Sukses

Ketahui Jenis-jenis e-Health dan Kegunaannya

Tak hanya konsultasi dokter online, layanan kesehatan yang tercakup dalam e-health ada beberapa macam. Berikut jenis-jenis eHealth yang perlu Anda tahu.

Kebutuhan akan layanan kesehatan terus meningkat. Selain fasilitas dan alat medis yang mumpuni, diperlukan alat bantu agar cakupan layanan kesehatan lebih luas dan mudah diakses, serta prosesnya efektif dan efisien.

Alat bantu ini bernama teknologi informasi dan komunikasi, yang dalam bidang kesehatan dikenal dengan e-health. Anda pernah mendengar istilah tersebut? Kalau belum, coba dulu simak ulasannya di bawah ini.

Apa Itu e-Health?

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), electronic health atau e-health diartikan sebagai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang hemat biaya dan aman untuk mendukung berbagai hal di bidang kesehatan.

Cakupan layanan kesehatan berbasis teknologi ini luas. Tidak hanya untuk konsultasi dokter secara online, membuat janji konsultasi, atau untuk memesan obat, namun juga bisa untuk melakukan penelitian dan memberikan edukasi kesehatan.

Artikel lainnya: Melihat Perkembangan Teknologi Kesehatan di Era Digital

Selain itu, pengolahan data kesehatan untuk kepentingan pengendalian penyakit dan pemantauan kesehatan masyarakat juga masuk ke dalamnya.

Tujuan utama dari electronic health adalah mempermudah akses terhadap layanan kesehatan, meningkatkan kualitas layanan kesehatan, dan mengurangi biaya untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Di Indonesia sendiri, sistem layanan tersebut sudah banyak diterapkan. Apalagi, layanan kesehatan online yang menyasar konsumen, semakin menjamur dan diminati.

Namun demikian, akurasi, keamanan, dan privasi data serta perlindungan konsumen masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dieksekusi.

Artikel lainnya: eHealth untuk Peningkatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Jenis-jenis e-Health

Layanan kesehatan berbasis online ada bermacam-macam. Jenisnya bisa bisa diuraikan berdasarkan tiga tipe pengguna utamanya, yaitu:

  1. e-Health untuk Konsumen

Layanan electronic health yang ditujukan untuk konsumen, yakni masyarakat umum, disebut dengan informatika konsumen (consumer informatics).

Layanan electronic health umumnya digunakan untuk memberi informasi kesehatan kepada masyarakat umum. Selain itu, e-health juga memfasilitasi komunikasi antara dokter dengan pasien tanpa perlu bertatap muka.

Saat ini, ada pula aplikasi kesehatan berbasis mobile yang dapat disetel di perangkat seluler. Salah satu contohnya adalah Klikdokter.com dan situs sejenis.

Aplikasi-aplikasi yang ada saat ini tak hanya menyediakan informasi kesehatan atau konsultasi dokter online, tapi juga layanan apotek online, pemeriksaan laboratorium, perawatan di rumah (home care), hingga booking appointment dan ambulans online.

Artikel lainnya: Menjadi Pasien Cerdas di Era Kesehatan Digital

  1. e-Health untuk Penyedia Layanan Kesehatan

Layanan e-health untuk penyedia layanan kesehatan disebut dengan informatika medis dan klinis (medical/clinical informatics). Ini mencakup fasilitas kesehatan, institusi pendidikan kesehatan/medis, dan para praktisi kesehatan atau dokter.

Contoh pemanfaatannya untuk fasilitas kesehatan, yaitu penerapan rekam medis dan peresepan elektronik di rumah sakit. Bagi dokter, sistem informasi dan teknologi dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan akurasi diagnosis dan terapi.

Salah satunya, dengan dimungkinkannya konsultasi antar dokter untuk mendapatkan keahlian klinis hingga interpretasi hasil pemeriksaan seperti rekam jantung atau foto radiologi secara online.

Selanjutnya, saat ini juga semakin berkembang perangkat lunak (clinical decision-making tools) hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dapat membantu dokter mendiagnosis penyakit pasien serta menentukan rencana perawatan yang akan dijalani pasien.

Dalam hal pendidikan medis, electronic health digunakan sebagai sarana pembelajaran jarak jauh. Misalnya, melalui webinar dan modul pembelajaran online.

  1. e-Health untuk Para Akademisi dan Peneliti

Pemanfaatan teknologi kesehatan untuk para akademisi dan peneliti disebut dengan bioinformatika (bioinformatics). Pada jenis ini, sistem teknologi dan informasi dimanfaatkan untuk manajemen, distribusi, dan pengolahan data kesehatan.

Misalnya, yang sedang tren saat ini, untuk melihat data sebaran penyakit Covid-19 akibat infeksi virus corona di dunia. Hasil olahan data ini nantinya dipakai sebagai dasar pembuatan rekomendasi atau kebijakan kesehatan maupun pengobatan.

Dari penjelasan di atas, bisa dilihat bahwa cakupan e-health sangat luas. Tak sekadar mendekatkan dokter dengan pasien, tapi juga melibatkan seluruh ekosistem kesehatan. Yuk, pantau terus informasi kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar