultasi dengan dokter, gunakan fitur LiveChat 24 Jam.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar