Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Tips Memilih Kondom yang Bagus dan Aman Digunakan

Ingin berhubungan seksual dengan lebih aman? Gunakan kondom! Berikut cara memilih kondom yang bagus dan aman digunakan.

Kondom merupakan salah satu metode kontrasepsi yang populer. Tidak hanya karena harganya yang murah, jenis kontrasepsi ini banyak diminati karena cara pemakaiannya yang mudah. 

Pertanyaannya, sudah tahukah Anda cara memilih kondom yang tepat? Jangan sembarangan memilih kondom. Salah-salah, ada risiko kesehatan yang menanti Anda, salah satunya alergi. 

Selain itu, zaman sekarang sudah begitu banyak jenis, variasi, aroma hingga rasa kondom sehingga mungkin akan membingungkan para pemakai pemula. 

Artikel Lainnya: Kondom Bisa Kedaluwarsa Lebih Cepat! Ini Tanda-Tandanya

Untuk itu, Anda perlu mengetahui cara memilih kondom yang bagus dan aman bagi kesehatan sebagai berikut:

1 dari 4 halaman

1. Bahan yang Sesuai

Kondom dari bahan lateks atau karet merupakan pilihan yang baik untuk bercinta. Bahan ini bersifat elastis sehingga kondom akan pas melekat pada penis, tidak kelonggaran atau kesempitan.

Selain itu, kondom dengan bahan lateks juga tidak mudah bocor. Bahan tersebut pun cenderung lebih tipis, sehingga Anda bisa merasakan sensasi seperti tidak menggunakannya.

Namun demikian, harus diperhatikan bahwa ada beberapa orang yang memiliki alergi terhadap lateks.

Alergi lateks biasanya bergejala gatal dan terbakar di penis atau vagina setelah menggunakan kondom berbahan tersebut. Bila mengalaminya, hindari penggunaan kondom dengan bahan lateks. Sebagai gantinya, gunakanlah kondom berbahan polyisoprene.

2. Bentuk Kondom

Saat ini kondom tersedia dalam bentuk rata, bergerigi seperti polkadot, dan sebagainya. Kondom bergerigi dianggap dapat meningkatkan kepuasan seksual, terutama pada pihak wanita.

Namun, hal tersebut sebenarnya bersifat subjektif. Artinya, ada wanita yang lebih menyukai permukaan bergerigi, ada pula yang lebih nyaman dengan kondom yang rata. 

Untuk memilih bentuk kondom terbaik, diskusikan secara terbuka dengan pasangan Anda.

2 dari 4 halaman

3. Pilih Kondom dengan Pelumas

Saat bercinta, penis dan vagina sama-sama mengeluarkan cairan pelumas agar gesekan yang terjadi tidak menimbulkan rasa nyeri.

Jika Anda bercinta menggunakan kondom, cairan pelumas pria akan tertutup oleh alat kontrasepsi tersebut. Oleh karena itu, cairan pelumas vagina dan pelumas di kondomlah yang diandalkan untuk mencegah nyeri saat bercinta.

Jadi, bila Anda bercinta menggunakan kondom, pastikan bahwa vagina pasangan sudah terlumasi dengan baik sebelum penetrasi. 

Pasalnya, setiap kondom tidak memiliki kadar pelumas dalam jumlah yang sama. Ada kondom yang terasa kering saat disentuh, ada pula yang sudah dilengkapi dengan pelumas cukup banyak.

Apabila Anda dan pasangan sering bermasalah terkait nyeri di vagina akibat gesekan saat berhubungan seksual, jenis kondom berpelumas bisa menjadi jalan keluar.

Bila keluhan nyeri saat berhubungan seks terus-menerus muncul, alternatif lain yang dapat digunakan adalah pelumas artifisial. Pelumas jenis ini bisa diperoleh secara bebas.

Artikel Lainnya: Cara Memilih Metode Kontrasepsi yang Harus Diperhatikan

4. Variasi Rasa dan Aroma Bukanlah yang Utama

Rasa dan aroma kondom mungkin memberikan sedikit ‘petualangan’ sensasi dan kenikmatan yang berbeda bagi Anda maupun pasangan. Namun sebaiknya, jangan jadikan hal tersebut sebagai patokan utama.

Ketika kondom dengan aroma yang Anda minati memiliki ketebalan lebih besar, sensasi kenikmatan yang dirasakan dapat berkurang. 

Jalan keluarnya, Anda dapat mencoba mencari kondom dengan ukuran tipis namun tetap memiliki aroma yang menarik.

3 dari 4 halaman

5. Perhatikan Ketahanan Kondom

Pernah mencoba sebuah kondom, namun ada cairan menetes saat dilepaskan dari penis? Hati-hati, itu pertanda bahwa kondom yang Anda gunakan tidak memiliki ketahanan baik.

Kondom yang bagus dan aman harus tahan menghadapi gesekan dan manipulasi yang terjadi selama berhubungan seksual. 

Kondom yang bocor memiliki serangkaian risiko, mulai dari kehamilan yang tidak diharapkan hingga meningkatkan risiko penyakit menular seksual bahkan HIV/AIDS.

Jangan lupa beberapa hal penting untuk semakin meyakinkan efektivitas kondom. Pertama, hindari membuka kondom menggunakan gigi untuk mencegah robekan. 

Kedua, pasang kondom hingga pangkal penis, namun sisakan sedikit bagian longgar untuk menampung cairan ejakulasi. 

Selain itu, keluarkan penis dari vagina sambil menahan kondom dengan tangan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Demikianlah cara memilih kondom yang perlu Anda perhatikan. Jangan sampai Anda mengira bahwa semua kondom itu sama. Tidak hanya dari segi kenikmatan saat berhubungan seksual, perhatikan pula segi keamanan dan kesehatannya, ya!

Jika masih kesulitan dalam memilih kondom yang bagus dan aman, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB)

0 Komentar

Belum ada komentar