Sukses

Yakin Madu Dapat Tingkatkan Kesuburan?

Madu dikatakan memiliki segudang manfaat, termasuk untuk meningkatkan kesuburan. Fakta atau hanya mitos belaka?

Madu merupakan bahan makanan yang sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Pemanis alami ini memiliki kandungan yang dipercaya sangat bermanfaat bagi kesehatan. Bahkan, tak sedikit orang yang percaya bahwa madu dapat meningkatkan kesuburan. Bagaimana pandangan dunia medis mengenai hal ini?

Madu merupakan cairan kental dan manis yang dihasilkan oleh lebah dari nektar bunga. Sekitar 70-80% kandungannya adalah gula –seperti glukosa dan fruktosa, air, mineral (magnesium, potasium, kalsium, zat besi, zink, fosfat) dan vitamin (vitamin B dan C). Madu memiliki efek antibakterial, antiradang, dan antioksidan.

Sejak dahulu, madu sering digunakan oleh para leluhur sebagai makanan maupun terapi pengobatan. Madu bermanfaat untuk meredakan batuk akibat infeksi saluran pernapasan, menurunkan kadar lemak dalam darah, meningkatkan imunitas tubuh, meredakan luka iritasi ringan, serta meredakan peradangan kulit. Namun, terkait efektivitasnya terhadap kesuburan masih belum ada bukti ilmiah yang membuktikannya.

Penelitian yang dilakukan pada tikus untuk mengetahui efektivitas madu dalam meningkatkan kesuburan menunjukan hasil yang bertolak belakang. Namun demikian, penelitian lain mengatakan bahwa madu dapat meningkatkan jumlah sperma dan memperbaiki motilitas/gerak sperma pada tikus dewasa. Sedangkan penelitian lainnya mengatakan madu justru menurunkan jumlah dan gerak sperma, serta meningkatkan jumlah sperma yang mati.

Pada akhirnya, efektivitas madu dalam meningkatkan kesuburan masih belum dapat dibuktikan. Ini masih memerlukan penelitian yang lebih lanjut dan mendalam. Jika Anda ataupun pasangan mengalami gangguan kesuburan, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk dicari tahu penyebab dan cara mengatasinya.

(NB/RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar