Sukses

Waspada Penyakit Ini, Kalau Anda Sering Baper di Sosmed!

Siapa sangka, baper (terbawa perasaan) ternyata berhubungan erat dengan terjadinya berbagai penyakit berbahaya. Penasaran? Simak di sini.

Gonjang-ganjing politik menjelang pilkada kerap membuat ‘gatal’ untuk berkomentar di berbagai situs media sosial. Kritis dalam mencerna berita menjadi hal yang sangat penting saat ini.

Namun saat terus-menerus dipenuhi oleh pikiran yang sama, tanpa disadari seseorang dapat terlarut dalam emosi. Atau meminjam istilah masa kini, Anda jadi baper atau terbawa perasaan.

Sialnya, ternyata urusan baper ini bisa memengaruhi kesehatan Anda. Dari sudut pandang kesehatan jiwa, baper dapat menambah tingkat stres seseorang. Kok bisa?

Saat seseorang terlalu banyak berpikir mengenai suatu hal, tubuh mengeluarkan hormon yang dapat memicu stres. Bila tidak segera diatasi, kondisi ini akan membuat seseorang sulit mengontrol emosi, dan mudah depresi.

Itu saja? Masih ada lagi. Baper juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan lain. Tiga di antaranya adalah penuaan dini, gangguan seksual, dan penyakit jantung.

  • Baper dan penuaan dini

“Jangan kebanyakan baper, nanti cepat tua!” Ungkapan tersebut tidak bohong. Catatan medis membuktikan bahwa stres yang diakibatkan baper akan memperpendek usia telomere. Apalagi itu?

Telomere merupakan struktur dalam DNA yang berperan dalam regenerasi sel-sel tubuh. Artinya, bila ada sel-sel yang rusak, pergantiannya menjadi lambat dan sel yang ada terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.

  • Baper dan gangguan seksual

Banyak yang belum tahu bahwa baper berhubungan dengan gangguan seksual. Ketika seseorang terlalu larut pada suatu pikiran, pelepasan hormon seksualnya juga ikut terganggu.

Inilah yang kerap menjadi dasar mengapa stres dapat memengaruhi performa seksual seseorang. Merasa kehidupan seksual Anda bermasalah? Coba lebih santai agar terhindar dari sifat baper.

  • Baper dan penyakit jantung

Siapa sangka, baper juga dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan jantung. Tanpa disadari, tubuh juga memproduksi radikal bebas yang dapat merusak sel-sel di dalam tubuh.

Jika terus-menerus baper dan terbebani secara psikis, maka radikal bebas yang diproduksi di dalam tubuh semakin meningkat. Bila kadarnya berlebihan, radikal bebas akan merusak sel-sel tubuh yang sehat –termasuk sel jantung.

Akibatnya, risiko penyakit jantung akan semakin meningkat. Maka dari itu, hindari sikap terlalu baper agar kesehatan jantung Anda tetap terjaga.

Bersifat kritis terhadap suatu masalah memang terkadang diperlukan. Namun perhatikan juga batasannya. Bagaimanapun juga, kesehatan tubuh juga perlu diperhatikan.

Masih baper? Mungkin Anda perlu piknik agar pikiran lebih tenang. Saat pikiran lebih tenang, baper pun secara otomatis berkurang.

(NB/RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar