Sukses

Inilah Gejala Kerusakan Hati Akibat Mengonsumsi Alkohol

Hati-hati dengan minuman yang mengandung alkohol! Minuman tersebut dapat merusak organ hati Anda lho.

Klikdokter.com, Jakarta Hati merupakan organ kedua terbesar dalam tubuh yang memilki banyak fungsi vital melawan infeksi, membuang racun seperti alkohol, pembekuan darah, memproduksi cairan empedu, dan sebagainya. Selain itu, hati adalah organ satu-satunya yang dapat beregenerasi sendiri.

Jika mengalami kerusakan hati biasanya tidak menunjukkan gejala. Namun, memberikan gejala berarti kerusakan organ hati tersebut sudah cukup parah.

Alkohol merupakan racun bagi tubuh. Pemecahan alkohol terjadi paling banyak di organ hati. Sayangnya, saat memecah alkohol, sel hati akan rusak bahkan mati.

Mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang lama dapat membuat kerusakan sel hati lantaran tidak dapat diperbaiki akibat alkohol dan menyebabkan penyakit hati yaitu perlemakan hati (fatty liver).

Fatty liver adalah tahapan awal dari penyakit hati akibat alkohol. Jika dikonsumsi secara terus menerus akan mengalami akumulasi lemak dari alkohol pada sel hati sehingga membuat hati susah bekerja.

Biasanya penderita fatty liver tidak memberikan gejala. Pada beberapa kasus hati akan membesar dan menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut bagian kanan atas.

Tahap kedua dari penyakit hati akibat alkohol adalah hepatitis alkoholik. Dimana terjadi pembengkakan dan peradangan dari hati disertai dengan kerusakan sel hati.

Hampir 35% peminum berat akan mengalami penyakit hati ini. Gejala yang timbul dapat berupa demam, kuning, mual, muntah, dan nyeri perut.

Hepatitis alkoholik yang ringan dalam jangka tahunan dapat merusak hati secara bertahap. Namun, jika berhenti mengonsumsi alkohol, hati dapat kembali menjadi sehat. Hepatitis alkoholik yang berat dapat menjadi penyakit yang mematikan yaitu sirosis hati,

Sirosis hati adalah tahapan akhir dari penyakit hati akibat alkohol. Pada penyakit ini, jaringan parut sudah menggantikan sel hati normal dan tidak akan dapat kembali seperti semula.

Akibatnya, hati tidak dapat bekerja seperti fungsinya. Biasanya peminum berat dapat terkena penyakit ini setelah 10 tahun lebih mengkonsumsi alkohol.

Gejala sirosis hati meliputi akumulasi cairan pada perut (asites), tekanan pembuluh darah di hati yang tinggi, varises esofagus, pembesaran limpa dan sebagainya. Pengobatan sirosis hati hanya dengan transplantasi hati. Pengobatan lainnya biasanya hanya untuk menunjang kondisi penderita.

Jadi, agar terhindari dari penyakit hati hindarilah mengonsumsi alkohol secara berlebih. Sayangi hati Anda, jangan sampai menyesal di kemudian hari

(DA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar