Sukses

Apa Itu Perokok Tangan Ketiga?

Rokok membahayakan kesehatan, bahkan bagi perokok tangan ketiga. Apa sih yang dimaksud dengan perokok tangan ketiga? Kita cari tahu di sini.

Mungkin selama ini Anda hanya mengenal istilah perokok aktif dan pasif. Perokok aktif adalah orang yang langsung mengisap asap dari rokok. Sementara perokok pasif adalah mereka yang menghirup asap rokok ‘sisa’ yang diembuskan perokok aktif. Tapi, tahukah Anda ada pula istilah perokok tangan ketiga?

Perokok Tangan Ketiga, Apa Itu?

Perokok tangan ketiga atau third hand smoker adalah orang-orang yang menghirup ‘asap ketiga’. Asap ketiga sendiri merujuk pada sisa-sisa partikel rokok, seperti nikotin, tar, dan racun lainnya.

Sisa-sisa partikel ini dapat menempel di rambut, baju, perabotan, karpet, gorden, langit-langit, dan benda-benda lainnya yang berada di dalam sebuah ruangan.

‘Asap ketiga’ dapat menempel selama berhari-hari pada permukaan benda-benda tersebut, meski Anda telah membuka pintu atau jendela ruangan. Selanjutnya, zat kimia tersebut dapat berubah menjadi racun yang berbahaya jika bercampur dengan polutan yang ada di dalam ruangan.

Artikel lainnya: Bahaya Abu Rokok yang Masuk ke Mata

Racun yang terbentuk dari proses ini disinyalir dapat meningkatkan potensi penyakit mematikan, termasuk kanker.

1 dari 4 halaman

Siapa Saja yang Berisiko Jadi Third Hand Smoker?

Yang paling berisiko menjadi perokok tangan ketiga adalah orang-orang di sekitar Anda, termasuk bayi dan anak-anak Anda. Mereka berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan ketika menghirup, menelan, atau memegang benda-benda yang terpapar asap rokok.

Mengapa bayi dan anak-anak lebih berisiko terpapar zat tertinggal dari asap rokok ini? Ya, mereka punya kecenderungan memegang benda apa pun dan memasukannya ke dalam mulut. Terlebih lagi, jika orang tua atau anggota keluarga tersebut merokok di dalam rumah.

Selain itu, ibu hamil yang menghirup dan menelan paparan zat beracun dari rokok ini juga berisiko mentransfernya ke janin melalui aliran darah. Seperti Anda tahu, banyak bahaya rokok dan asapnya bagi perkembangan janin, baik untuk jangka pendek maupun panjang.

Artikel lainnya: Bahaya Merokok Sebelum Tidur

2 dari 4 halaman

Apa Bahayanya Menjadi Perokok Tangan Ketiga?

Walaupun perokok aktif dan pasif memiliki risiko tinggi dari paparan terhadap asap rokok, third hand smoker juga mendapat imbasnya dari asap sisa rokok tersebut. Berikut bahayanya bagi kesehatan:

  1. Meningkatkan Risiko Kanker

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, asap rokok dapat menempel di pakaian, rambut, perabot, karpet, dll, selama berhari-hari. Saat Anda merokok di dalam rumah atau mobil, bahan kimia beracun dalam rokok, yakni nikotin, akan menempel pada permukaan benda sekitarnya.

Menurut penelitian, nikotin tersebut dapat bereaksi dengan asam nitrat di udara dan menghasilkan zat karsinogen, senyawa penyebab kanker.

Artikel lainnya: Ayah, Ini Bahaya Gendong Anak Setelah Anda Merokok

  1. Meningkatkan Risiko Terkena Infeksi Pernapasan

Bayi dan anak-anak juga menghirup udara 40 kali lebih banyak daripada orang dewasa. Jadi, mereka yang menjadi perokok tangan ketiga akan lebih mudah terkena gangguan pernapasan.

Para ilmuwan mengatakan, semakin banyak terpapar sisa-sisa zat dari rokok dapat meningkatkan risiko terkena penyakit paru dan infeksi pernapasan lain, seperti asma, pneumonia, dan infeksi telinga.

Paparan sisa asap rokok ini juga dapat menyebabkan keadaan fisik yang buruk sehingga anda menjadi gampang sakit.

  1. Mengalami Kerusakan Sel hingga DNA

Asap rokok meningkatkan jumlah radikal bebas di dalam tubuh. Ketika radikal bebas dalam tubuh menumpuk, dapat terjadi stres oksidatif. Hal tersebut dapat merusak DNA dan struktur sel penting lainnya dalam tubuh.

Jika keadaan ini terus-menerus terjadi, risiko terkena penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker, akan meningkat.

Artikel lainnya: Mengungkap Bahaya Nikotin dan Tar pada Rokok

3 dari 4 halaman

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Asap yang menempel berhari-hari di ruangan dan benda-benda ini tidak mudah dihilangkan begitu saja. Membiarkan ventilasi rumah terbuka tidak cukup untuk mengangkat sisa residu kimia dari permukaan benda.

Untuk menghilangkan zat-zat sisa tersebut, Anda perlu membersihkan ruangan dan benda-benda secara menyeluruh. Misalnya, mencuci bersih pakaian yang digunakan (terutama saat merokok), mencuci sprei, mengelap seluruh permukaan benda di rumah, mencuci karpet, dan mengecat ulang dinding rumah.

Cara lain yang dapat digunakan adalah dengan tidak merokok di dalam rumah. Pilih ruang terbuka sebagai tempat merokok. Pastikan juga tidak ada orang lain di sekitar Anda yang pada akhirnya menjadi perokok pasif.

Ingat, begitu tiba di rumah atau setelah merokok, gantilah dulu pakaian Anda sebelum memeluk atau menggendong si Kecil. Selain ganti pakaian, Anda juga bisa mandi atau mencuci tangan sebelum melakukan kontak dengan keluarga di rumah.

Jangan biarkan orang terkasih atau terdekat Anda menjadi perokok tangan ketiga. Lakukan tindakan pencegahan di atas agar mereka tidak mengalami efek buruknya. Jangan ketinggalan berita terbaru tentang kesehatan di aplikasi KlikDokter.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar