Sukses

Cara Memperbesar Payudara dengan Implan

Implan payudara kerap menjadi pilihan saat ukuran payudara dirasa kurang besar atau kurang kencang. Bagaimana prosedur pemasangan implan payudara?

Implan untuk memperbesar payudara kerap menjadi pilihan bagi beberapa wanita. Tindakan operasinya dilakukan dengan memasukkan implan ke payudara agar lebih penuh.

Selain memperbesar ukuran payudara yang kecil, tujuan prosedur implan payudara lainnya ialah mengembalikan volume payudara yang hilang karena kehamilan, menyusui atau penurunan berat badan; menyamakan bentuk payudara, dan rekonstruksi payudara setelah mastektomi atau trauma.

1 dari 4 halaman

Jenis-Jenis Implan Payudara

Dalam operasi pemasangan implan payudara, terdapat dua jenis implan yang tersedia yaitu saline dan silikon.

Baik saline maupun silikon, keduanya sama-sama terbungkus kantung silikon, yang berbeda hanya bahan dan konsistensinya.

Artikel Lainnya: Implan dan Filler Payudara, Mana Lebih Berbahaya?

  • Saline

Implan payudara berbahan saline terdiri dari cairan garam steril. Ketika dimasukkan ke payudara, implan payudara berbahan saline kosong dan kemudian diisi di dalam payudara.

  • Silikon

Implan payudara berbahan silikon terdiri dari silikon gel, yaitu suatu cairan tebal dan lengket yang menyerupai lemak.

Kebanyakan wanita merasakan implan payudara silikon terlihat dan terasa lebih alami seperti jaringan payudara alami.

2 dari 4 halaman

Prosedur Pemasangan Implan Payudara

Terdapat beberapa cara memasang implan untuk memperbesar payudara, yaitu:

  • Dibuat sayatan di bawah lipatan payudara untuk memasukkan implan. Pascaoperasi, dapat terlihat adanya bekas luka operasi, terutama jika Anda memiliki postur tubuh yang kurus, berusia muda, atau belum pernah melahirkan.
  • Pemasangan implan untuk memperbesar payudara dengan membuat sayatan di bawah lengan. Dokter akan melakukan prosedur ini melalui endoskopi, yaitu kamera dan instrumen operasi.
  • Sayatan operasi dilakukan pada tepi puting untuk memasukkan implan. Pemilihan prosedur ini dapat berisiko menyebabkan gangguan menyusui dan hilangnya sensasi di sekitar puting payudara.

Syarat Implan Payudara

Anda boleh melakukan prosedur implan untuk memperbesar payudara jika:

  • Sehat fisik.
  • Payudara telah berkembang sempurna.
  • Ukuran dan bentuk payudara tidak simetris (berbeda).
  • Salah satu atau kedua payudara tidak dapat berkembang normal.
  • Ingin mengubah bentuk atau ukuran payudara dengan alasan tertentu.

Artikel Lainnya: Apakah Implan Payudara Bisa Pengaruhi Kualitas ASI?

3 dari 4 halaman

Risiko dan Bahaya Implan Payudara

Berikut ini beberapa risiko dan konsekuensi dalam prosedur implan payudara:

  • Muncul jaringan parut yang mengganggu bentuk implan payudara (kapsula kontraktur).
  • Nyeri payudara.
  • Infeksi.
  • Perubahan sensasi pada puting dan payudara, biasanya sementara.
  • Kebocoran atau ruptur implan payudara.

Selain itu, dapat pula terjadi robekan implan, yaitu:

  • Ruptur Implan Payudara Saline

Jika terdapat robekan pada implan payudara jenis ini, maka implan akan langsung mengempis, serta menyebabkan perubahan ukuran dan bentuk payudara.

Cairan saline yang bocor akan diserap tubuh tanpa adanya risiko berarti. Namun, operasi tetap dibutuhkan untuk mengambil kantung silikon.

Artikel Lainnya: Payudara Besar atau Kecil, Mana yang Lebih Ideal?

  • Ruptur Implan Payudara Silikon

Jika terdapat robekan pada implan silikon, maka silikon akan terjebak di dalam jaringan parut. Hal ini dapat menyebabkan nyeri pada payudara atau perubahan bentuk dan kontur payudara.

Hasil dari prosedur implan payudara dapat bertahan lama. Namun, tidak menutup kemungkinan tindakan operasi diperlukan lagi untuk mengganti salah satu atau kedua implan.

Beberapa kondisi seperti kehamilan, penurunan berat badan, dan menopause akan memengaruhi payudara yang telah dipasang implan.

Sebelum memutuskan untuk menerima operasi implan payudara, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis bedah plastik yang berkompeten melakukan tindakan ini.

Gunakan LiveChat di aplikasi KlikDokter untuk konsultasi dengan dokter spesialis lebih mudah.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar