Sukses

Bahaya Merokok atau Menghirup Asap Rokok Saat Hamil

Dampak merokok atau menghirup asap rokok selama kehamilan sangatlah besar. Apa saja efeknya terhadap janin dan bayi? Simak selengkapnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Selama kehamilan, sudah sepatutnya bumil menjaga kesehatan. Misalnya dengan makan asupan bergizi, kontrol rutin ke dokter, tidak stres, dan menghindari kebiasaan buruk yang sebelumnya dilakukan. Salah satunya adalah merokok. Pasalnya, ada bahaya merokok yang mengancam.

Tak main-main, dampak merokok pada kesehatan janin dan bayi ini dapat berefek jangka pendek maupun jangka panjang!

1 dari 2 halaman

Dampak Merokok pada Ibu Hamil

Studi tentang dampak merokok atau menghirup asap rokok selama kehamilan dan menyusui sudah banyak dilakukan. Hasilnya, merokok atau menghirup asap rokok saat hamil terbukti menyebabkan berbagai dampak negatif terhadap janin dan bayi. Bagaimana efeknya?

Efek Jangka Pendek

Beberapa bahaya merokok dan paparan asap rokok bagi ibu hamil untuk jangka pendek, antara lain:

  • Kehamilan Ektopik

Kandungan nikotin dalam rokok dapat menyebabkan kontraksi pada tuba falopi atau saluran yang menghubungkan indung telur dengan badan rahim. Kontraksi tersebut dapat mengganggu proses terjadinya pembuahan dan kehamilan.

Ini dapat mengakibatkan kehamilan terjadi di luar rongga rahim atau yang disebut juga dengan kehamilan ektopik.

Artikel lainnya: Katanya Asap Rokok Bisa Bikin Mimisan, Apa Benar?

  • Gangguan Plasenta

Risiko gangguan plasenta, seperti abrupsio plasenta (plasenta yang terlepas dari dinding rahim) atau plasenta previa (letak plasenta yang abnormal) meningkat dengan adanya paparan asap rokok pada ibu hamil.

Gangguan plasenta tentu dapat menyebabkan berbagai gangguan kehamilan dan janin lainnya. Mulai dari pertumbuhan janin yang terhambat hingga keguguran.

  • Keguguran atau Janin Lahir Meninggal

Suatu kehamilan dikatakan mengalami keguguran jika terjadi pada trimester pertama kehamilan. Sementara, pada usia di atas 20 minggu, kondisi serupa disebut dengan janin lahir meninggal.

Berbagai penelitian, termasuk yang dirilis oleh CDC Amerika, menyatakan bahwa merokok pada ibu hamil meningkatkan risiko kedua kondisi ini.

Artikel lainnya: Waspada, Infeksi Paru Juga Incar Perokok Pasif!

Berbagai zat berbahaya dalam rokok juga dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur. Tentunya, kondisi ini juga meningkatkan berbagai risiko gangguan kesehatan pada bayi yang belum siap untuk hidup di luar rahim.

Misalnya, gangguan pendengaran dan penglihatan, gangguan saluran napas, dan gangguan mental serta kemampuan belajar.

  • Berat Badan Lahir Rendah

Kondisi bayi dengan berat badan lahir rendah tak hanya sekedar angka. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menjadi pemicu timbulnya berbagai kondisi kesehatan lain, seperti gangguan perkembangan bahkan gangguan saraf.

Bayi dengan berat badan lahir rendah yang parah bahkan dapat berujung kematian. Menurut American Cancer Society, wanita dengan riwayat merokok yang berhenti sebelum hamil, akan menurunkan risiko bayi dengan berat badan lahir rendah dengan sangat signifikan.

Artikel lainnya: Awas, Orang Tua Perokok Bisa Picu Penyakit Jantung pada Anak

  • Cacat Lahir

Seperti yang sudah banyak disampaikan di iklan-iklan rokok, merokok dapat menyebabkan kecacatan pada janin akibat gangguan pertumbuhan dan perkembangan.

Kecacatan ini dapat berupa cacat ringan, seperti bibir sumbing hingga yang lebih kompleks seperti cacat jantung bawaan.

  • Nikotin pada ASI

Pada ibu menyusui, nikotin merupakan salah satu zat yang dapat keluar bersama ASI yang diproduksi. Jumlah nikotin yang disalurkan bersama ASI mencapai 2 kali lebih banyak dibandingkan jumlah yang disalurkan melalui plasenta saat hamil.

Tingginya kandungan nikotin pada ASI dapat membuat bayi yang disusui mengalami berbagai keluhan, seperti mual, muntah, dan diare.

Artikel lainnya: Awas, Orang Tua Perokok Bisa Picu Penyakit Jantung pada Anak

Efek Jangka Panjang

Sementara itu, beberapa dampak buruk merokok dan paparan asap rokok bagi ibu hamil untuk jangka panjang adalah:

Sebuah meta-analisis 17 studi baru-baru ini menemukan, anak dari ibu yang merokok selama hamil berisiko alami obesitas pada usia rata-rata 9 tahun dibandingkan dengan anak dari ibu yang tidak merokok.

Meta-analisis lain melaporkan, anak yang ibunya merokok selama hamil berisiko 50% lebih tinggi mengalami kelebihan berat badan dibandingkan anak yang ibunya tidak merokok.

Ahli berpendapat, merokok selama kehamilan dapat menyebabkan pertumbuhan janin yang lebih rendah, tapi kenaikan berat badan pascakelahiran yang lebih cepat.

Artikel lainnya: Waspada Kanker Paru, Perlukah Perokok Pasif Rutin Cek Kesehatan Paru?

  • Meningkatkan Risiko Kardiovaskular

Merokok ibu selama kehamilan dapat memiliki pengaruh yang persisten terhadap kesehatan jantung anak. Paparan tembakau di masa kehamilan dikaitkan dengan penurunan variabilitas denyut jantung janin di dalam rahim.

Selain jantung, hipertensi juga dianggap sebagai salah satu konsekuensi kesehatan yang terkait dengan paparan rokok saat hamil.

  • Risiko Gangguan Pernapasan Meningkat

Ibu yang merokok selama kehamilan berisiko meningkatkan mengi, asma, gangguan fungsi paru-paru, dan bronkitis pada anak.

Sebuah tinjauan melaporkan bahwa paparan rokok tembakau dikaitkan dengan peningkatan risiko asma dan mengi pada anak-anak dan remaja hingga usia 18 tahun. Sementara, efek terkuat untuk kejadian asma terjadi pada anak usia ≤ 2 tahun.

Artikel lainnya: Alasan Kenapa Merokok Harus di Luar Ruangan

  • Menjaga Kesehatan bagi Ibu Hamil Itu Penting

Kalau Anda adalah wanita hamil yang merokok, hentikan kebiasaan itu sekarang. Ini demi kebaikan tumbuh kembang bayi dan janin Anda.

Selain perokok aktif, ibu hamil juga rentan menjadi perokok pasif. Masih banyak suami, anggota keluarga di rumah, atau masyarakat lainnya yang merokok di sekitar ibu hamil. Hal ini juga perlu diperhatikan.

Saat Anda ingin merokok dan ada ibu hamil di sekitar Anda, tunda keinginan Anda itu. Lebih baik, carilah tempat terbuka dan tidak ada orang. Ingatlah, ada bahaya ibu hamil menghirup asap rokok seperti diuraikan di atas.

Hormati hak para ibu hamil untuk dapat menghirup udara bersih. Pikirkan juga janin dalam kandungan para ibu hamil yang juga berhak untuk lahir dan tumbuh sehat.

Bahaya merokok dan menghirup asap rokok pada ibu hamil adalah nyata. Oleh karena itu, berhentilah merokok demi kesehatan bayi Anda. Masih punya pertanyaan seputar bahaya merokok saat ibu? Tanyakan pada dokter di aplikasi KlikDokter.

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar