Sukses

Alergi Kondom Mengincar Anda, Kenali Gejalanya

Siapa sangka, ternyata kondom dapat menyebabkan seseorang terkena alergi dengan dampak yang sangat bahaya! Di sini selengkapnya.

Klikdokter.com, Jakarta Hingga saat ini, kondom adalah alat kontrasepsi yang masih menjadi favorit masyarakat Indonesia. Namun ternyata, di balik manfaatnya, tahukah Anda bahwa alat ini bisa menyebabkan alergi?

Penelitian menyebutkan bahwa sekitar 1% populasi yang alergi terhadap lateks –bahan dasar kondom– bisa terkena alergi kondom. Semakin sering seseorang tepapar bahan tersebut, maka semakin besar kemungkinan alergi akan terbentuk.

Gejala awal dan paling ringan dari alergi kondom adalah gatal serta kemerahan pada daerah kemaluan, baik pada pria maupun wanita. Ini serupa dengan dermatitis atopi.

Namun alegi kondom tentu saja terjadi di area kemaluan, atau area lain yang berkontak langsung dengan kondom. Pada tingkat yang lebih parah, gatal dan kemerahan tersebut dapat berlanjut menjadi sensasi panas, ruam, hingga terasa nyeri.

Selain pada kulit, alergi kondom juga dapat menyerang sistem organ lain dan menyebabkan timbulnya keluhan sesak napas, bersin-bersin, dan rasa tidak nyaman di tenggorokan. Gejala lanjutan ini biasanya muncul 48 jam setelah kontak, sehingga jarang diketahui bahwa kondom adalah dalang di balik semua ini.

Tak hanya itu, alergi kondom juga dapat menyebabkan shock anafilaktik. Ini adalah suatu kondisi dimana tanda-tanda vital tubuh –seperti tekanan darah dan denyut nadi– melemah.

Meski sangat jarang, kondisi ini dapat terjadi pada orang yang sangat sensitif terhadap lateks. Bahkan bisa memburuk dalam waktu yang sangat pendek, sehingga perlu penanganan yang cepat.

Sungguh tidak disangka, bukan? Meski di satu sisi membantu, ternyata kondom juga bisa menyebabkan seseorang terkena alergi dengan dampak yang tidak main-main. Jika Anda mengalami gejala yang merujuk pada alergi kondom, jangan tunda untuk segera mengunjungi dokter.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar