Sukses

Makan Biji Jambu Bisa Sebabkan Usus Buntu?

Terkadang ketika makan jambu, kita malas memisahkan biji-bijinya yang kecil dan menelannya. Orang pun menganggap kebiasaan tersebut dapat mengakibatkan usus buntu. Benarkah?

“Kalau makan jambu, jangan telan bijinya nanti bisa usus buntu.” Anda tentu sering mendengar nasihat seperti itu, bahkan turun-temurun dari orangtua. Terkadang ketika makan jambu, kita malas memisahkan biji-bijinya yang kecil dan menelannya. Tapi, apakah kebiasaan ini memang berbahaya?

Apa itu usus buntu?

Usus buntu atau apendiks merupakan bagian dari usus yang berbentuk seperti usus besar, seukuran jari kelingking yang terletak di perut sebelah kanan bawah (walaupun bisa juga di sebelah kiri, namun jarang).

Jika terjadi peradangan pada usus buntu, maka terjadilah apendisitis yang menyebabkan nyeri pada perut kanan bawah. Nyeri biasanya bermula dari pusar dan berpindah ke perut bagian bawah.

Apakah biji jambu dapat menyebabkan usus buntu?

Ini hanyalah mitos belaka. Menelan biji jambu tidak dapat sebabkan Anda terkena peradangan pada usus buntu. Biji jambu berukuran kecil dan ketika masuk ke dalam tubuh akan hancur oleh asam lambung dan enzim pencernaan, sehingga tidak mungkin menyumbat usus buntu.

Apa saja gejala usus buntu?

Beberapa gejala usus buntu adalah:

•   Nyeri yang tiba-tiba pada perut kanan bawah.

•   Nyeri biasanya dimulai pada pusar kemudian pindah ke perut kanan bawah.

•   Nyeri bertambah berat ketika Anda batuk atau berjalan.

•   Mual dan muntah.

•   Berkurangnya nafsu makan.

•   Demam.

•   Susah BAB atau diare.

•   Rasa begah atau penuh pada perut.

Apakah penyebab usus buntu?

Sumbatan pada usus buntu dapat menyebabkan peradangan dan infeksi pada usus buntu. Sumbatan biasanya disebabkan oleh feses atau BAB yang tertahan. Feses yang tersumbat tersebut akan membuat bakteri datang, dan terjadilah infeksi serta pembengkakan pada usus buntu.

Bagaimana penanganan usus buntu?

Penanganan infeksi usus buntu adalah dengan tindakan pembedahan. Selain tindakan pembedahan, dokter juga akan memberikan obat-obatan seperti pengurang rasa nyeri dan antibiotika.

Untuk mencegahnya, Anda dianjurkan untuk menjalani pola makan yang tinggi serat. Perbanyak buah dan sayuran agar BAB lancar. Jangan lupa juga untuk rutin berolahraga dan minum air putih yang cukup. Karena BAB yang tidak lancar dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi usus buntu. 

0 Komentar

Belum ada komentar