Sukses

Apa Itu Perokok Tangan Ketiga?

Kini marak terdengar istilah ‘perokok tangan ketiga’. Padahal selama ini hanya ada istilah perokok aktif dan pasif.

Dalam dunia kesehatan, selama ini hanya dikenal istilah perokok aktif dan pasif. Perokok aktif adalah orang yang langsung mengisap asap dari rokok tersebut. Sedangkan perokok pasif adalah mereka yang menghirup asap rokok ‘sisa’ yang dihembuskan oleh perokok aktif. Selain itu, perokok pasif juga dapat menghirup asap sisa pembakaran ujung rokok dengan efek negatif yang lebih berbahaya dibanding dengan asap sisa biasa.

Pada perkembangan selanjutnya, para ahli kesehatan masa kini memperkenalkan kosakata baru terkait aktivitas merokok ini. Istilah ini disebut dengan perokok tangan ketiga. Apakah yang dimaksud dengan perokok tangan ketiga?

Perokok tangan ketiga adalah mereka yang menghirup ‘asap ketiga’. Asap ketiga sendiri merujuk pada sisa-sisa partikel rokok –seperti nikotin, tar, dan racun lainnya. Sisa-sisa partikel ini biasanya menempel di rambut, baju, perabotan, karpet, gorden, langit-langit, dan benda-benda lainnya yang berada di dalam sebuah ruangan.

‘Asap ketiga’ dapat menempel selama berhari-hari pada permukaan benda-benda tersebut, meski Anda telah membuka pintu atau jendela ruangan. Selanjutnya, zat kimia tersebut dapat berubah menjadi racun yang berbahaya jika bercampur dengan polutan yang ada di dalam ruangan. Racun yang terbentuk dari proses ini disinyalir dapat meningkatkan potensi penyakit kanker.

Solusinya

Anak-anak adalah korban yang paling rentan menjadi perokok tangan ketiga –terutama jika orangtua mereka merokok di dalam rumah. Merokok di dalam rumah sangat tidak disarankan, meski Anda membuka pintu dan jendela. Sebab residu asap akan tetap menempel di perabotan rumah, walau sudah dibersihkan dengan air dan produk pembersih. Anak yang menghirup residu tersebut memiliki risiko tinggi terkena infeksi saluran pernapasan, asma, dan kanker.

Untuk membebaskan rumah dari residu asap ketiga, sebaiknya berhentilah merokok dan bersihkan rumah Anda ‘habis-habisan’. Jangan lewatkan sudut-sudut rumah. Anda juga disarankan untuk mengecat ulang seluruh tembok dan langit-langit, mengganti karpet dan gorden, serta membersihkan sistem ventilasi rumah Anda.

Fenomena perokok ketiga ini semakin menambah panjang daftar dari dampak negatif yang dihasilkan oleh rokok. Tidak saja bagi perokok aktif maupun pasif, namun juga bagi orang-orang yang sama sekali tidak terkena asapnya. Dan menilik sederetan fakta di atas, masihkah Anda mau untuk merokok?

(BO/RH)

Baca juga:

  1. Bahaya Merokok Saat Hamil
  2. Benarkah Merokok Dapat Tingkatkan Risiko Stroke?
  3. Benarkah Rokok Elektrik Bisa Hentikan Ketergantungan?

0 Komentar

Belum ada komentar