Sukses

Penularan AIDS di Papua vs. Provinsi Lain di Indonesia

Angka kejadian HIV/AIDS tertinggi di Indonesia didapatkan di provinsi Papua, diikuti oleh Papua Barat, Bali, dan Jakarta. Apakah yang membedakan penularan HIV/AIDS di provinsi-provinsi tersebut?

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa provinsi Papua memiliki angka kejadian HIV/AIDS tertinggi di Indonesia. Di propinsi tersebut, kejadian kasus baru mencapai 131 per 100.000 penduduk.

Dengan kata lain, provinsi Papua memiliki angka penularan yang 15 kali lebih banyak dari rerata negara per tahunnya. Angka yang cukup tinggi, bukan?

Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikas pola penularan HIV/AIDS di Papua. Hasilnya ditemukan bahwa penularan virus tersebut sebagian besar disebabkan oleh hubungan seksual yang tidak aman.

Para pakar mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat berkontribusi terhadap tingginya angka tersebut. Seperti kurangnya aktivitas sosialisasi dan edukasi mengenai HIV/AIDS.

Selain itu juga dipengaruhi usia awal berhubungan seksual yang relatif lebih muda dibanding provinsi lainnya. Hal lain adalah karena ketidakseimbangan pola perkembangan dan eksploitasi sumber daya alam.

Mengapa pola penularan ini dianggap berbeda dibandingkan dengan provinsi lainnya? Pada dasarnya penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual yang tidak aman juga cukup tinggi di provinsi lain seperti Bali dan Jakarta.

Namun  pola penularan yang paling dominan pada provinsi tersebut adalah penggunaan jarum suntik yang terinfeksi. Hal ini menjadi pembeda yang cukup mencolok.

Lalu bagaimana cara menurunkan angka kejadian penularan HIV/AIDS? Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah dengan memberikan edukasi dan pengetahuan yang cukup.

Pemberian edukasi ini bisa difokuskan bagi populasi-populasi tertentu. Populasi yang paling perlu disasar adalah remaja, pekerja seksual, dan pengguna jasa pekerja seksual.

Dengan meningkatkan pengetahuan mengenai bahaya berhubungan seksual yang tidak aman serta cara menanggulanginya, penularan HIV/AIDS pun dapat menurun. Edukasi mengenai penggunaan kontrasepsi yang tepat dapat juga diberikan.

Saat ini, angka kejadian penularan HIV/AIDS di Indonesia masih terus meningkat. Dengan adanya strategi dan program pemerintah yang tepat, diharapkan di tahun-tahun mendatang masyarakat lebih memahami HIV/AIDS dan cara mencegah penularannya.

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar