Sukses

Kista Payudara Berbahayakah untuk Kesehatan?

Jangan panik, kista payudara tak berbahaya untuk kesehatan Anda. Ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Kista payudara merupakan benjolan yang berisi cairan di dalam jaringan payudara. Umumnya penderita kista payudara banyak dialami pada usia antara 35-50 tahun dan paling berisiko pada wanita yang sudah mengalami menopause.

Menurut ukurannya kista di dalam payudara terbagi menjadi dua jenis yakni:

  1. Microcysta

    Kista berukuran kecil dan penderita biasanya tidak merasakan benjolan di dalam payudara saat diraba, namun dapat terlihat dengan pemeriksaan penunjang seperti mammography atau USG payudara.

  2. Macrocysta

    Kista berukuran besar dan dapat teraba di dalam payudara. Ukurannya mulai dari 2.5 cm sampai 5 cm. Karena ukurannya yang besar maka kista ini dapat menekan jaringan-jaringan payudara yang ada di sekitarnya dan menimbulkan rasa nyeri.

    Penyebab dari kista payudara sendiri sampai saat ini belum dapat diketahui secara pasti. Namun beberapa faktor penyebab seperti tingginya kadar hormon estrogen di dalam tubuh diduga dapat berpotensi terjadinya kista payudara.

Karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kista payudara kenali gejalanya berikut ini:

  • Benjolan di dalam payudara mudah digeser dan teraba jelas batasannya.
  • Keluar cairan dari puting susu, cairan dapat bewarna bening, kuning atau bewarna coklat.
  • Benjolan akan semakin membesar saat masa menstruasi.
  •  Nyeri payudara jika ukuran kista semakin membesar.

Jika Anda memiliki benjolan di payudara yang semakin membesar atau menetap setelah menstruasi sebaiknya segera konsultasi dengan dokter agar dilakukan pemeriksaan fisik secara langsung.

Apabila setelah dipastikan benjolan yang teraba mengadung cairan maka dokter akan melakukan pengambilan cairan ke dalam benjolan payudara tersebut yang dinamakan Fine-Needle Aspiration. Jika cairan tidak mengandung darah dan kista menghilang setelah cairan diambil maka tidak perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Namun apabila setelah dilakukan tindakan, cairan mengandung darah atau benjolan tidak menghilang, maka dokter akan mengirim contoh cairan tersebut ke laboratorium dan dilakukan pemeriksaan lanjutan USG payudara.

Bila hasil tindakan diketahui tidak ada cairan di dalam payudara maka dokter akan menyarankan untuk segera dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti Mammogram atau USG payudara.

Pada pemeriksaan USG payudara akan diketahui apakah benjolan tersebut berisi cairan atau suatu massa padat. Jika massa padat dokter akan mengambil sedikit jaringan massa padat tersebut dan memeriksakan lebih lanjut ke laboratorium.

Tak perlu panik bila terdapat kista di dalam payudara Anda karena tidak berbahaya dan bersifat jinak lantaran tidak mengandung sel kanker. Namun, untuk mengurangi rasa tidak nyaman dengan adanya benjolan tersebut sebaiknya memakai bra yang sesuai ukuran.

[DA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar