HomeInfo SehatKesehatan UmumMitos dan Fakta Seputar Puasa
Kesehatan Umum

Mitos dan Fakta Seputar Puasa

dr. Sepriani Timurtini Limbong, 02 Apr 2022

Pernahkah Anda mendengar kalau Anda tidak boleh minum minuman dingin dan berolahraga saat sedang puasa. Mitos atau fakta? Ketahui kebenarannya di sini.

Mitos dan Fakta Seputar Puasa

Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia akan menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Selama bulan ini, biasanya Anda akan mendengar banyak nasihat disampaikan oleh orang-orang di sekitar Anda.

Nasihat tersebut amat beragam, mulai dari jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi saat sahur dan buka puasa, aktivitas fisik, jumlah air yang diminum, hingga kegiatan Anda selama puasa. 

Namun, sering kali beberapa nasihat tersebut tidak sepenuhnya tepat jika dilihat dari sudut pandang medis.

Agar tidak salah kaprah, simak penjelasan seputar mitos dan fakta puasa lewat artikel berikut.

1. Tidak Boleh Berolahraga Selama Berpuasa

Anda mungkin pernah mendengar anjuran untuk tidak melakukan olahraga selama berpuasa. Nyatanya, hal tersebut hanyalah mitos.

Faktanya, Anda tetap boleh berolahraga saat berpuasa, selama disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi tubuh.

Bagi Anda yang memang terbiasa berolahraga, umumnya tak akan mengalami kesulitan yang berarti.

Namun, bagi Anda yang tidak terbiasa berolahraga, Anda perlu memperhatikan waktu dan jenis olahraga yang dilakukan selama bulan puasa.

Artikel Lainnya: Tips Sit Up Saat Puasa Ramadan

Pilihlah olahraga ringan atau olahraga yang dapat dilakukan bersama teman-teman agar lebih bersemangat dan terasa lebih menyenangkan. Anda dapat mencoba bersepeda, lari santai, atau bermain tenis meja. 

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan waktu saat Anda melakukan olahraga. Sebaiknya Anda melakukannya mendekati waktu berbuka atau 3-4 jam usai sahur

Jika Anda berusia di atas 60 tahun atau memiliki riwayat penyakit tertentu, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter. 

2. Minum Minuman Dingin Saat Buka Puasa Bikin Tubuh Lebih Cepat Segar

Banyak orang menganjurkan untuk konsumsi minuman dingin, khususnya minuman manis saat berbuka. Tujuannya agar tubuh lebih cepat segar. Namun, ini merupakan mitos puasa yang perlu dibongkar. 

Faktanya, konsumsi minuman manis dingin setelah seharian berpuasa dan saat perut kosong akan membuat lambung ‘kaget’ karena perubahan suhu. Hal ini akan membuat perut terasa perih dan melilit.

Anjuran yang tepat adalah minum segelas air putih hangat saat Anda berbuka puasa. 

3. Tidak Sahur, Tidak Masalah

Banyak orang menyepelekan sahur dengan berbagai macam alasan, mulai dari tak bisa bangun pagi, kesiangan, atau malas menyiapkan makanan untuk sahur.

Pada akhirnya, mereka berpuasa seharian tanpa membekali diri dengan nutrisi yang cukup saat sahur. 

Faktanya, sahur adalah modal yang Anda perlukan selama berpuasa sepanjang hari. 

Dengan mengonsumsi sahur yang bergizi lengkap dan seimbang, Anda memiliki energi untuk beraktivitas sepanjang hari dan terhindar dari berbagai penyakit. 

Artikel Lainnya: Tips Puasa Sehat bagi Ibu Hamil

4. Ibu Menyusui Tak Boleh Berpuasa

Mitos puasa lainnya adalah ibu menyusui tak boleh berpuasa. Banyak yang percaya hal ini akan memengaruhi produksi dan kualitas ASI.

Faktanya, tubuh manusia memiliki kemampuan menyesuaikan diri yang amat baik, termasuk tubuh ibu yang sedang menyusui.

Selama kebutuhan cairan dan nutrisi terpenuhi, khususnya saat sahur, berbuka puasa, serta waktu antara buka puasa dan sahur, produksi dan kualitas ASI tidak berubah secara signifikan.

Yang terpenting adalah ibu menyusui perlu memenuhi kebutuhan cairannya. Anda dapat minum air putih dua gelas saat sahur, dua gelas saat berbuka, dan empat gelas di antara waktu berbuka dan sahur. 

5. Ibu Hamil Tidak Boleh Puasa

Mitos puasa berikutnya berkaitan dengan kehamilan. Banyak yang menganggap bahwa ibu hamil yang berpuasa akan memengaruhi janin dalam kandungan.

Faktanya, puasa boleh dilakukan selama ibu sudah memastikan diri dan janin di dalam kandungan dalam keadaan sehat dan kuat.

Selain itu, bagi Anda yang ingin berpuasa padahal sedang hamil, sebaiknya konsultasikan dulu kepada dokter kandungan.

Bila ketika berpuasa, Anda mengalami gejala-gejala, seperti ingin pingsan, muntah, penurunan berat badan, dan diare, sebaiknya batalkan puasa Anda.

Artikel Lainnya: Puasa bagi Ibu Hamil Muda, Apakah Aman?

6. Puasa adalah Cara yang Baik untuk Menurunkan Berat Badan

Ini adalah salah satu mitos tentang puasa. Jika Anda berbuka dengan mengonsumsi makanan manis, tinggi lemak, dalam jumlah banyak dan tidak terkontrol, berat badan tidak akan turun, malah dapat meningkat.

Karena itu, pastikan Anda tetap melakukan aktivitas fisik dan mengonsumsi makanan tinggi serat, tinggi protein, dan rendah lemak jenuh. 

7. Berbukalah dengan yang Manis

Motto ini mungkin sering Anda dengar bahkan sudah jadi kebiasaan saat bulan Ramadan. Akan tetapi, hal ini juga dapat menimbulkan dampak buruk, khususnya bila Anda kerap mengonsumsi makanan dan minuman manis saat berbuka puasa setiap hari selama sebulan penuh.

Yang paling tepat adalah berbuka dengan minum segelas air hangat, kemudian lanjutkan dengan mengonsumsi makanan dengan gula yang tinggi, tetapi kandungan seratnya pun tinggi, seperti kurma.

Beri jeda kurang lebih setengah jam sebelum Anda mengonsumsi makan utama. 

Artikel Lainnya: Daftar Penyakit yang Penderitanya Disarankan Tidak Berpuasa

8. Lansia Tidak Boleh Puasa

Usia tidak bisa menjadi landasan untuk kesanggupan seseorang berpuasa. Faktanya, puasa dapat dilakukan oleh lansia sekalipun.  

Namun demikian, karena kondisi fisik dan fungsi tubuh lansia sudah menurun, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pastikan menu sahur lansia bergizi lengkap dan seimbang dengan hidrasi yang cukup. Perhatikan pula jadwal sahur dan berbuka. Jangan sampai waktu makan terlewat.

Bila perlu, Anda bisa berkonsultasi ke dokter seputar panduan puasa bagi lansia. Apalagi bagi mereka dengan riwayat penyakit yang mengharuskan konsumsi obat pada waktu tertentu.

9. Puasa Akan Memperparah Gejala Maag

Penderita maag mungkin akan khawatir akan gejala yang dapat timbul dan memburuk saat puasa. Nyatanya, puasa saat bulan Ramadan tidak berdampak signifikan pada gejala dispepsia atau gejala mag, selama penderita mag tetap menjaga pola makan.

Jika Anda mengalami mag, sebaiknya konsumsi makanan dengan porsi kecil tetapi tinggi serat saat sahur dan berbuka puasa.

Itulah beberapa mitos dan fakta puasa yang mungkin Anda pernah dengar, atau bahkan Anda yakini selama ini.

Puasa yang dijalankan dengan baik dan benar dapat bermanfaat tak hanya bagi keimanan Anda, tetapi juga bagi kesehatan fisik. Jangan lupa untuk menjaga waktu tidur tetap cukup dan asupan nutrisi yang bergizi seimbang.

Bila ingin konsultasi seputar pola makan yang tepat ketika menjalankan ibadah puasa, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter melalui fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[WA]

Artikel Terkait

Lihat Semua
Penyebab Nyeri Lutut Setelah Jongkok atau Duduk Bersila

Penyebab Nyeri Lutut Setelah Jongkok atau Duduk Bersila

Kesehatan Umum18 Agu 2022

Pernah merasakan lutut sakit setelah jongkok atau saat bangun dari duduk bersila? Berikut ini kemungkinan penyebab nyeri tersebut.

Sering Terbangun Saat Dini Hari, Mistis atau Gangguan Medis?

Sering Terbangun Saat Dini Hari, Mistis atau Gangguan Medis?

Kesehatan Umum16 Agu 2022

Sering terbangun saat dini hari sering dikaitkan dengan kejadian mistis. Padahal, ada beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkannya. Apa saja? Simak di sini.

Waspada Infeksi Cacing Mata, Kenali Penyebab dan Gejalanya!

Waspada Infeksi Cacing Mata, Kenali Penyebab dan Gejalanya!

Kesehatan Umum13 Agu 2022

Infeksi cacing tidak hanya bisa terjadi di dalam saluran pencernaan, tapi juga di mata. Kenali fakta infeksi cacing mata agar Anda lebih waspada.

Aqua Panas Ujan
Pepsodent Sensitive Mineral Expert