Sukses

Haruskah Tidur 8 Jam per Hari?

Anda pergi ke dokter dan diberitahu bahwa Anda harus tidur cukup paling tidak 8 jam sehari. Apakah itu betul? Simak selengkapnya disini bersama dr. Nadia Octavia.

tidur puasa sehat kurang jam tidurKLIKDOKTER.com - Anda pergi ke dokter dan diberitahu bahwa Anda harus tidur cukup paling tidak 8 jam sehari. Apakah itu betul?

Ketahuilah, secara rata-rata memang bisa ditarik kesimpulan 8 jam tidur dalam seharinya bagi manusia pada umumnya. Namun demikian pada prinsipnya banyak faktor yang berperan dalam hal tersebut, diantaranya:

1. Usia
2. Kondisi biologis, seperti kehamilan, dan lainnya
3. Kondisi dalam pengaruh obat-obatan.
4. Gangguan tidur
5. Keturunan

Untuk membahasnya satu per satu, klik 'next' untuk selengkapnya.

1 dari 6 halaman

1. Faktor Usia.

jumlah waktu jam tidurJumlah waktu tidur yang cukup sangat bergantung pada usia, sebagai contoh:
  • Balita dan usia prasekolah:
    Membutuhkan waktu tidur 9-10 jam di malam hari dan beberapa jam untuk tidur siang.

  • Anak usia sekolah:
    Termasuk remaja, membutuhkan waktu tidur 9-11 jam di malam hari.

  • Pada usia dewasa:
    waktu tidur yang dibutuhkan adalah 7-8 jam sehari di malam hari.

klik 'next' untuk selanjutnya.

2 dari 6 halaman

2. Faktor Kondisi Kehamilan

hamil sehat tidurPerubahan fisik pada wanita terutama di masa awal kehamilanmeningkatkan kebutuhan untuk tidur.

Namun di sisi lain, ada beberapa kondisi kehamilan yang juga memicu kesulitan tidur, diantaranya seperti:

  • mual,
  • muntah,
  • sering buang air kecil,
  • nyeri pinggang
  • kaki kram

Untuk mengantisipasinya diperlukan kerjasama dengan suami agar kondisi kehamilan yang ada tidak mengganggu kebutuhan tidur calon ibu.

Klik 'next' untuk selanjutnya.

3 dari 6 halaman

3. Kondisi Kesehatan dan Obat-obatan Tertentu

tidur obat sakitOrang yang menderita asma kronis atau bronkitis cenderung memiliki kesulitan untuk tidur dibandingkan orang yang sehat, baik karena kesulitan mereka untuk bernafas atau karena obat-obatan yang mereka konsumsi.

Kondisi medis lainnya seperti:

  • arthritis,
  • gagal jantung kongestif,
  • refluks lambung dan
  • anemia juga seringkali memiliki kesulitan untuk tidur.

Pada beberapa keadaan, kondisi tubuh seperti penumpukan lemak di perut menjadi faktor pemicu gangguan tidur. (Baca: Susah Tidur? Coba Hilangkan Lemak di Perut Anda!)

Klik 'next' untuk selanjutnya.

4 dari 6 halaman

4. Gangguan Tidur

insomnia susah tidurJika Anda kurang tidur, waktu yang Anda butuhkan untuk tidur akan meningkat.

Dan jika Anda secara konsisten melewatkan waktu tidur, ‘hutang’ tidur Anda akan mengganggu dan mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup Anda.

Jika Anda terlalu banyak memiliki ‘hutang’ tidur, maka tidur panjang saat akhir pekan tidak akan menghapus ‘hutang’ tidur Anda.

Hal tersebut justru akan mengganggu jam biologis Anda, sehingga Anda akan memiliki kesulitan untuk tidur di malam haridan bangun tepat waktu pada pagi hari.

Klik 'next' untuk selanjutnya.

5 dari 6 halaman

5. Genetik

Diperkirakan terdapat 1% dari populasi hanya membutuhkan waktu tidur 6 jam atau kurang untuk tidur di malam hari tanpa adanya dampak penyakit. Kebutuhan tidur yang lebih sedikit ini menurun pada keluarga, di mana mengindikasikan bahwa faktor genetik juga berperan dalam durasi waktu tidur.

Suatu studi menunjukkan bahwa tidur kurang dari 7 jam atau lebih dari 9 jam pada malam hari berkaitan denganpeningkatan rIsiko penyakit jantung dan psikiatri seperti gangguan mood dan risiko kematian yang lebih tinggi.

Cobalah untuk tidur dengan waktu yang cukup. Jika Anda mengalami kesulitan untuk tidur di malam hari, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter.

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar