Sukses

Yoga Prenatal untuk Ibu Hamil

Yoga prenatal merupakan jenis kegiatan yang dapat dilakukan oleh ibu hamil untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Yuk, simak pembahasan yoga prenatal untuk ibu hamil bersama dr. Citra Roseno berikut ini.

Yoga prenatal adalah sebuah kegiatan yang dapat dillakukan oleh ibu hamil yang ingin tetap menjaga kebugarannya.

Selain dapat menjaga kebugaran, yoga prenatal juga dapat membantu tubuh lebih siap menghadapi persalinan dan turut serta dalam menjaga kesehatan janin.

Beberapa manfaat yoga prenatal bagi ibu hamil, antara lain:

  • Meningkatkan kualitas tidur
  • Mengurangi stres dan kecemasan
  • Meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan ketahanan otot tubuh sehingga dapat mempermudah proses persalinan
  • Mengurangi nyeri punggung bawah, mual, sakit kepala, dan sesak napas pada kehamilan
  • Meningkatkan rasa percaya diri ibu hamil untuk menghadapi persalinan

Secara sosial, kelas yoga prenatal juga menjadi ajang pertemuan bagi sesama ibu hamil sehingga ibu hamil dapat saling berbagi informasi dan turut mengurangi stres dalam kehamilan.

Jika ibu hamil ingin melakukan yoga prenatal ini, waktu yang dianjurkan adalah setelah memasuki usia kehamilan 14 minggu, ketika rata-rata ibu hamil lebih kuat, dan keluhan mual-muntah sudah berkurang. Bila sebelum hamil sang ibu sudah terbiasa mengikuti kelas yoga, para ibu hamil dapat dengan mudah menemukan video yoga yang dilakukan oleh instruktur yang  sudah terlatih untuk di praktikan sendiri di rumah.

Pada umumnya, kelas yoga prenatal meliputi beberapa aktivitas berikut:

  • Latihan pernapasan (pranayama)

Gerakan ini difokuskan pada menarik dan mengeluarkan napas secara dalam melalui hidung. Latihan ini dapat membantu mengatasi sesak napas pada kehamilan, serta membantu menghadapi kontraksi yang terjadi ketika persalinan.

  • Peregangan

Gerakan ini merupakan gerakan meregangkan berbagai area tubuh, seperti leher dan lengan, hingga mencapai rentang gerak maksimal. Namun perlu diingat, hormon relaksin pada kehamilan akan membuat rahim dapat membesar, serta turut meningkatkan elastisitas jaringan ikat. Oleh karena itu, hindari gerakan meregang yang berlebihan karena risiko cedera akan ikut meningkat.

  • Postur (asana)

Gerakan ini merupakan gerakan dalam berbagai postur berdiri, duduk, atau berbaring yang bertujuan untuk membangun kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan tubuh.

  • Pendinginan dan relaksasi

Tujuan dari gerakan ini adalah untuk merelaksasi otot, mengembalikan denyut nadi dan irama napas istirahat, membuat ibu lebih memahami tubuh dengan mendengarkan suara napas sendiri, merasakan sensasi tubuh, serta menenangkan pikiran dan emosi.

Jenis yoga yang perlu dihindari oleh ibu hamil adalah kelas yoga bikram, atau hot yoga. Pasalnya, kelas yoga bikram atau hot yga ini dapat menimbulkan risiko hipertermia. Selain itu, jenis ashtanga yoga dan power yoga juga harus dihindari, terutama pada ibu hamil yang tidak terlatih untuk melakukan yoga.

Kemudian, ibu hamil juga perlu memperhatikan hal-hal berikut ketika melakukan yoga:

  • Lakukan yoga di ruangan yang berventilasi baik agar udara tidak terlalu panas.
  • Mengonsumsi banyak minum untuk menghindari dehidrasi
  • Hindari gerakan yang memberikan tekanan pada daerah perut
  • Hindari gerakan berbaring pada punggung setelah trimester pertama, karena gerakan ini dapat mengurangi aliran darah menuju rahim
  • Tetapkan target yang realistis. Bagi mayoritas ibu hamil, durasi yang aman untuk yoga adalah selama 30 menit dengan intensitas beberapa kali seminggu
  • Ikuti kelas yoga yang dengan instruktur berpengalaman dalam yoga prenatal
  • Diskusikan dengan dokter sebelum beraktivitas apabila ibu hamil memiliki risiko kelahiran prematur, memiliki masalah medis pada jantung atau tulang punggung, riwayat perdarahan pervaginam, mengalami penurunan gerak janin atau kontraksi dini

0 Komentar

Belum ada komentar