Sukses

Begini Cara Kerja Hati dalam Membuang Racun di Tubuh

Salah satu fungsi hati adalah untuk menetralisir racun dalam tubuh. Tapi, bagaimanakah hati dapat mendetoksifikasi racun dalam tubuh?

Tubuh kita terdiri dari berbagai organ. Salah satu organ yang sangat penting bagi tubuh adalah hati. Secara garis besar, hati manusia terdiri dari dua bagian yaitu lobus kanan dan lobus kiri. Hati memiliki berbagai fungsi yang salah satunya adalah untuk menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh. Nah, bagaimanakah hati dapat mendetoksifikasi racun dalam tubuh?

Setiap zat makanan, minuman, atau obat yang masuk melalui saluran pencernaan pada awalnya akan melawati proses pencernaan dalam lambung dan usus. Setelah dicerna, zat-zat tersebut akan diserap oleh usus dan masuk ke dalam pembuluh darah usus. Selanjutnya, zat tersebut akan dibawa oleh dara masuk ke dalam hati. Sebelum zat tersebut disirkulasikan ke seluruh tubuh, zat tersebut terlebih dahulu melalui proses detoksifikasi di dalam hati.

Hati mengandung jenis sel khusus yang mampu memakan zat racun. Sel ini disebut sebagai sel kupfer. Sel kupfer akan mendetoksifikasi racun dalam darah dengan bantuan enzim dan zat kimia khusus yang disebut xenobiotik. Melalui  beberapa tahap, enzim dan zat kimia dalam sel hati akan mengurai atau mengubah sifat dari zat racun sehingga dapat dikeluarkan melalui urine. Berbagai zat yang dapat didetoksifikasi oleh hati selain dari zat makanan adalah amonia, sisa metabolisme tubuh, obat-obatan, alkohol, dan zat kimia lainnya. 

Akan tetapi, perlu diingat bahwa kapasitas hati dalam menetralisir racun dalam tubuh terbatas. Jika racun yang masuk ke dalam tubuh berlebihan, hati pastinya akan “kewalahan” dalam mendetoksifikasi racun tersebut karena melebihi kapasitas kemampuannya. Jika hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, kerusakan hati dapat terjadi sehingga fungsi hati secara umum akan menurun.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga pola makan yang sehat, membersihkan makanan sebelum dikonsumsi untuk menghilangkan zat pestisida pada makanan, menghindari penggunaan zat kimia yang berbahaya seperti pewarna tekstil atau penggunaan pengawet secara berlebihan, menghindari konsumsi narkoba serta suplemen dan obat-obatan yang tidak jelas keamanannya. Jika perlu, minumlah suplemen khusus untuk kesehatan hati Anda. Dengan demikian, kita dapat menjaga kesehatan hati sehingga hati dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

0 Komentar

Belum ada komentar