Sukses

Cara Mudah Membaca Hasil Laboratorium Lengkap

Bagi orang awam, membaca hasil pemeriksaan laboratorium cukup sulit. Berikut cara membaca hasil lab agar Anda tidak lagi dibingungkan.

Pernahkah Anda melakukan pemeriksaan laboratorium di rumah sakit atau klinik? Jika ya, Anda mungkin sudah pernah melihat hasil laboratorium yang bikin kepala pusing tujuh keliling. Wajar saja, tapi mari simak bagaimana cara membaca hasil lab atau laboratorium agar tak pusing lagi.

Tidak dimungkiri, hasil laboratorium pemeriksaan memang cukup membuat dahi mengerut. Jangankan mengerti, untuk mengetahui salah satu istilah yang tertera di dalam lembaran tersebut pasti sangat susah.

Bertanya pada petugas, mereka pun enggan memberitahukan arti sebenarnya dari rumus-rumus yang tertera di hasil laboratorium tempat Anda periksa. Padahal, akan sangat memudahkan jika Anda bisa sepenuhnya mengerti sebelum akhirnya kembali membawa hasil laboratorium tersebut kepada dokter untuk ‘diterjemahkan’.

Artikel lainnya: Jangan Lakukan 6 Hal Ini Sebelum Periksa ke Dokter

1 dari 2 halaman

Tips Membaca Hasil Laboratorium

Tenang, Anda tidak perlu berkecil hati. Berikut ini adalah panduan membaca hasil laboratorium menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter:

Cara Membaca Hasil Tes Darah Perifer Lengkap

  • Hemoglobin (Hb): nilai normalnya ada di kisaran 14,0–16,0 g/dl. Hemoglobin yang rendah dapat berarti bahwa Anda mengalami anemia atau kurang sel darah merah.
  • Leukosit: nilai normalnya adalah 5,000-10,000 /µL. Leukosit yang tinggi (lebih dari 50,000) bisa menunjukkan adanya infeksi atau keganasan sel darah putih.
  • Trombosit: nilai normalnya adalah 150,000-400,000 /µL. Kelainan trombosit yang umumnya ditemui adalah nilai trombosit rendah. Salah satu penyakit infeksi tropik yang menyebabkan trombosit rendah adalah demam berdarah.

Cara Membaca SGOT/SGPT

  • SGOT: nilai normal, 5–34 U/L
  • SGPT: nilai normal 0–55 U/L

Kedua angka itu menunjukkan hasil terkait peradangan pada organ hati. Jika angkanya tidak berada pada kisaran tersebut, berarti Anda mengalami suatu masalah. Salah satu penyebabnya adalah infeksi hati yang umum dikenal dengan istilah hepatitis. 

"Hepatitis merupakan penyakit peradangan hati yang dapat diakibatkan oleh infeksi virus hepatitis, konsumsi alkohol berlebihan atau akibat efek penggunaan obat jangka panjang tanpa pengawasan dokter," kata dr. Alvin.

Cara Membaca Ureum atau Kreatinin

  • Ureum: nilai normal 19–44 mg/dL
  • Kreatinin: nilai normal 0,70–1,30 mg/dL

Ureum dan kreatinin merupakan pertanda fungsi ginjal. Seseorang dengan penyakit ginjal akan memiliki peningkatan angka ureum dan kreatinin. Nilai ini merupakan perwakilan kemampuan filtrasi ginjal pada tubuh manusia.

Artikel lainnya: Periksa Kolesterol Sendiri vs. Periksa di Laboratorium?

Cara Membaca Albumin dan Globulin

  • Albumin: nilai normal 3,8–5,0 gr%
  • Globulin: nilai normal 2,3–3,2 gr%

Albumin dan globulin merupakan jenis protein dalam tubuh. Protein albumin yang rendah bisa merupakan tanda dari berbagai penyakit, salah satunya penyakit hati (liver). Selain itu, gangguan ginjal juga dapat menyebabkan penurunan albumin karena protein tidak dapat ditahan oleh ginjal sehingga terbuang bersama air kencing.

Cara Membaca Gula Darah Sewaktu (GDS)

  • GDS: nilai normal

Pemeriksaan ini adalah skrining awal untuk mendeteksi penyakit diabetes melitus alias kencing manis.

"Angka gula darah sewaktu tinggi tidak serta-merta berarti bahwa Anda adalah penderita diabetes. Sebab, perlu pemeriksaan lanjutan seperti gula darah dua jam setelah makan atau pemeriksaan HbA1c untuk menegakkan diagnosis diabetes," pungkas dr. Alvin.

Parameter angka dari hasil laboratorium yang telah disebutkan bisa saja berbeda pada tiap klinik atau rumah sakit. Hal ini karena setiap pusat pelayanan kesehatan memiliki indikator masing-masing.

Namun, karena sudah tahu tips dasar membaca hasil laboratorium, Anda tak akan lagi dipusingkan dengan rumus-rumus yang tertera pada selembar kertas hasil pemeriksaan tersebut.

(NB/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar