Sukses

Cara Mengatasi Batuk pada Anak saat Tidur

Anak yang batuk saat tidur tidak bisa mendapatkan istirahat yang berkualitas. Jangan panik, ini yang bisa Anda lakukan sebagai cara mengatasi batuk anak saat tidur.

Batuk adalah sebuah gejala dengan berbagai kemungkinan penyebab, seperti infeksi bakteri atau virus, alergi, masuknya benda asing ke saluran pernapasan, dan hal-hal lainnya.

Pada sebagian kasus, batuk terjadi tidak terlalu parah dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun pada kasus lainnya, batuk dapat terjadi dengan derajat parah, yang bahkan dapat mengganggu kenyamanan saat tidur.

Batuk parah yang dapat mengganggu tidur tentu mengkhawatirkan, apalagi jika sampai terjadi pada anak. Si kecil jadi tidak bisa tidur dengan pulas, dan hal ini berpotensi mengganggu tumbuh kembangnya.

Lantas, harus bagaimana? Adakah cara mengatasi batuk anak saat tidur? Ada!

Artikel Lainnya: Batuk pada Bayi, Apa Cara Mengatasinya dengan Obat Batuk?

Berikut ini beberapa cara mengatasi batuk pada anak saat tidur:

1 dari 6 halaman

1. Biarkan Anak Beristirahat

Biarkan anak beristirahat sebanyak mungkin pada malam hari untuk mengompensasi waktu tidurnya yang terpotong karena terbangun akibat batuk.

Jika anak terlihat mengantuk di siang hari, upayakan agar ia bisa beristirahat dengan maksimal.

Pada kondisi batuk akibat infeksi, istirahat merupakan cara yang ampuh mengatasi keluhan.

2. Atur Suhu Kamar Anak

Sebagian anak akan mengalami batuk yang lebih berat jika suhu kamar tidur sangat dingin. Kondisi ini terjadi pada anak yang memiliki bakat alergi.

Oleh karena itu, jagalah suhu kamar anak agar tetap sejuk, tidak terlalu dingin atau panas.

2 dari 6 halaman

3. Gunakan Humidifier di Kamar Anak

Letakan humidifier alias pelembap udara di kamar anak. Hal ini bertujuan agar udara di kamar anak tidak kering, sehingga dapat mengatasi batuk anak saat tidur.

Faktanya, udara yang terlalu kering dapat memicu batuk pada anak sehingga dapat semakin mengganggu waktu istirahatnya.

4. Hindari Benda Berdebu

Batuk pada malam hari, terutama jika berulang dan kronis, bisa merupakan gejala terkait alergi atau asma. Salah satu pencetus gejala alergi saluran pernapasan anak adalah tungau debu.

Jadi, pastikan kamar anak bebas debu untuk mengurang gejala batuk di malam hari. Benda-benda yang dapat menyerap debu, seperti seprai dan permadani sebaiknya dicuci secara berkala agar tidak menjadi tempat menumpuknya debu.

3 dari 6 halaman

5. Jauhkan Hewan Peliharaan dari Kamar Anak

Bulu hewan peliharaan juga dapat mencetuskan batuk karena alergi. Atas dasar itu, sebaiknya jauhkan hewan peliharaan dari kamar anak agar bulunya tidak berserakan dan membuat si kecil batuk pada malam hari.

Artikel Lainnya: Batuk Pilek pada Anak Sering Berulang, Ini Pencegahannya

6. Tinggikan Posisi Kepala Anak saat Tidur

Meninggikan kepala saat tidur juga penting untuk memposisikan saluran pernapasan secara anatomis. Hal ini dapat memudahkan anak bernapas ketika batuk menyerang, sehingga ia merasa lebih nyaman saat tidur.

4 dari 6 halaman

7. Berikan Minuman Hangat

Minuman hangat dapat mengencerkan lendir yang menempel di tenggorokan. Karenanya, orangtua perlu memberikan minuman tersebut ada anak yang batuk, termasuk saat ia terbangun di malam hari.

Hindari memberikan air dingin, karena justru dapat merangsang batuk pada anak.

8. Berikan Obat Batuk Anak

Jika gejala tak kunjung reda, Anda dapat memberikan obat batuk kepada anak sebelum ke dokter.

Berikan obat batuk khusus anak yang dijual bebas. Perhatikan pula aturan pakai agar dosis yang diberikan sesuai.

5 dari 6 halaman

9. Jika Batuk Tidak Membaik, Segera Periksakan ke Dokter

Jika batuk belum reda dalam 3 hari, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter. Hal ini bertujuan untuk memastikan penyebab batuk batuk pada anak, sehingga tindakan penanganan yang tepat dapat segera ditegakkan.

Demikian beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai cara mengatasi batuk anak saat tidur. Jika Anda punya pertanyaan atau butuh bantuan lebih lanjut terkait hal ini, tak perlu ragu untuk konsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar