Kesehatan Umum

Apa Bedanya Fobia dengan Takut?

dr. Arina Heidyana, 29 Jul 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Tahukah kamu bahwa fobia dan takut adalah dua hal berbeda? Kenali perbedaan fobia dan takut dalam ulasan berikut ini.

Apa Bedanya Fobia dengan Takut?

Setiap orang pasti pernah merasakan takut. Perasaan tersebut merupakan hal yang normal. Takut adalah salah satu emosi yang dimiliki manusia. Emosi ini muncul ketika kamu berada dalam situasi terancam.

Nah, terkadang respon terhadap situasi yang dianggap mengancam bisa terlalu berlebihan. Kalau sudah begini, artinya rasa takut sudah berubah menjadi fobia. 

Fobia adalah perasaan takut berlebih terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak berbahaya. Karena itu, phobia dan takut tidaklah sama. 

Agar lebih paham, yuk simak 6 perbedaan fobia dan takut di bawah ini.

1. Tingkat Kontrol

Menurut American Psychology Association, asal usul fobia berasal dari masa kanak-kanak. 

Peristiwa tidak menyenangkan yang dialami pada fase tersebut, menyebabkan anak menerapkan mekanisme pertahanan diri yang sangat kuat dan pada akhirnya berkembang menjadi gangguan fobia. 

Ketika kamu mengalami phobia, perasaan takut tidak dapat dikendalikan dengan menenangkan diri dan berpikir jernih. Bahkan, rasa takut berlebih bisa muncul ketika membicarakan hal yang ditakutkan. 

Sementara, ketika kamu merasa takut, perasaan terancam masih bisa dikendalikan dengan menenangkan diri dan berpikir jernih. 

Karena itu, perbedaan fobia dan rasa takut bisa diketahui dari tingkat kontrol kamu dalam menghadapi sesuatu yang dianggap berbahaya. Fobia bisa bikin kamu lebih sulit mengontrol diri.

Artikel Lainnya: Mengungkap Penyebab dan Gejala Fobia pada Kata Panjang

2. Intensitas Respons

Fobia dapat menyebabkan respons berlebihan terhadap hal yang dianggap mengancam. Respons tersebut bahkan bisa bersifat tidak rasional, karena hal yang ditakutkan sebenarnya tidak berbahaya.

Ketika dihadapkan atau membicarakan hal yang memicu rasa takut, penderita fobia bahkan bisa berteriak atau menangis.

Sementara, ketika kamu merasa takut, respons terhadap sesuatu yang mengancam tidak berlebihan dan emosi yang dirasakan masih bisa dikendalikan.

3. Tanda dan Gejala yang Dirasakan

Berikutnya, perbedaan fobia dan takut dapat dilihat dari tanda dan gejala yang muncul. Perasaan takut menyebabkan tanda dan gejala, seperti jantung berdebar, berkeringat, atau gemetar. Tanda dan gejala ini muncul secara normal.

Nah, ketika kamu menderita fobia, tanda dan gejala yang muncul bisa lebih kuat, seperti takikardi (jantung berdetak melebihi 100 kali per menit), sesak napas, mual, muntah, sakit kepala, diare, keringat berlebih, hingga serangan panik.

4. Mengganggu Kehidupan

Setiap orang bisa merasa takut terhadap sesuatu, misalnya takut mengalami kecelakan pesawat. Walaupun kecelakaan pesawat mungkin terjadi, hal ini tidak menyebabkan orang yang merasa takut menghindari naik pesawat terbang.

Beda halnya ketika kamu mengalami fobia. Jika kamu fobia pesawat terbang, kamu akan menghindari naik pesawat, karena takut alat transportasi udara itu bisa jatuh atau bahkan meledak. 

Perasaan takut berlebih ini bisa menyulitkan aktivitas bepergian kamu. Karenanya, fobia bisa mengganggu kehidupan. 

Artikel Lainnya: Mengenal Cibophobia, Rasa Takut Berlebih Terhadap Makanan

5. Ingatan Terhadap Situasi yang Ditakutkan

Ketika mengingat pengalaman yang menakutkan, kamu mungkin tidak akan merasa cemas. Misalnya, ketika menceritakan pengalaman terjatuh dari motor, rangkaian peristiwa tersebut dapat kamu ceritakan kembali tanpa ada perasaan cemas.

Nah, ketika mengalami fobia, kamu bisa merasakan tekanan psikis dan kecemasan saat mengingat pengalaman buruk tersebut. Fobia membuat kamu menghindari dan memblokir memori mengenai kejadian tidak menyenangkan di masa lalu. 

Pasalnya, ketika diingat, memori buruk bisa menyebabkan kamu mengalami kecemasan.

6. Tingkat Kecemasan

Bedanya fobia dan takut juga bisa dilihat dari tingkat kecemasan yang muncul. Ketakutan ditandai dengan kecemasan ringan hingga sedang (kadang-kadang cukup tinggi) terhadap hal yang logis untuk ditakuti. 

Sementara, fobia bisa menyebabkan kamu memiliki tingkat kecemasan yang sangat tinggi terhadap hal yang sering kali tidak logis untuk ditakuti. Fobia juga dapat disertai dengan serangan panik.

Contoh fobia adalah rasa cemas melihat angka, jarum, atau kerupuk.

Jadi, sudah tahu kan perbedaan fobia dan takut? Jika kamu memiliki ketakutan terhadap suatu hal, pastikan rasa takut tersebut normal dan tidak mengarah ke fobia. Apabila kamu curiga mengidap fobia, sebaiknya periksakan diri langsung ke psikolog agar memperoleh penanganan yang tepat.

Kamu juga bisa berkonsultasi dengan psikolog menggunakan fitur konsultasi psikolog. Yuk, #JagaSehatmu dengan download aplikasi KlikDokter untuk mengetahui informasi seputar kesehatan mental lainnya.

(ADT/JKT)

Referensi:

American Psychiatric Association. Diakses 2022. Anxiety Disorders.

American Psychological Association. Diakses 2022. ​​Fear.

Learning & Memory. Diakses 2022. Neurobiology of fear and specific phobias.

Fobia

Konsultasi Dokter Terkait