Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Seks Oral Bisa Sebabkan Infeksi Menular Seksual Ini

Sah-sah saja jika suami istri ingin seks oral. Namun, Anda dan pasangan harus waspada, karena aktivitas ini bisa meningkatkan risiko infeksi menular seksual.

Seks oral merupakan posisi bercinta yang membuat mulut, bibir, atau lidah bertemu dengan alat kelamin atau anus pasangannya. Survei menyebutkan, 80 persen orang yang aktif secara seksual sudah pernah mencoba posisi ini setidaknya sekali.

Meski menjadi posisi favorit, seks oral sebenarnya dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual (IMS). Ini karena kuman penyebab infeksi yang berasal dari area kelamin bisa berpindah ke mulut atau sebaliknya.

1 dari 3 halaman

Bahaya Infeksi Menular Seksual Akibat Seks Oral

Berikut ini adalah beberapa penyakit menular seksual yang bisa terjadi akibat seks oral:

1. Klamidia

Klamidia disebabkan oleh infeksi bakteri, yang biasanya menyerang area tenggorokan, kelamin, saluran kemih, dan rektum. Kebanyakan infeksi klamidia tidak menimbulkan gejala, karenanya sering tidak terdeteksi.

Kalaupun muncul gejala, keluhan yang dirasakan dapat berupa radang tenggorokan, keluarnya cairan abnormal dari kelamin, rasa panas saat berkemih, testis yang nyeri dan bengkak, serta nyeri pada rektum.

2. Gonore

Gonore adalah penyakit menular seksual yang juga disebabkan oleh bakteri, serta bisa menimbulkan keluhan pada area tenggorokan, kelamin, saluran kemih, dan rektum.

Infeksi gonore di tenggorokan umumnya tidak bergejala. Kalaupun ada, keluhannya mirip dengan radang tenggorokan pada umumnya.

Sedangkan, gonore pada kelamin, saluran kemih, dan rektum dapat memunculkan gejala serupa dengan infeksi klamidia.

Gonore juga umum dikenal dengan penyakit kencing nanah, karena dapat menimbulkan keluhan keluarnya cairan hijau, putih, atau kuning dari penis.

3. Sifilis

Infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri ini dapat ditemukan di area bibir, mulut, tenggorokan, kelamin, rektum, dan anus.

Sifilis muncul dalam beberapa tahapan. Pada tahap awal mungkin tidak ada gejala apa pun, atau muncul keluhan mirip flu atau sariawan, lenting, dan luka yang nyeri pada area tubuh yang terinfeksi.

Pada tahap selanjutnya, sifilis dapat menyebabkan munculnya ruam, demam, dan pembesaran kelenjar getah bening. Jika tidak segera diatasi, sifilis akan masuk ke tahapan infeksi laten.

Penderita sifilis laten tidak mengalami gejala apa pun selama bertahun-tahun. Namun jika dibiarkan tanpa pengobatan, infeksi yang terjadi diam-diam tersebut bisa mengganggu fungsi otak, jantung, mata, hati, dan organ penting lainnya.

4. Herpes

Herpes disebabkan oleh virus. Penyakit menular seksual ini dapat ditemukan pada area bibir, mulut, tenggorokan, kelamin, rektum, anus, dan bokong.

Gejala khas herpes adalah lenting yang gatal atau nyeri pada lokasi infeksi. Meski demikian, herpes juga bisa muncul tanpa gejala yang khas.

Herpes tidak dapat disembuhkan, sehingga akan ada dalam tubuh seumur hidup. Pemberian obat dapat mencegah kekambuhan, serta mengurangi durasi dan gejala saat kambuh.

5. Infeksi HPV

Infeksi Human Papilloma Virus (HPV) dapat mencakup mulut, tenggorokan, kelamin, vagina, serviks, rektum, dan anus. Gejala yang muncul berupa timbulnya kutil di area infeksi. Beberapa jenis HPV juga bisa menyebabkan kanker.

Khusus pada infeksi di area tenggorokan, infeksi HPV dapat menimbulkan gejala perubahan suara, kesulitan berbicara, bahkan kesulitan bernapas.

6. HIV

Penyakit menular seksual yang satu ini menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga gejalanya dapat ditemui di seluruh bagian tubuh.

HIV tahap awal umumnya tidak memberikan gejala yang khas, bahkan mungkin tidak muncul keluhan sama sekali. Namun pada tahap lanjut, HIV dapat memicu munculnya penyakit AIDS.

HIV tidak dapat disembuhkan. Deteksi dini penyakit ini sangat penting, agar penanganan bisa dilakukan sehingga dapat membantu memperpanjang harapan hidup penderita, serta menjaga kualitas hidup agar tetap baik.

7. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual akibat infeksi parasit. Area infeksi umumnya meliputi kelamin, namun kemungkinan juga dapat menyebar pada tenggorokan.

Pada pria, trikomoniasis bisa muncul tanpa gejala. Kalaupun muncul gejala, keluhan yang dirasakan adalah keluarnya cairan abnormal dari kelamin, area vagina yang kemerahan dan gatal, serta rasa terbakar saat berkemih.

Artikel Lainnya: Pasca Operasi Gigi, Bolehkah Melakukan Seks Oral?

2 dari 3 halaman

Tips Seks Oral yang Aman bagi Kesehatan

Dengan risiko penyakit menular seksual, Anda harus lebih waspada dalam melakukan seks oral. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

1. Tidak Berganti-ganti Pasangan Seksual

Semakin sering berganti pasangan seksual, semakin besar pula risiko mengalami penyakit menular seksual. Oleh karena itu, pastikan hanya memiliki satu pasangan seksual agar Anda terhindar dari risiko tersebut.

2. Rutin Periksa Kesehatan

Banyak infeksi menular seksual yang tidak menimbulkan gejala. Demi keamanan bersama, sebaiknya Anda dan pasangan rutin memeriksakan kesehatan ke dokter atau rumah sakit.

3. Gunakan Pelindung

Memakai pelindung dengan cara yang tepat saat berhubungan intim, termasuk saat seks oral, dapat menurunkan risiko penularan penyakit. Pelindung seperti kondom atau dental dam dapat menjadi pilihan Anda.

4. Obati Sebelum Terlambat

Jika mengalami gejala, segera berobat ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pastikan untuk menjalani pengobatan hingga tuntas.

Pasangan seksual Anda juga perlu diperiksa, untuk mengetahui apakah sudah tertular atau belum. Selama masa pengobatan, sebaiknya hindari melakukan aktivitas seksual apapun dengan pasangan.

5. Vaksinasi

Sudah tersedia vaksinasi untuk memberikan perlindungan dari virus HPV. Maka, pastikan Anda melakukan vaksinasi HPV secara lengkap dan sesuai jadwal untuk memperoleh manfaatnya.

Oral seks memang dapat mencegah kehamilan. Namun bukan berarti posisi seks yang satu ini membuat Anda terbebas dari risiko penyakit menular seksual.

Tetap waspada, tetap jaga kesehatan Anda. Segera konsultasikan kepada dokter menggunakan layanan LiveChat 24 jam apabila curiga mengalami gejala infeksi menular seksual. Temukan fakta medis lain seputar seks dan reproduksi dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar