Sukses

Statin dalam Kandungan Obat Kolesterol, Apa Itu?

Statin adalah jenis obat penurun kolesterol yang paling sering diresepkan dokter. Yuk, kenali lebih jauh mengenai obat ini.

Dislipidemia atau kadar kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Jika Anda memiliki dislipidemia, maka Anda dianjurkan untuk melakukan perubahan pola hidup dan menggunakan obat kolesterol.

Salah satu jenis obat penurun kolesterol yang perlu Anda kenali adalah obat golongan statin. Bagaimana cara kerjanya? Adakah efek sampingnya? Mari kita kenali obat kolesterol yang satu ini.

1 dari 4 halaman

Apa Itu Statin?

Terdapat banyak jenis obat kolesterol, pengobatan ditentukan berdasarkan gejala kolesterol, tapi salah satu yang paling banyak digunakan adalah golongan statin. Mekanisme utama kerja statin adalah dengan menurunkan jumlah LDL (low-density lipoprotein) atau yang biasa dikenal dengan kolesterol jahat. 

Tingkat LDL yang tinggi dapat menyebabkan pembuluh darah mengeras dan menyempit. Selain itu juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Statin dapat berinteraksi dengan jenis obat lain. Jadi jika ada obat yang dikonsumsi bersamaan dengan statin, sebaiknya itu dilakukan atas anjuran dokter. 

Dalam mengonsumsi obat ini, sebaiknya disamakan waktu minum obatnya setiap hari. Pada umumnya, dokter akan menyarankan Anda untuk minum obat kolesterol setiap malam sebelum tidur.

Artikel lainnya: Kolesterol Tinggi, Kapan Harus Minum Obat?

2 dari 4 halaman

Jenis-Jenis Obat Statin

Statin terdiri dari berbagai jenis obat yang berbeda. Golongan obat ini terus berkembang dari generasi pertama sampai obat terbaru dengan potensi penurunan kolesterol yang lebih kuat. Sampai saat ini terdapat tujuh tipe statin, yaitu:

  • Atorvastatin 
  • Fluvastatin
  • Lovastatin 
  • Pitavastatin 
  • Pravastatin 
  • Rosuvastatin 
  • Simvastatin 

Artikel lainnya: Gangguan Kolesterol Bisa Diturunkan Secara Genetik?

Siapa Saja yang Sebaiknya Mengonsumsi Statin?

American College of Cardiology dan American Heart Association menyarankan orang-orang dengan kondisi berikut untuk mengonsumsi obat statin:

  • Anda yang pernah mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah.
  • Anda dengan nilai LDL yang sangat tinggi (lebih dari 190 mg/dL).
  • Anda yang berusia 40-74 tahun, memiliki diabetes, dan nilai LDL 70-189 mg/dl juga disarankan mengonsumsi statin.
  • Anda yang berisiko tinggi mengalami serangan jantung dalam 10 tahun ke depan (dinilai menggunakan Framingham risk score yang mencakup beberapa komponen seperti kadar kolesterol, usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, tekanan darah, dll).

Artikel lainnya: Sembarangan Minum Obat Penurun Kolesterol, Ini Akibatnya

3 dari 4 halaman

Adakah Efek Samping dari Konsumsi Statin?

Kolesterol tinggi adalah salah satu faktor risiko penyakit jantung dan stroke, sehingga memerlukan penanganan yang tepat. Tapi, janganlah menggunakan statin tanpa anjuran dokter karena obat ini memiliki efek samping yang dapat saja terjadi.

Efek samping yang terjadi biasanya cukup ringan, seperti rasa tidak nyaman pada perut, pusing, rasa mual, dan nyeri otot. Efek samping yang lebih berat berupa peradangan otot atau dikenal dengan miositis.

Namun, efek samping yang paling sering dirasakan pengguna statin adalah nyeri otot. Walau umum terjadi, sering kali nyeri otot tersebut dibarengi oleh efek samping lain yang mengharuskan Anda menemui dokter. Efek samping pendamping nyeri otot tersebut dapat berupa:

Efek samping di atas dapat menjadi gejala rhabdomyolysis, kerusakan jaringan otot rangka yang memicu pelepasan serat otot ke dalam aliran darah dan bisa berujung gagal ginjal. Temui dokter jika Anda merasakan gejala tersebut setelah mengonsumsi obat-obatan statin.

Perhatikan juga bahwa statin bukanlah obat bebas. Jadi Anda hanya bisa membelinya dengan resep dokter alias tidak boleh sembarangan.  

Bagi Anda yang punya pertanyaan seputar efek samping statin atau lainnya, dapat bertanya langsung kepada dokter kami. Gunakan layanan Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter.

[NWS/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar