Sukses

Ini yang Terjadi pada Tubuh Akibat Kekurangan Elektrolit

Elektrolit dibutuhkan tubuh agar dapat berfungsi dengan optimal. Lantas, apa jadinya jika tubuh kekurangan elektrolit? Ini fakta medisnya!

Elektrolit adalah zat yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan cairan yang dapat menghantarkan listrik. Tubuh memerlukannya guna menghantarkan listrik ke seluruh sel, agar bisa bekerja dengan normal.

Ada begitu banyak elektrolit dalam tubuh. Beberapa di antaranya, yaitu natrium, klorida, dan magnesium.

Natrium merupakan elektrolit yang berperan dalam keseimbangan air, fungsi saraf, dan kontraksi otot. Klorida berperan dalam pertukaran oksigen dan karbondioksida dalam darah merah. 

Sedangkan magnesium merupakan elektrolit yang terlibat dalam berbagai kegiatan metabolisme tubuh.

Tubuh yang klorida, magnesium, dan magnesium lebih berisiko mengalami gangguan fungsi jantung dan paru-paru. Kadar elektrolit tidak seimbang juga akan memengaruhi metabolisme dan kebugaran tubuh. 

Artikel Lainnya: Apa Akibatnya Jika Anak Kurang Cairan?

1 dari 3 halaman

Faktor dan Penyebab Kekurangan Elektrolit

Kekurangan salah satu jenis elektrolit dapat menimbulkan masalah. Kadar magnesium yang rendah dapat mengancam keselamatan jiwa. 

Pertanyaannya, faktor apa yang menyebabkan kadar elektrolit dalam tubuh tidak seimbang? Berikut di antaranya:

1. Usia

Kebutuhan elektrolit setiap orang berbeda-beda, tergantung pada usia. Pasalnya, usia akan memengaruhi luas permukaan tubuh, metabolisme, dan berat badan. 

Bayi dan anak lebih mudah menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dibandingkan orang dewasa. 

Untuk usia lanjut, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit bisa terjadi karena gangguan fungsi ginjal dan jantung.

2. Iklim

Tinggal di daerah dengan suhu tinggi dan kelembapan udara yang rendah membuat seseorang lebih mudah berkeringat. Kondisi ini membuat mereka lebih mudah kehilangan cairan dan elektrolit.

3. Menderita Penyakit

Beberapa keadaan yang membuat keseimbangan elektrolit dalam tubuh terganggu, misalnya penyakit diare, ginjal, dan muntah tanpa henti. 

Karena itu pasien yang menderita ketiga penyakit tersebut akan diberi cairan elektrolit oleh dokter.

Artikel Lainnya: 4 Minuman Ini Ampuh Gantikan Cairan Tubuh saat Diare

2 dari 3 halaman

Gejala dan Akibat Tubuh Kekurangan Elektrolit

Gejala akibat tubuh kekurangan elektrolit dapat bervariasi, dari ringan sampai berat. Secara umum, berikut ini adalah tanda dan gejala tubuh yang kekurangan elektrolit:

  • Detak jantung tidak teratur, dan berdebar-debar.
  • Kelelahan. 
  • Kejang
  • Mual, dan muntah.
  • Haus terus-menerus.
  • Diare, atau sulit buang air besar (sembelit).
  • Kesemutan, kram perut atau otot.
  • Kelemahan otot.
  • Sakit kepala
  • Kebingungan. 
  • Penurunan kesadaran.

Segera berobat ke dokter jika Anda merasakan gejala-gejala di atas. Gangguan elektrolit yang tidak segera ditangani dapat mengancam keselamatan. 

Dengan pemeriksaan ke dokter begitu merasakan gejala, Anda akan diberikan tata laksana sesuai dengan penyebab dan kadar elektrolit dalam tubuh. 

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan darah untuk menegakkan diagnosis. 

Selain itu, dokter juga mungkin akan memeriksa fungsi ginjal; dan melakukan pemeriksaan rekam jantung (EKG) guna mengetahui detak, ritme dan perubahan pada denyut jantung. 

Artikel Lainnya: Kapan Dehidrasi Perlu Diinfus? Ini 6 Bahaya Dehidrasi!

Setelah pemeriksaan, dokter mungkin akan memberikan Anda cairan elektrolit intravena, obat-obatan, atau suplemen yang sesuai. 

Dokter pun akan menyarankan pasien untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh; dan mengonsumsi makanan bergizi yang bantu menyeimbangkan elektrolit tubuh, seperti keju, pisang, tomat, seledri, dan rumput laut.

Perhatikan ciri-ciri tubuh kekurangan elektrolit. Segera periksakan ke dokter jika Anda mengalaminya. Semakin cepat diatasi, semakin kecil pula risiko komplikasi.

Apabila Anda ingin tahu lebih lanjut mengenai kekurangan elektrolit, ajukan pertanyaan secara langsung kepada dokter melalui LiveChat 24 jam. Unduh juga aplikasi Klikdokter agar tidak ketinggalan fakta kesehatan lainnya.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar