Sukses

Bukan Anemia, Ini Fakta Mengenai Tekanan Darah Rendah

Meski tak sepopuler hipertensi, bukan berarti tekanan darah rendah tidak berbahaya. Berikut fakta tekanan darah rendah yang wajib diketahui.

Selama ini, masyarakat cenderung khawatir dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi karena penyakit tersebut bisa menyebabkan kematian mendadak. Kendati demikian, tekanan darah rendah alias hipotensi juga patut Anda berikan atensi. Pasalnya, kondisi ini bisa membuat penderitanya kehilangan kesadaran!

Tekanan darah rendah adalah adalah kondisi yang terjadi ketika tekanan darah berada di bawah 90/60 mmHg. Keadaan ini menjadi pertanda ada sesuatu yang tidak beres di dalam tubuh. Hipotensi tidak selalu bergejala, terutama jika tubuh sudah terbiasa dengan kondisi tersebut.

“Di sisi lain, tekanan darah rendah juga dapat menyertai berbagai penyakit tertentu. Misalnya dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), gangguan jantung, gangguan hormon, perdarahan, infeksi berat, reaksi alergi berat, dan pengaruh obat-obatan tertentu,” ujar dr. Alvin.

1 dari 3 halaman

Fakta Tekanan Darah Rendah

Selain hal-hal di atas, masih ada beberapa fakta terkait tekanan darah rendah. Berikut adalah tujuh fakta tersebut:

  1. Tekanan Darah Rendah Berbeda dengan Anemia

Sebagian orang kerap menyamaratakan antara anemia dengan tekanan darah rendah. Padahal, keduanya berbeda. Anemia adalah suatu kondisi ketika Anda tidak memiliki cukup sel darah merah yang ditunjukkan dengan rendahnya kadar hemoglobin (Hb). Sel darah merah itu sendiri bertugas untuk membawa oksigen ke berbagai jaringan tubuh. 

Artikel lainnya: Beda dengan Anemia, Ini Cara Atasi Darah Rendah 

Adapun, hipotensi—seperti disebutkan di atas—adalah kondisi tekanan pembuluh darah saat jantung memompa darah berada di bawah rentang normal, yaitu <90/60 mmHg. Dengan demikian, tekanan darah rendah tak ada hubungannya kekurangan sel darah merah. 

  1. Gejala Tekanan Darah Rendah

Dijelaskan dr. Alvin Nursalin, Sp.PD, meski bisa tidak menimbulkan gejala, pada beberapa orang, tekanan darah rendah memiliki beberapa tanda. Yaitu, pusing, rasa melayang, lemas, pandangan kabur, mual, keringat dingin, pandangan kabur, dan lemas. Apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, penderitanya bisa hilang kesadaran alias pingsan.

Untuk mengetahui apakah Anda benar-benar mengalami tekanan darah rendah atau tidak, dokter akan mengukur tekanan darah menggunakan alat tensimeter. Bila setelah dilakukan 2-3 kali pengukuran berulang di kala istirahat dan di waktu yang berbeda tekanan tetap di bawah angka normal, Anda baru akan didiagnosis mengalami hipotensi.

  1. Kelompok Berisiko Alami Tekanan Darah Rendah

Pada dasarnya, tekanan darah dapat dialami oleh semua orang. Namun, dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter beberapa orang di bawah ini ternyata memiliki potensi yang lebih besar untuk mengalami hipotensi. Adapun orang-orang yang dimaksud, antara lain:

  • Wanita hamil. 
  • Orang dengan penyakit jantung.
  • Orang dengan sedang bed rest.
  • Anak-anak.
  • Orang yang mengonsumsi obat darah tinggi seperti diuretik.
  • Orang yang habis mengalami perdarahan hebat pasca operasi atau kecelakaan. 
  • Sedang dehidrasi
  • Orang dengan reaksi alergi yang berat (syok anafilaksis).
  • Memiliki infeksi berat. 
  • Orang dengan masalah hipotiroid (kelenjarnya tidak bisa memproduksi hormon tiroid dalam jumlah cukup, sehingga mudah lelah). 

Artikel lainnya: Mengenal Bahaya Tekanan Darah Rendah pada Kesehatan 

  1. Kapan Darah Rendah Perlu Dikhawatirkan?

Tekanan darah rendah perlu dikhawatirkan apabila menyebabkan keluhan atau gejala tertentu, misalnya pusing yang hebat dan pingsan. Tekanan darah yang turun secara mendadak dapat disebabkan oleh kondisi syok. Kondisi syok ini perlu untuk mendapatkan evaluasi dari dokter sesegera mungkin.

2 dari 3 halaman

Fakta Hipotensi dengan Kematian

  1. Faktor yang Memperburuk Hipotensi

Agar Anda terhindar dari komplikasi tekanan darah rendah, sebaiknya hindari hal-hal yang dapat memperparah kondisi tersebut, yaitu:

  • Berdiri dalam jangka waktu lama.
  • Mengubah posisi tubuh secara tiba-tiba.
  • Konsumsi minuman yang mengandung kafein menjelang tidur.
  • Terlalu banyak konsumsi minuman beralkohol.

Artikel Lainnya: Tekanan Darah Normal Berdasarkan Usia

  1. Bisakah Menyebabkan Kematian Seperti Hipertensi?

Saat terjadi tekanan darah rendah, oksigen yang dialirkan dari jantung ke seluruh tubuh mengalami gangguan. Ini berarti, tubuh juga berisiko mengalami kekurangan pasokan oksigen sehingga organ-organ tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

Orang yang berada pada kondisi ini akan mengalami penurunan kesadaran hingga kematian mendadak jika kondisi ini tidak segera diatasi.

  1. Tekanan Darah Rendah Bisa Dicegah

Tenang, meski sama-sama bisa menyebabkan kematian mendadak saat tidak tertangani dengan baik, tetapi ada beberapa langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan, yaitu:

  • Lakukan perubahan posisi tubuh dengan perlahan, misalnya dari tidur ke duduk atau duduk ke berdiri.
  • Berikan penyangga di bagian bawah kepala agar posisi kepala lebih tinggi ketika berbaring.
  • Perbanyak asupan minum air putih.
  • Konsumsi garam lebih banyak.
  • Konsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi.
  • Olahraga teratur yang memicu kerja otot dan jantung seperti berenang dan lari.
  • Jika terdapat perdarahan, segera hentikan.
  • Atasi dulu penyebab tekanan darah rendah, seperti alergi, infeksi, atau penyakit jantung.

[bacajuga:Baca Juga](3623785 3615192 3632908)

Itu dia beberapa fakta terkait tekanan darah rendah. Apabila orang di sekitar atau bahkan Anda sendiri mengalami sejumlah gejala, seperti ujung jari yang dingin, kulit pucat, serta napas yang semakin pendek dan cepat, segeralah minta pertolongan kepada petugas medis. Sebab, itu merupakan tanda-tanda tekanan darah rendah yang gawat. 

[HNS/RPA]

1 Komentar