Sukses

Bahaya Memanaskan Makanan Sisa yang Perlu Anda Tahu

Memanaskan makanan yang tidak tepat bisa menyebabkan masalah kesehatan. Ini dampaknya bagi kesehatan.

Memanaskan kembali makanan sisa adalah kebiasaan yang sulit dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Tidak dimungkiri, beberapa makanan memang akan terasa lebih enak bila disantap setelah dipanaskan.

Ada banyak alasan yang mendasari kebiasaan ini. Misalnya, karena sayang untuk membuang makanan sisa yang masih bisa dimakan, menghemat waktu dalam menyiapkan makanan, menyukai makanan yang dihangatkan kembali, dan lain-lain.

Padahal, kebiasaan tersebut memiliki dampak buruk yang jarang diketahui. Apa saja, ya, bahaya memanaskan makanan sisa?

1 dari 3 halaman

Bahaya Memanaskan Makanan Sisa

Makanan sisa yang masih bisa dikonsumsi tentu sayang untuk dibuang. Karena itu, memanaskannya kerap kali dilakukan sebagai cara untuk ‘mengembalikan’ cita rasa makanan.

Meski demikian, tidak semua jenis makanan bisa Anda panaskan begitu saja. Apabila makanan tersebut memiliki kandungan yang bereaksi negatif jika dipanaskan kembali, bukan tidak mungkin kesehatan Anda terganggu.

Selain itu, keracunan makanan juga dapat menjadi salah satu bahaya memanaskan makanan. Ini biasanya disebabkan oleh kontaminasi bakteri pada makanan Anda.

Artikel Lainnya: Makan Makanan Sisa Seminggu Lalu, Masih Amankah untuk Dimakan?

Bakteri seperti Campylobacter dapat bertahan selama beberapa jam di permukaan dapur dan berkontak dengan makanan Anda. Oleh karena itu, pastikan untuk menyimpan dengan baik makanan sisa yang memang bisa dipanaskan.

Keracunan makanan juga dilatarbelakangi oleh kontaminasi bakteri akibat dari makanan yang tidak dipanaskan secara menyeluruh.

Faktanya, kebanyakan orang terbiasa memanaskan makanan hanya menggunakan  microwave. Padahal, alat tersebut tidak dapat memanaskan makanan secara menyeluruh. Biasanya ada beberapa bagian makanan yang masih dingin dan mengandung bakteri.

2 dari 3 halaman

Makanan-Makanan Ini Tidak Boleh Dipanaskan

Kebiasaan menghangatkan makanan sisa memang sangatlah membantu. Selain menghemat waktu, Anda juga dapat menghemat biaya.

Namun, tidak semua jenis makanan dapat Anda hangatkan. Jenis-jenis makanan ini apabila dipanaskan dapat menjadi racun dan menyebabkan penyakit:

1. Bayam

Meski kaya akan berbagai vitamin dan mineral, ingatlah bahwa bayam juga mengandung nitrat.

Jika Anda menghangatkan makanan sisa ini, maka nitrat tersebut akan berubah menjadi zat toksik dan melepaskan berbagai agen karsinogenik yang dapat menyebabkan terjadinya kanker.

Artikel Lainnya: Cara Cerdas Menyimpan Makanan Sisa

Selain itu, kandungan zat besi pada sayur bayam dapat teroksidasi jika dipanaskan sehingga dapat mengubahnya menjadi radikal bebas.

2. Nasi

Anda mungkin terkejut mendapati nasi termasuk sebagai makanan yang tidak boleh dipanaskan. Namun, nasi yang sudah menjadi makanan sisa memang tidak dianjurkan untuk dihangatkan kembali.

Berdasarkan FSA, Anda dapat mengalami keracunan makanan akibat mengkonsumsi nasi yang dipanaskan. Hal ini disebabkan oleh bakteri Bacillus cereus pada nasi yang dapat memproduksi zat toksin (spora) ketika dipanaskan kembali

3. Telur

Telur merupakanan makanan yang kaya akan protein. Namun, Anda mengalami masalah serius jika mengonsumsi telur yang dihangatkan kembali. Mengapa?

Pasalnya, kandungan nitrogen pada telur dapat teroksidasi. Oksidasi dari nitrogen akan menyebabkan munculnya kanker jika sering dikonsumsi dan dalam jumlah yang banyak.

Artikel Lainnya: Berapa Lama Sebaiknya Menyimpan Makanan dalam Kulkas?

4. Ayam

Daging ayam kerap kali dihangatkan berkali-kali. Padahal, kebiasaan ini dapat merusak komposisi protein di dalamnya. Akibatnya, jika makanan sisa yang telah dipanaskan ini dikonsumsi, sistem pencernaan Anda dapat terganggu.

5. Kentang

Kentang sangat mudah disimpan dan dipanaskan ketika akan dikonsumsi. Selain itu, kentang juga kaya akan vitamin B6, kalium, dan vitamin C, yang baik untuk tubuh Anda.

Namun, jangan pernah memanaskan makanan ini berkali-kali. Sebab, hal tersebut dapat membuat kentang memproduksi bakteri Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

6. Masakan Bersantan

Berbagai makanan olahan bersantan sangat mudah ditemukan di Indonesia. Hampir setiap daerah memiliki makanan khasnya sendiri dengan bahan santan.

Namun, upayakan agar tidak memanaskan jenis makanan ini berkali-kali karena kandungan minyak di dalamnya dapat berubah menjadi lemak jahat.

Artikel Lainnya: 10 Makanan yang Tidak Boleh Dimasak dengan Microwave

7. Jamur

Jika Anda telah mengolah jamur menjadi makanan, maka makanlah sesegera mungkin. Menyimpan lalu menghangatkannya kembali akan membuat jamur menjadi toksin untuk Anda.

Selain karena rusaknya berbagai protein dan mineral, memanaskan kembali makanan ini akan mengoksidasi nitrogen yang akhirnya berubah menjadi radikal bebas.

Jika Anda terpaksa menyimpannya untuk dimakan keesokan harinya, maka pastikan Anda mengkonsumsinya dalam keadaan dingin.

8. Cold Pressed Oil

Cold pressed oil adalah minyak yang dihasilkan dari penekanan suhu rendah sehingga nutrisinya masih sangat terjaga. Cold pressed oil bisa terbuat dari kacang almon, zaitun, alpukat, dll. Minyak ini sangat kaya akan omega-3.

Namun, minyak ini sangat sensitif terhadap panas. Menghangatkannya berarti merusak kandungan omega-3 yang terkandung di dalamnya. Jadi, jangan pernah menghangatkan minyak hasil tekanan dingin ini, ya.

9. Seledri

Sama seperti bayam, daun seledri memiliki kandungan nitrat yang tinggi sehingga dapat menjadi racun ketika dipanaskan kembali.

Selain seledri dan bayam, beberapa jenis makanan yang kaya akan nitrat yang sebaiknya tidak Anda panaskan kembali, yaitu wortel, kol, brokoli, dan lobak.

Tidak semua makanan sisa berbahaya bila dipanaskan kembali. Namun, ingatlah untuk tidak langsung memasukkan makanan hangat ke dalam kulkas atau freezer, bungkus makanan sisa untuk mencegah kontaminasi, dan upayakan untuk tidak menghangatkan makanan lebih dari satu kali.

Walaupun terkesan mudah, beberapa hal di atas harus Anda perhatikan dalam memanaskan makanan. Ini penting untuk memastikan Anda dan keluarga terhindar dari potensi keracunan makanan. Semoga bermanfaat!

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar