Pencernaan

Mengenal Jenis Konstipasi atau Sembelit yang Bikin Susah BAB

Zahra Aminati, 04 Jan 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Anda pasti sudah tidak asing dengan sembelit atau konstipasi, yang menyebabkan sulit buang air besar. Namun, tahukah Anda bahwa kondisi ini terbagi menjadi beberapa tipe?

Mengenal Jenis Konstipasi atau Sembelit yang Bikin Susah BAB

Konstipasi merupakan gangguan saluran cerna yang menyebabkan susah buang air besar (BAB). Kondisi ini lebih dikenal masyarakat umum dengan istilah sembelit.

Menurut John Hopkins Medicine, seseorang dikatakan mengalami sembelit apabila memiliki frekuensi buang hari besar kurang dari 3 kali dalam seminggu.

Meski keluhannya kurang lebih sama, namun tahukah Anda bahwa konstipasi terbagi menjadi beberapa jenis berbeda?

Yuk, kenali jenis-jenis konstipasi agar Anda bisa lebih waspada.

Artikel Lainnya: Susah BAB Sampai Terkena Demam, Kok Bisa?

1 dari 2

1. Konstipasi Primer

Kondisi ini juga disebut dengan konstipasi fungsional atau idiopatik. Dengan kata lain, penyebab pasti konstipasi primer tak diketahui dengan pasti.

Meski demikian, terdapat beberapa faktor risiko yang berkaitan dengan konstipasi primer. Faktor risiko tersebut, misalnya konsumsi serat terlalu rendah, dehidrasi, dan kurangnya olahraga.

Di samping itu, konstipasi primer juga bisa terjadi akibat gangguan kesehatan psikis (mental).

Konstipasi primer lagi terbagi menjadi beberapa tipe, yaitu:

  • Konstipasi Transit Normal

Konstipasi transit normal adalah kondisi ketika seseorang merasakan dirinya mengalami sembelit, dengan konsistensi feses normal dan tinja bergerak melalui saluran pencernaan dengan kecepatan optimal.

Orang dengan konstipasi transit normal akan mengalami gejala, seperti perut kembung dan nyeri.

  • Konstipasi Transit Lambat

Orang dengan konstipasi transit lambat tidak mengalami pergerakan usus yang normal. Hal ini membuat tinja membutuhkan waktu lebih lama untuk melewati usus.

Karena terlalu lama di usus, orang-orang yang mengalami konstipasi jenis ini menjadi lebih jarang buang air besar.

Artikel Lainnya: Bolehkah Memberikan Buah Naga Saat Anak Susah BAB?

  • Konstipasi Saluran Keluar

Konstipasi saluran keluar terjadi akibat kerusakan otot dasar panggul. Otot-otot yang terdapat pada dasar panggul biasanya berfungsi untuk menopang usus, kandung kemih, dan rahim (pada wanita).

Pada konstipasi saluran keluar, kerusakan pada otot atau saraf dasar panggul membuat seseorang sulit buang air besar. Kerusakan ini dapat terjadi karena berbagai alasan, termasuk kehamilan dan persalinan.

2 dari 2

2. Konstipasi Sekunder

Konstipasi sekunder merupakan jenis susah BAB akibat masalah kesehatan yang mendasari. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat efek samping dari penggunaan obat-obatan tertentu.

Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan konstipasi sekunder, antara lain:

Selain itu, diabetes juga dapat menjadi penyebab susah BAB sekunder.

Artikel Lainnya: Mengejan Terlalu Kuat Saat BAB, Ini Akibatnya!

Menurut dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, penderita diabetes sering mengalami konstipasi karena kerusakan saraf.

“Kerusakan saraf bernama nervus vagus menyebabkan pencernaan lebih lambat, sehingga menyebabkan susah buang air besar,” jelas dr. M. Iqbal.

Selain yang telah disebutkan, konstipasi sekunder juga bisa terjadi akibat penyebab yang kurang umum berikut ini:

Ingin tahu lebih detail mengenai susah buang air besar (BAB)? Punya pertanyaan tentang kesehatan saluran pencernaan? Anda bisa berkonsultasi langsung kepada dokter dengan memanfaatkan LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

Sumber:

John Hopkins Medicine. Diakses 2021. Constipation.

Mecial News Today. Diakses 2021. What to know about different types of constipation.

pencernaan
Sembelit