Sukses

Penyebab Keputihan pada Wanita

Keputihan yang tidak normal pada wanita bisa mengkhawatirkan. Apa penyebab keputihan? Apakah berbahaya? Simak lengkapnya berikut ini!

Keputihan ialah sebutan untuk cairan yang keluar dari vagina. Sebagian besar wanita memproduksi cairan vagina normal setiap hari. Jika keputihan sering terjadi, bisa jadi ada masalah dengan tubuh.

Keputihan sendiri memiliki dua jenis, yaitu normal dan abnormal. Keputihan normal biasanya berjumlah sedikit, cair, bening, tidak bau, dan tidak menimbulkan gatal.

Sedangkan, keputihan abnormal dapat menimbulkan bau amis, gatal, dan jumlahnya cukup banyak.

Umumnya, wanita akan mengalami keputihan normal menjelang menstruasi. Namun, ada juga yang mengalami keputihan di waktu-waktu tertentu. 

Ada beberapa penyebab keputihan tidak normal pada wanita, yakni:

1 dari 4 halaman

1. Vaginosis Bakterialis

Pada vagina wanita, terdapat banyak mikroorganisme yang hidup secara seimbang dan membuat vagina sehat. Jika kondisi keseimbangan ini terganggu, dapat timbul keputihan yang dikenal dengan vaginosis bakterialis.

Penyebab keputihan pada wanita ini adalah bakteri Gardnerella vaginalis yang berlebihan jumlahnya.

Ciri-ciri keputihan vaginosis bakterialis adalah cairan keputihan berwarna putih abu-abu, berbau amis, juga menimbulkan nyeri, gatal, atau rasa panas pada vagina.

Artikel Lainnya: Mengalami Keputihan saat Sudah Menopause, Normalkah?

2. Radang Panggul 

Radang panggul atau biasa disebut pelvic inflammatory disease merupakan radang yang diakibatkan oleh infeksi. Radang panggul umumnya menyerang organ reproduksi wanita bagian dalam, seperti rahim dan ovarium.

Selain menyebabkan keputihan berlebihan, radang panggul juga bisa mengganggu kesuburan jika tidak diobati dengan benar. 

3. Infeksi Jamur 

Infeksi jamur di vagina menyebabkan keputihan berwarna putih kekuningan berupa gumpalan seperti kepala susu, gatal, panas, serta nyeri setelah berkemih dan saat berhubungan seksual.

Jamur Candida merupakan jenis jamur yang umumnya menyebabkan keputihan pada vagina.

Jika kondisi vagina sering lembap, perkembangan jamur ini akan sangat mudah terjadi dan akhirnya menjadi penyebab keputihan. Oleh karena itu, kebersihan area kewanitaan memegang peranan penting dalam mengatasi infeksi jamur.

Selain kondisi vagina lembap, penggunaan antibiotik atau faktor lainnya juga bisa memengaruhi keseimbangan alami bakteri di daerah vagina. 

2 dari 4 halaman

4. Kanker Serviks 

Penyakit mematikan seperti kanker serviks juga bisa menjadi penyebab keputihan banyak.

Umumnya kanker serviks tidak memiliki gejala, khususnya pada tahap awal. Kanker serviks akan menimbulkan keluhan jika sudah masuk stadium lebih tinggi. 

Apabila keputihan berwarna cokelat, terdapat bercak darah, dan berbau busuk, maka ini bisa menjadi tanda kanker serviks.

Umumnya, gejalanya juga berlangsung dalam waktu lama, tidak mempan dengan pengobatan apa pun, dan dapat disertai rasa nyeri saat berhubungan seksual.  

Artikel Lainnya: Ciri-ciri Keputihan Normal

5. Alergi pada Vagina

Alergi terhadap bahan kimia juga bisa menyebabkan vagina sering keputihan. Produk seperti krim, cairan, spray, sampai wewangian bisa membuat vagina alergi dan menimbulkan keputihan.

Jika hal ini terjadi, tidak heran bila keputihan menjadi lebih banyak, berwarna kuning keputihan, dan teksturnya bisa encer ataupun kental. Keputihan ini juga disertai rasa gatal, terbakar, nyeri, dan kemerahan pada daerah kemaluan.

Jika keluhan disebabkan reaksi alergi dan keputihan pada area vagina, maka hindari penyebab alergi agar keluhan membaik.

6. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit akibat infeksi protozoa Trichomonas vaginalis. Infeksi penyebab keputihan ini sering kali menular melalui hubungan seksual.

Keputihan yang dialami dapat berwarna kuning atau kehijauan, berbau busuk, menyebabkan nyeri, peradangan, atau gatal pada area kemaluan.

 

3 dari 4 halaman

7. Gonore

Penyebab keputihan berikutnya adalah gonore, atau sering dikenal dengan istilah kencing nanah. Sesuai namanya, keluhan keputihannya dapat berwarna kekuningan serupa nanah.

Infeksi ini disebabkan bakteri dan sering ditularkan melalui hubungan seksual.

8. Klamidia

Klamidia juga termasuk infeksi menular seksual yang disebabkan bakteri. Gejala keputihan akibat klamidia dapat berupa keluarnya cairan kehijauan, kekuningan, atau keruh.

Artikel Lainnya: Penyebab Keputihan Warna Putih Susu dan Cara Mengatasinya

9. Servisitis

Servisitis adalah peradangan pada serviks atau mulut rahim. Sering kali, penyebab peradangan ini adalah infeksi seksual, terutama gonore, klamidia, herpes, atau trikomoniasis.

Gejalanya adalah keluarnya nanah dari vagina, nyeri panggul, perdarahan vagina di luar jadwal haid atau setelah berhubungan intim, serta berbagai masalah berkemih.

Itulah beberapa penyebab keputihan pada wanita yang perlu Anda ketahui. Namun, keputihan tidak selalu menjadi indikasi adanya penyakit di dalam tubuh.

Jika keputihan disertai beberapa gejala yang telah disebutkan tadi, maka pemeriksaan ke dokter perlu Anda lakukan. Jadi, selalu waspada dengan gejala-gejala yang ada, ya! 

Bila ingin tanya lebih lanjut seputar penyebab sering keputihan, konsultasi ke dokter lewat LiveChat Klikdokter.

(FR/AYU)

6 Komentar