Pencernaan

Kapan Dehidrasi Perlu Diinfus?

dr. Alvin Nursalim, 20 Des 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Biasanya dehidrasi hanya perlu diatasi dengan banyak minum. Tapi, kapan dehidrasi perlu diinfus? Simak penjelasannya di artikel ini.

Kapan Dehidrasi Perlu Diinfus?

Dehidrasi atau kondisi kekurangan cairan di dalam tubuh biasanya terjadi karena kurang minum. Untuk meredakan masalah tersebut, biasanya kamu hanya perlu minum yang cukup. 

Namun, jika kondisi sudah parah, infus untuk dehidrasi bisa diperlukan.

Kalau kamu merasa sangat haus dan urine berwarna pekat, itu artinya kamu sedang dehidrasi. Bila sudah parah, kamu bisa kehilangan kesadaran akibat dehidrasi.  

Kapan sebenarnya cairan infus untuk dehidrasi dibutuhkan? Ketahui lebih lanjut, yuk.

Kondisi Dehidrasi yang Perlu Diinfus

Darah Naik ke Selang Infus, Bahayakah? (Still-AB/Shutterstock)

Dehidrasi dapat dikelompokkan menjadi tiga derajat keparahan, yaitu ringan, sedang, dan berat. Dehidrasi yang tidak segera ditangani bisa berkembang menjadi dehidrasi tingkat berat dan dapat mengancam nyawa.

Kondisi dehidrasi harus diinfus ketika sudah masuk derajat keparahan berat. Hanya saja, penentuan derajat keparahan harus berdasarkan diagnosis dokter. 

Untuk menentukannya, memang hanya bisa dilakukan dokter melalui pemeriksaan langsung. 

Pasien dehidrasi ringan dengan asupan cairan yang masih baik tidak perlu infus. Pasien bisa dirawat jalan dan disarankan untuk banyak minum air. Biasanya, dehidrasi semacam ini disebabkan diare atau mual muntah.

Namun, pada dehidrasi berat, di mana pasien mengalami penurunan kesadaran dan nafsu makan karena lemas, infus untuk dehidrasi diperlukan. 

Infus yang diberikan kepada penderita dehidrasi juga tidak sembarangan. Cairan infus yang menggunakan cairan kristaloid bisa digunakan untuk mengatasi kondisi dehidrasi tersebut.

Artikel lainnya: Berbagai Komplikasi Dehidrasi yang Harus Diwaspadai 

Hindari Dehidrasi Berat agar Tak Perlu Infus

Bahaya Klorin dalam Air Minum bagi Kesehatan Ginjal

Orang yang kekurangan cairan harus diinfus bila kondisinya sudah parah. Nah, untuk mencegah dehidrasi, terdapat beberapa hal yang dapat kamu lakukan:

  • Jangan menunggu sampai merasa haus untuk minum, biasakan minum sedikit tapi sering untuk menjaga status hidrasi tubuh
  • Pastikan air mudah dijangkau siang dan malam
  • Jangan melewatkan waktu makan
  • Minumlah minuman olahraga, susu, dan kaldu untuk memberikan cairan dan nutrisi pada tubuh

Penanganan dehidrasi tidak boleh disepelekan. Kamu harus tahu bila merasa kurang minum atau mulai haus, sehingga tingkat keparahan dehidrasi tidak bertambah dan menjadi masalah kesehatan lebih lanjut. 

Jika dehidrasi didiamkan, kamu berisiko mengalami bahaya dehidrasi, seperti gagal ginjal, gangguan elektrolit, kerja organ vital terganggu, dan sebagainya.

Segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat bila anggota keluarga atau teman menunjukkan tanda dehidrasi berat. Penanganan yang cepat diperlukan pada kasus dehidrasi berat.

Bila ingin berkonsultasi lebih lanjut, pakai fitur Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter. #JagaSehatmu dan rajin minum air putih, ya!

(FR/JKT)

Gagal Ginjal
Dehidrasi