Sukses

Floor Time, Efektifkan Stimulasi Otak Anak

"Anak laki-laki saya sudah bisa membaca buku ceritanya. Padahal dia baru berusia empat tahun. Apakah dia anak yang cerdas?"

Sumber : www.kiatsehat.com

“Anak laki-laki saya sudah bisa membaca buku ceritanya. Padahal dia baru berusia empat tahun. Apakah dia anak yang cerdas?”

 

Pertanyaan atau ungkapan demikian seringkali keluar di benak para orang tua khususnya ibu. Semua orang tua menginginkan anaknya menjadi manusia unggulan yang berkualitas. Tapi, tahukah para orang tua bahwa anak yang cerdas berawal dari orang tua yang cerdas. Demikian diungkapkan dr. Ahmad Suryawan, SpA(K) pada Road Show Seminar “Mother Baby’s Interaction Brain Connection” – Maksimalkan kecerdasan anak melalui nutrisi yang tepat dan stimulasi di Surabaya.

Pada kegiatan kali ini dr. Wawan (panggilan akrab dr. Ahmad Suryawan) mengatakan bahwa stimulus atau rangsangan merupakan salah satu faktor penting untuk perkembangan otak anak selain nutrisi. Stimulasi adalah pemberian kesempatan kepada anak untuk mendapatkan pengalaman, bereksplorasi, dan bermain, dimana rangsangan berasal dari luar anak. Stimulasi yang menjadikan balita cerdas karena memungkinkan terjadinya proses belajar dan eksplorasi lebih dalam. Dr. Wawan juga memperkenalkan sebuah teknik stimulasi yang sampai saat ini merupakan teknik paling efektif yang dipakai baik di luar negeri maupun di Indonesia yakni Floor Time.

Floor Time adalah sebuah konsep dimana orang tua dan anak menghabiskan waktu bersama untuk berinteraksi dan bermain. Hal ini ditujukan agar orang tua dan anak memiliki waktu bersama yang berkualitas tanpa gangguan dari hal-hal lain, bahkan dari televisi dan Koran. Orang tua hendaknya memperhatikan beberapa hal dalam sebuah proses stimulus bersama anak. Menurut dr. Wawan, stimulus yang baik selalu ada interaktif di dalamnya.

Stimulus juga harus fokus, stimulus / rangsangan yang diberikan juga hendaknya berdasarkan keinginan sang anak dan bukan paksaan orang tua, yang terakhir orang tua tidak boleh mengambil alih kepemimpinan bermain, bebaskan anak berkreativitas sesuai keinginannya. Lakukan aktivitas floor time 20 hingga 30 menit. Melalui floor time diharapkan dapat tercipta kedekatan emosi antara orang tua dan anak dan merangsang pertumbuhan si anak.

Prof. dr. Bambang Permono, SpA(K) yang turut hadir sebagai pembicara juga menyampaikan bahwa selain stimilasi, faktor nutrisi memiliki peran utama pada pertumbuhan seorang anak.

Karbohidrat sebagai sumber energi digunakan untuk perkembangan sel-sel otak, Protein dan asam amino diperlukan untuk pertumbuhan sel dan fungsi otak,  perlindungan infeksi, sedangkan Lemak dan asam lemak diperlukan untuk energi, dan pertumbuhan sel-sel otak.

Nutrisi penting lainnya seperti AA, DHA dibutuhkan untuk ketajaman penglihatan, kecerdasan, Kolin dan Sialic acid berguna untuk kecepatan belajar daya ingat, sedangkan GANGLIOSIDA atau GA menduduki perannya dalam pemrosesan dan penyimpanan informasi.

Jangan lupakan Vitamin untuk mendukung pertumbuhan sel-sel otak dan Mineral seperti zat besi (fe) untuk pembentukan myelin, kecepatan hantar syaraf, dan kecepatan pemrosesan info. Memiliki anak cerdas dan kreatif tergantung pada apa yang telah dilakukan dan diberikan orang tua pada anak nya sejak dalam kandungan. Perhatikan masa kehamilan, lakukan persalinan dengan aman dan baik, konsumsi asupan gizi yang baik dan stimulasi yang baik.

    0 Komentar

    Belum ada komentar