Kesehatan Umum

Mengetahui Berat Badan Ideal Berdasarkan Tinggi dan Umur

Bobby Agung Prasetyo, 21 Jan 2019

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Penasaran ingin mengetahui berat badan ideal berdasarkan tinggi dan umur? Baca terus artikel ini.

Mengetahui Berat Badan Ideal Berdasarkan Tinggi dan Umur

Sebetulnya tak ada formula pasti untuk mengetahui berat badan ideal seseorang. Faktanya, orang-orang yang sehat memiliki berat badan, bentuk, dan ukuran yang berbeda. Penghitungan berat badan ideal harus memperhatikan berbagai faktor, termasuk tinggi badan dan umur.

Umumnya, berat badan ideal dihitung dengan kalkulator indeks massa tubuh (BMI charts). Penghitungan ini bertujuan untuk memprediksi lemak tubuh berdasarkan tinggi dan berat badan. Angka indeks massa tubuh berkisar dari rendah ke tinggi, dengan kategori sebagai berikut:

  • <19: underweight
  • 19-24: normal
  • 25-29: overweight
  • 30-39: obesitas
  • >40: obesitas morbid

Indeks massa tubuh (IMT atau BMI) yang lebih tinggi meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, penyakit batu empedu, diabetes tipe 2, gangguan pernapasan, beberapa jenis kanker. Anda bisa mengukur indeks massa tubuh di sini.

Faktor usia dan tinggi badan turut memengaruhi

Seperti yang disebut sebelumnya, tak ada formula pasti untuk menentukan berat badan ideal. Kalkulator indeks massa tubuh (IMT atau BMI) pun tak lepas dari kekurangan. Sebagai contoh, kalkulator ini tak memperhitungkan usia, jenis kelamin, atau massa otot—semuanya penting untuk mengetahui berat badan ideal.

Orang dewasa yang lebih tua cenderung kehilangan otot dan tulang, sehingga berat badan mereka lebih banyak berasal dari lemak. Orang yang lebih muda dan atlet mungkin lebih berat, karena otot yang lebih kuat serta tulang yang lebih padat. Kenyataan tersebut dapat mengubah angka indeks massa tubuh dan membuatnya kurang akurat untuk memprediksi kadar lemak tubuh yang tepat.

Hal yang sama berlaku untuk wanita, yang cenderung lebih banyak membawa lemak tubuh ketimbang pria (karena pria diketahui memiliki massa otot lebih banyak). Jadi, pria dan wanita dengan tinggi badan yang sama akan memiliki indeks massa tubuh yang sama, tapi rasio lemak terhadap ototnya (fat-to-muscle ratio) bisa berbeda.

“Seiring bertambahnya usia, kecuali jika Anda rutin berolahraga, Anda akan kehilangan massa jaringan tanpa lemak (umumnya otot, tetapi juga berat tulang dan organ) serta mengalami peningkatan berat badan. Wanita punya massa lemak lebih banyak daripada pria. Jika otot lebih banyak, indeks massa tubuh akan mengategorikan Anda sebagai overweight, bahkan obesitas,” jelas Dr. Naomi Parrella, direktur medis Center for Weight Loss and Lifestyle Medicine di Universitas Rush, Amerika, kepada Healthline.

1 dari 2

Rasio pinggang terhadap pinggul (waist-to-hip ratio atau WHR)

Lebih dari sekadar berapa berat badan Anda, komposisi tubuh, dan di mana tubuh Anda menyimpan lemak bisa berdampak lebih besar pada kesehatan secara keseluruhan. Orang-orang yang menyimpan lebih banyak lemak tubuh di sekitar pinggang berisiko mengalami gangguan kesehatan dibandingkan dengan orang-orang yang menyimpan lemak tubuh di sekitar pinggul. Karenanya, penting juga untuk menghitung berat badan dengan menggunakan rasio ini.

Idealnya, ukuran pinggang harus lebih kecil dibandingkan pinggul. Lebih tinggi angka rasio pinggang terhadap pinggul (WHR), maka lebih tinggi bisa terjadi beberapa jenis gangguan kesehatan.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) rasio di atas 0,90 pada pria dan 0,85 pada wanita digolongkan mengalami obesitas abdominal. Setelah seseorang mencapai titik tersebut, ia dianggap memiliki risiko yang secara substansial meningkat untuk mengalami masalah medis terkait.

Beberapa ahli percaya bahwa WHR lebih akurat dibandingkan dengan BMI untuk menilai risiko kesehatan. Studi tahun 2015 yang diterbitkan di jurnal medis “Annals of Internal Medicine” membeberkan penelitian pada 15.000 orang dewasa.

Ditemukan bahwa orang-orang yang memiliki angka BMI normal tapi tinggi WHR lebih mungkin meninggal dunia lebih cepat, khususnya pria. Maksud studi ini adalah, pria yang BMI-nya normal bisa mengalami kelebihan berat badan di sekitar pinggang, yang mana ini meningkatkan risiko masalah kesehatan.

Meski demikian, studi di atas hanya menemukan korelasi antara WHR dan kematian dini, tidak memeriksa secara pasti mengapa kelebihan lemak abdominal bisa berbahaya. Rasio WHR tinggi mungkin menyarankan kebutuhan mendesak untuk perbaikan pola makan dan gaya hidup. Rasio WHR juga tidak untuk semua orang, termasuk anak-anak, wanita hamil, dan orang-orang yang lebih pendek dari rata-rata.

2 dari 2

Rasio pinggang terhadap tinggi badan (waist-to-height ratio)

Mengukur rasio pinggang terhadap tinggi badan juga bisa dilakukan untuk mengukur lemak berlebih di tubuh bagian tengah. Jika ukuran lingkar pinggang lebih dari setengah tinggi badan, Anda mungkin berisiko lebih tinggi mengalami penyakit terkait obesitas seperti masalah kariovaskular dan kematian dini. Sebagai contoh, seseorang dengan tinggi badan 182,2 cm (6 feet tall) idealnya memiliki lingkar pinggang tak lebih dari 91,44 dengan rasio ini.

Studi kecil tahun 2017 yang dimuat di jurnal “Plos One” meneliti pria dan wanita dewasa, menemukan bahwa rasio pinggang terhadap tinggi badan mungkin adalah indikator yang lebih baik atas obesitas dibandingkan BMI. Meski begitu, studi lain diperlukan untuk membandingkan jumlah yang lebih besar, termasuk keberagaman usia dan etnis.

Pengukuran lainnya

Cara lain untuk mengukur berat badan ideal adalah dengan mengetahui persentase lemak tubuh dengan memeriksakan diri ke dokter.

Selain itu, bisa juga dengan cara memperhatikan bentuk pinggang dan tubuh. Ada beberapa studi yang menunjukkan bahwa kelebihan lemak perut lebih berbahaya dibandingkan lemak yang didistribusikan secara merata ke seluruh tubuh. Satu teori menyebut, semua organ vital di inti tubuh terdampak oleh kehadiran lemak perut yang terlalu banyak.

Genetik juga bisa memengaruhi di mana dan bagaimana tubuh seseorang menyimpan lemak. Meski ini adalah sesuatu yang tak bisa dikontrol, tapi baiknya adalah menerapkan pola makan sehat dan berolahraga sesering mungkin.

Perlu diketahui, pria lebih cenderung mengembangkan lemak tubuh di sekitar pinggang dan memiliki ukuran lingkar pinggang yang lebih besar. Namun, pertambahan usia pada wanita, apalagi setelah menopause, ukuran lingkar pinggang akan bertambah akibat hormon.

Sekali lagi, tak ada cara sempurna untuk menentukan berat badan ideal karena ini harus mempertimbangkan banyak faktor, seperti tinggi, umur, distribusi, genetik, dan lain-lain. Baiknya, Anda mengonsultasikan hal ini dengan dokter. Setelahnya, Anda bisa mendiskusikan pola makan dan olahraga seperti apa yang cocok dengan kondisi tubuh Anda.

[RN/ RVS]

lemak perut
BMI
Berat Badan
Berat Badan Ideal
Lingkar Pinggang
Indeks Massa Tubuh
Kalkulator BMI
Lingkar Pinggul