Sukses

Mitos Penyakit Rematik yang Harus Anda Tahu

Sebetulnya benar tidak ya mandi malam bisa picu rematik? Agar tak salah informasi, simak mitos seputar penyakit rematik di sini ya!

Dalam dunia medis, rematik disebut juga dengan artritis. Artritis merupakan peradangan yang terjadi pada sendi. Gejala artritis adalah nyeri sendi dan kekakuan pada sendi yang biasanya memburuk seiring bertambahnya usia. Penyakit yang menyerang sendi ini pun banyak sekali mitosnya. Sebelum menjawab mitos rematik, pahami dulu penyakit satu ini ya.

Penyakit rematik terdapat 2 jenis yang paling umum terjadi, yakni osteoartritis dan rheumatoid artritis. Penyakit yang menyertai, seperti asam urat, psoriasis, lupus, dan infeksi juga bisa menyebabkan artritis.

Banyak mitos yang beredar di kalangan masyarakat tentang rematik. Pengetahuan yang keliru ini kemudian bisa menimbulkan kekeliruan dalam menyikapinya.

Inilah mitos rematik serta fakta yang perlu Anda tahu:

  1. Rematik karena Cuaca Dingin

Mitos rematik seperti terlalu sering mandi dan sering berada dalam ruangan dingin atau ber-AC memang amat populer.

Namun faktanya, tidak terbukti kebenaran mitos ini, karena secara patologis tidak ada kaitannya antara cuaca dingin dengan timbulnya penyakit rematik. Air atau udara dingin akan menyebabkan kapsul sendi mengkerut.

Hal ini tentunya bisa menambah rasa nyeri penderita rematik yang sendinya memang sudah sakit. Sebaiknya, penderita rematik memang mandi air hangat hingga mengurangi nyeri pada persendiannya.

  1. Rematik Disebabkan karena Makan Jeroan

Jeroan merupakan makanan yang mengandung purin. Mitos jeroan dapat menyebabkan rematik juga banyak dipercaya oleh sebagian besar masyarakat.

Padahal faktanya, dari sekitar lebih dari 100 macam rematik, hanya satu yang berkaitan dengan makanan (jeroan), yaitu Artritis Gout/Pirai atau asam urat.

Artikel Lainnya: Ngilu di Sendi Kambuh? Konsumsi Makanan Ini untuk Redakan Rematik

  1. Rematik Pasti Disebabkan oleh Faktor Keturunan

Meskipun mitos ini tidak sepenuhnya salah, tapi masih tetap harus diluruskan. Sebab, dari 100 jenis rematik, faktanya tidak semua rematik ‘diwariskan’ alias faktor genetik. Sehingga, jika orang tua atau paman Anda mempunyai riwayat rematik, belum tentu Anda mengidap penyakit rematik.

  1.  Rematik Perlu Antibiotika untuk Atasi sendi yang Bengkak

Antibiotika hanya digunakan pada arthritis yang disebabkan oleh infeksi (Septik Artritis). Bila tidak infeksi, antibiotika tidak diperlukan. Antibiotika juga tidak diberikan secara rutin walaupun sendi terlihat membengkak dan merah.

  1. Wanita Hamil dan Menyusui Rawan Terkena Rematik

Penelitian terbaru, American College of Rheumatology di New Orleans, Louisiana, menyatakan bahwa wanita yang menyusui bayi mereka selama dua tahun atau lebih, kecil kemungkinannya terkena penyakit artritis rematoid dibandingkan wanita yang hanya menyusui bayi kurang dari tiga bulan.

Artikel Lainnya: 5 Faktor Pencetus Rematik yang Wajib Diketahui

  1. Kebiasaan Menggertakkan Sendi Meningkatkan Risiko Artritis atau Peradangan Sendi

Tidak terdapat peningkatan kejadian artritis atau radang sendi pada orang yang rutin membunyikan jari dan yang tidak sama sekali. Namun, peningkatan peradangan dan pengurangan kekuatan pada tangan akan dialami oleh mereka yang rutin membunyikan sendinya.

Jadi, menggertakan sendi bukan penyebab rematik. Namun, membunyikan jari dapat meningkatkan risiko dislokasi sendi dan kerusakan ligamen sendi.

  1. Penderita Rematik Tidak Boleh Dipijat

Pernyataan di atas kurang tepat, pemijatan yang tidak tepat akan membuat daerah yang sedang meradang akan semakin terasa nyeri dan memperparah rematik itu sendiri. Teknik pijat yang sangat dianjurkan pada penderita rematik adalah myofascialrelease, pijat refleksi, hot stone atau cold stone massagetrigger point massage, dan sebagainya.

Program terapi fisik atau rehabilitasi medis pasien artritis yang dirancang oleh dokter juga umumnya meliputi teknik pemijatan yang disesuaikan dengan kondisi medis pasien. Pasien yang memiliki artritis kronis dapat mendapatkan manfaat dari teknik pemijatan secara teratur (baik itu dilakukan sendiri di rumah maupun dengan bantuan terapis di klinik), yakni dapat mengurangi rasa nyeri dan kekakuan akibat radang sendi, serta membantu meningkatkan kualitas tidur pasien.

Artikel Lainnya: Penderita Rematik Boleh Dipijat? Ketahui Teknik Pijat yang Direkomendasikan 

  1. Mandi pada Malam Hari dapat Menyebabkan Rematik

Kenyataannya mandi malam tidak menyebabkan rematik sama sekali. Rematik termasuk ke dalam kategori penyakit autoimun yang artinya sistem kekebalan tubuh manusia dapat menyerang tubuhnya sendiri.

Dalam kasus rematik ini keluhan terfokus di bagian persendian, sehingga pengidapnya akan merasakan nyeri. Faktanya ialah mandi pada malam hari dapat memperburuk kondisi seseorang yang sudah memiliki kondisi  penyakit rematik persendian.

Kini, Anda sudah tahu kan mitos dan fakta seputar penyakit rematik? Jadi jangan sampai salah ya. Ingin lebih tahu mengenai pengobatan dan gejala rematik? Langsung chat KlikDokter melalui fitur Live Chat ya.

(RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar