Sukses

Menu Sehat untuk Penderita Batu Ginjal

Penyakit batu ginjal bisa memicu sakit saat buang air kecil. Untuk penderita batu ginjal, memilih makanan yang tepat sangatlah penting guna mencegah kekambuhan.

Batu ginjal (nefrolitiasis) adalah kondisi ketika material keras seperti batu terbentuk di dalam ginjal. Umumnya batu ginjal terdiri atas kalsium oksalat, namun dapat juga tersusun dari senyawa lainnya. 

Terdapat empat jenis batu ginjal, yaitu batu kalsium oksalat, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin.

Perlu Anda ketahui, kalsium oksalat dan batu asam urat merupakan yang paling sering terbentuk. 

Penderita batu ginjal perlu benar-benar memperhatikan pola makan hariannya. Dengan mengonsumsi makanan yang tepat, jumlah oksalat yang diserap oleh tubuh dapat berkurang.

Apa saja makanan untuk penderita batu ginjal yang sehat? Berikut beberapa di antaranya:

1 dari 7 halaman

1. Singkirkan Makanan yang Mengandung Oksalat Tinggi

Jika Anda memiliki tipe batu ginjal kalsium, jenis makanan yang harus dihindari, antara lain jeroan, daging sapi, daging kambing, dan bayam.

Sebaliknya, makanan yang disarankan untuk penderita batu ginjal adalah yang mengandung kalsium dan rendah oksalat, seperti tahu, tempe, oat, roti gandum, serta jeruk.

Artikel Lainnya: Deretan Penyebab Batu Ginjal yang Jarang Diketahui

2 dari 7 halaman

2. Hindari Makanan yang Mengandung Asam Urat Tinggi

Penderita batu ginjal juga sebaiknya menghindari makanan dengan asam urat tinggi. Ini menjadi pantangan makanan untuk batu ginjal tipe batu asam urat.

Makanan-makanan yang dimaksud, yaitu daging sapi dan daging kambing (terutama di bagian yang banyak lemaknya), jeroan, kerang, ikan sarden, alkohol, dan kopi.

3 dari 7 halaman

3. Konsumsi Banyak Air Putih

Selain mengonsumsi makanan yang baik untuk batu ginjal, asupan cairan pun perlu Anda perhatikan.

Untuk mengatasi dan mencegah semua jenis batu ginjal, konsumsilah air putih dalam jumlah yang cukup (1,5-2 liter per hari).

Hal ini sangat penting karena salah satu penyebab utama batu ginjal adalah dehidrasi atau kurang cairan.

Minum banyak air putih akan membantu ginjal menyaring zat-zat limbah, sehingga dapat terbuang bersama urine.

4 dari 7 halaman

4. Batasi Konsumsi Kafein dan Soda

Konsumsi minuman berkafein dan berkarbonasi (soda) dapat memicu terbentuknya batu ginjal, bahkan membebani kerja ginjal.

Oleh sebab itu, penderita sebaiknya membatasi atau bahkan menghindari sama sekali konsumsinya.

Selain membebani kerja ginjal, kedua zat tersebut diketahui dapat berkontribusi pada kejadian gagal ginjal.

5 dari 7 halaman

5. Batasi Asupan Natrium

Ada banyak makanan yang diperbolehkan untuk penderita batu ginjal. Namun, makanan tinggi garam tidak termasuk di dalamnya.

Natrium pada makanan paling banyak dijumpai dalam bentuk garam dan penyedap rasa yang mengandung monosodium glutamate (MSG).

Kandungan garam dan MSG yang terlalu tinggi sering ditemukan pada makanan kemasan, makanan dalam kaleng, dan daging yang diawetkan. 

Anda tidak perlu khawatir. Hal ini bukan berarti Anda dilarang menggunakan garam atau penyedap rasa sama sekali. Anda hanya perlu membatasinya.

Takaran garam dalam jumlah kecil justru dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan elektrolit. Jadi, usahakan untuk mengonsumsi natrium secukupnya.

6 dari 7 halaman

6. Pilih Ikan yang Tinggi Asam Lemak Omega-3

Ikan kaya omega-3 adalah makanan yang baik untuk penderita batu ginjal. Ini karena kandungan tersebut bermanfaat bagi pembuluh darah.

Kesehatan pembuluh darah akan menunjang kesehatan fungsi organ, termasuk ginjal.

Jenis ikan yang dapat dikonsumsi, di antaranya salmon, makarel, sarden, kakap, dan tuna. 

Apabila sulit memenuhi kebutuhan omega-3 dari ikan, Anda dapat mengonsumsi suplemen minyak ikan atau suplemen omega-3 sejenis.

Itulah daftar makanan untuk penderita batu ginjal yang sebaiknya diketahui. Orang dengan batu ginjal perlu benar-benar memperhatikan pola makan hariannya untuk mengelola kondisinya. 

Apabila ingin berkonsultasi seputar kesehatan ginjal, Anda bisa menggunakan layanan Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[WA]

1 Komentar